Selasa, 13 Januari 2015

Hardcore Menjadi Semakin Umum


Hardcore… Ya, hardcore sedang berada di titik tertingginya di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Maksudnya adalah apapun yang berhubungan dengan hardcore sudah menjadi konsumsi sebagian besar anak muda. Dulu hardcore yang hanya di-aware oleh segelintir orang sekarang menjadi lebih luas, bisa dibilang lebih umum, walaupun tidak berarti menjadi mainstream.

Beberapa indikasi hardcore menjadi “semakin umum” salah satunya adalah sekarang bisa sangat mudah menjumpai anak muda (bahkan anak kecil, SMP) yang memakai atribut band hardcore, entah itu kaos, celana (mesh short), tas, topi, dll, di mana hal tersebut mungkin masih jarang dijumpai di tahun-tahun 90an akhir hingga pertengahan tahun 2000an.  Mungkin baru sekitar tahun 2000an hingga saat ini hardcore mejadi semakin meluas diketahui secara lebih umum oleh banyak anak muda.

Di satu sisi sebenarnya ini adalah hal baik. Karena pendukung hardcore pun berkecimpung di dalam scene karena memang mendapatkan hal-hal baik, kan? Jadi, menyebarnya hardcore bisa dimaknai sebagai mentransformasi hal-hal baik kepada generasi yang lebih muda.

Namun di sisi lain, menjadi semakin umum biasanya kemudian menjadi “trend”. Di mana suatu hal diikuti beramai-ramai oleh sebagian besar orang. Demikian pula hardcore. Banyak anak-anak muda yang mengikuti cara berbusana (fashion) dari band hardcore luar, hingga pernak-pernik dalam hardcore yang juga ikut menjadi “trend” seperti violence dance (beatdown dance) hingga StraightEdge yang banyak diadopsi oleh banyak anak muda pendukung musik hardcore yang entah mereka paham atau tidak. (tentang trend Violence Dance dan trend StraightEdge akan ditulis pada kesempatan lain)
 
Dahulu orang nyemplung di scene hardcore karena merasa lebih nyaman dengan subkultur yang ada di dalamnya, seperti semangat saling menghargai, equality (persamaan derajat), pertemanan, dan toleransi, yang benar-benar dipegang dan dijalankan, yang mungkin sudah mulai sulit didapatkan di dalam masyarakat umum. Akhirnya ada yang menjadikan scene hardcore sebagai pelarian, namun lebih banyak yang menjadikan scene sebagai sarana aktualisasi diri karena orang tersebut memang mempunyai nafas dan semangat yang sama dengan banyak teman-teman lain di hardcore.

Sekarang, seiring dengan semakin umumnya hardcore, semakin banyak pula jenis orang yang masuk di scene. Ada yang suka karena musik, namun tidak sedikit pula yang sekadar “ngeksis” atau bahkan ingin tenar.  

Dan dengan semakin umumnya hardcore, tentunya di dalam scene pun sedikit banyak mengalami pergeseran. Tidak dipungkiri sekarang banyak sekali tongkrongan-tongkrongan (yang oleh sebagian hc kids sekarang disebut sebagai “crew”). Banyaknya jumlah tongkrongan tersebut selaras dengan semakin seringnya diadakan gigs hardcore. Dalam sebulan bisa ada 3 sampai 4 gigs. Dan munculnya banyak clothing brand yang sedikit-banyak bersebelahan dengan musik hardcore.

Apakah hardcore menjadi trend? Bisa iya, bisa tidak. Tidak perlu diambil pusing, yang namanya trend pasti akan datang dan pergi. Nantinya akan tersaring sendiri mana yang benar-benar tulus di dalam scene hardcore dan mana yang abal-abal. Hehehe!

Secara garis besar sebenarnya indikasi “menjadi semakin umumnya hardcore” bisa dibilang tidak masalah, bahkan cukup baik. Paling tidak kita bisa semakin banyak bertukar pikiran dengan orang-orang yang mempunyai hobi sama, yaitu musik hardcore. Dari titik ini akan saling sharing tentang pernak-pernik di dalam hardcore yang sebenarnya tidak sekadar mendengarkan dan bermain musik saja. Banyak hal-hal baik yang bisa dibagi kepada sesama hardcore kids yang nantinya juga bisa bermanfaat di dalam kehidupan masyarakat umum. Hardcore still lives! :) (El Vegano, @elvgno)


betterday zine | 2015 | vegan straightedge hardcore zine
@betterdayzine









 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template