Rabu, 06 November 2013

Jangan Termakan Iklan Susu Tinggi Kalsium

Jika berpikir tentang osteoporosis, kita akan ingat tulang keropos. Jika terjadi keropos tulang, kita tahu bahwa tulang menjadi mudah patah.  Hanya dengan terpeleset atau terbentur sedikit saja sudah menyebabkan tulang yang keropos tersebut patah.

Untuk mencegah keropos harus minum susu kalsium tinggi. Ini yang menjadi bagian dari promosi susu kalsium. Tetapi info yang beredar di masyarakat kadang-kadang menjadi kebablasan. Pasien saya yang sudah keropos tulang beranggapan dengan minum susu kalsium keroposnya segera membaik.
Padahal jika sudah terjadi tulang keropos, perlu obat-obat lain selain minum susu kalsium. Selain itu, banyak juga pasien yang mengalami masalah sendi misalnya mengapuran tulang karena sendi yang aus (osteoartritis/OA) beranggapan bahwa minum susu kalsium jadi solusi.

Info ini penting diketahui sehingga masyarakat jangan mudah termakan info yang meluas bahwa masalah sendi atau tulang hanya bisa diatasi dengan minum susu kalsium. Kelebihan konsumsi kalsium juga bukan tanpa efek samping yang sering terjadi adalah sembelit dan jika kalsium sudah menyebabkan kadar kalsium darah tinggi dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.

Tulang mengalami keropos tidak terjadi sekonyong-konyong, proses keropos tulang memerlukan waktu. Seseorang yang mengalami keropos tulang, mengalami kondisi tersebut karena terpapar dengan kondisi yang tidak sehat dalam waktu panjang.
Memang ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa diubah untuk terjadinya keropos tulang antara lain jenis kelamin wanita (wanita lebih berisiko dari pria), umur (semakin tua semakin risiko mengalami keropos tulang), ras (wanita asia lebih risiko dari ras lain) dan faktor keturunan.
Faktor risiko lain yang sebenarnya bisa dihindari adalah penggunaan kortikosteroid jangka panjang. Saya melihat obat kortikosteroid sering digunakan oleh tukang obat atau kadang dokter untuk mengobati pasien-pasien yang mengalami masalah nyeri sendi. Mungkin bisa saja nyerinya berkurang, tetapi pasien akhirnya berisiko mengalami tulang keropos di kemudian hari.

Risiko utama dan yang paling mudah adalah menghindari konsumsi kalsium yang rendah. Konsumsi kalsium rendah sejak muda akan menyebabkan kepadatan tulang berkurang, selanjutnya menjadi keropos dan mudah patah dikemudian hari. Hal ini yang harus diingat oleh masyarakat terutama pada wanita.
Solusinya harus rutin mengkonsumsi produk-produk yang mengandung kalsium sejak usia muda. Susu memang sumber utama kalsium tetapi bukan satu-satunya sumber kalsium. Makanan lain yang mengandung kalsium tinggi adalah sayur-sayuran seperti bayam, kacang-kacangan, yoghurt, ikan, keju dan produk olohan susu yang lain. Jadi susu bukan satu-satunya sumber kalsium.

Selain faktor makanan, beberapa gaya hidup yang bisa menyebabkan terjadinya tulang keropos adalah rokok dan konsumsi alkohol serta kurang gerak atau sehari-harinya lebih banyak duduk. Oleh karena pada seseorang yang sudah didiagnosis kepadatan tulangnya kurang (osteopeni) atau bahkan sudah mengalami keropos untuk stop rokok dan alkohol dan tetap bergerak. Tetapi tentu dengan bergerak hati-hati dan menghindari jatuh. Kalsium dan vitamin D rutin diberikan pada pasien dengan osteopeni atau osteporosis. Selain kedua vitamin dan mineral ini, perlu obat-obat lain yang diberikan untuk pasien dengan tulang keropos antara lain bifosponat. Bahkan pada kelompok pasien diberikan hormon.

Penyakit OA ini beda dengan penyakit tulang keropos dan mengobatinya juga beda. Salah besar kalau ada informasi bahwa susu kalsium juga efektif mengatasi atau mencegah sendi mengalami pengapuran tersebut.
Pengapuran pada pasien tulang sering terjadi pada lutut. Orang yang mengalami pengapuran tulang susah berjalan dan timbul rasa nyeri pada lututnya jika digerakan, Misalnya dari jongkok berdiri atau dari duduk berdiri. Orang-orang dengan OA lutut sering memilih untuk sholat dengan cara duduk.

OA terjadi karena faktor umur dan keausan sendi. Sendi merupakan tempat penyanggah tulang, jika mengalami kerusakan akan menimbulkan nyeri, jika kerusakan berlanjut bisa saja terjadi pertumbuhan tulang pada ujung tulang tersebut berupa pengapuran pada sendi tersebut.
Beberapa risiko terjadinya OA adalah umur, kegemukan membuat beban sendi bertambah berat untuk menyanggah tulang sehingga sendi mudah aus, penggunaan sendi tertentu secara berulang-ulang juga berisiko untuk terjadinya kerusakan sendi misalnya melakukan gerakan-gerakan berulang secara terus menerus misal pemain basket atau pemain bola.
Prinsip mengatasi OA adalah mengurungi kondisi yang memperberat OA seperti penurunan berat badan, mengurangi aktifitas sendi yang sedang sakit serta memperkuat otot yang menyanggah sendi yang sakit. Obat-obat terutama untuk menghilangkan sakit dan obat-obatan yang berperan sebagai pelumas. Pada kasus OA yang berat bisa saja sendi diganti dengan sendi protesa seperti bisa dilakukan pada sendi lutut. Konsumsi kalsium tidak bisa mencegah terjadinya OA.

Mudah-mudahan informasi ini dapat memberikan gambaran bagaimana membedakan apa yang disebut tulang keropos atau apa yang disebut pengapuran tulang. Sehingga kita lebih bijaksana untuk mendapatkan informasi mengenai anjuran mengkonsumsi susu kalsium tinggi.
 
Ditulis oleh Dr. Ari F. Syam Sp.Pd
Sumber: Kompas.com

betterday zine | vegan straightedge hardcore zine | est. 2001
@betterdayzine


 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template