Rabu, 24 Oktober 2012

VEGAN, Gayahidup Menekan Laju Global Warming

Semakin banyaknya berita mengenai Vegetarian / Vegan di berbagai media, bahkan di tv nasional, merupakan sebuah pertanda bahwa gayahidup atau lifestyle ini kian hari makin banyak diminati dan dipilih untuk dijalankan oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Beberapa waktu lalu ada sebuah liputan khusus tentang Vegetarian dan Vegan di TvOne yang mengambil lokasi di sebuah restoran Vegan ‘LovingHut’ di Jakarta. Liputan tersebut menampilkan beberapa narasumber mulai dari pemilik Ade, restoran tersebut hingga ahli gizi penganut Vegan yang aktif dengan seputar lifetstyle Vegan, Dr.Susianto.

Sang pemilik restoran menjelaskan bahwa ia membuka resto tersebut adalah selain untuk bisnis namun juga ada yang lebih penting yaitu sebagai media menawarkan gayahidup Vegan ke masyarakat luas selain juga sebagai sebuah agenda besar untuk ikut serta dalam usaha memperlambat global warming. Sedangkan Dr.Susianto menjelaskan tentang gizi yang didapat kaum Vegan jauh lebih baik daripada pemakan daging. Dijelaskan pula asupan protein dari nabati justru lebih banyak daripada hewani. Gambaran umumnya adalah kita akan mendapatkan sekitar 30 gram protein dari kedelai daripada daging (sapi, ayam, babi) yang hanya sekitar 18 % saja.

Vegan, sebuah gayahidup atau mungki bagi sebagian penganutnya adalah prinsip hidup, merupakan sebuah pola makan / pola hidup yang berpantang bahan hewani semaksimal mungkin. Mulai dari menghindari bahan makanan hewani seperti daging, telur, dan susu, hingga menghindari produk-produk turunannya seperti makanan/minuman apapun yang dalam ingredients-nya terdapat unsur hewani, sampai pada menghindari penggunaan bahan busana dan aksesoris yang mengandung hewani seperti jaket kulit, sepatu kulit, dompet kulit, jaket bulu, dan sebagainya. Seorang Vegan pun dengan segala kesadarannya berusaha menghindari sejauh mungkin penggunaan kosmetik yang berbahan hewani maupun segala produk yang melalui animal testing dalam proses produksinya.

Banyak alasan seseorang menjadi Vegan. Mulai dari alas an kesehatan, animal rights, spiritual, hingga alasan lingkungan / kepentingan bumi (menekan laju global warming). Dari alasan (issue) di atas, mungkin untuk hari ini issue kesehatan dan global warming adalah yang paling mengedepan. Alasan rasional-ilmiah pada kesehatan yang ditunjang oleh sumber-sumber dari para pakar ahli kesehatan di banyak negara maju di dunia sebagian besar memang menguatkan posisi gayahidup Vegan ini. Walaupun ada beberapa catatan tertentu, semisal issue Vegan dengan kekurangan kalsium di beberapa negara maju, adalah ternyata di sana kebanyakan masyarakatnya mengonsumsi alkohol, rokok, atau soda dengan frekuensi yang cukup tinggi. Jadi ketika memilih menjalani pola makan Vegan namun tetap mengonsumsi allkohol, rokok, atau soda secara sering akhirnya berpengaruh pada kondisi kesehatannya, salah satunya adalah tentang penyerapan kalisum yang berkurang karena efek dari pengonsumsian alkohol atau rokok yang terlalu sering tersebut. Namun ketika pola makan Vegan ditunjang pula hidup yang menghindari alkohol atau rokok dan mengurangi (apalagi berhenti sama sekali) konsumsi soda, tentu akan mendapatkan efek kesehatan yang baik.

Isu global warming (pemanasan global) dan Vegetarian beberapa tahun terakhir ini mencuat ke permukaan secara cukup gamblang. Bagaimana tidak, beberapa tahun lalu sebuah Panitia Perubahan Iklim Dunia yang mengadakan pertemuan di Bali membuat beberapa kesimpulan tentang global warming ini, dan salah satu pernyataan yang dikeluarkan oleh ketuanya adalah bahwa salah satu penyebab global warming adalah gas emisi CO2 yang dihasilkan dari peternakan-peternakan modern dewasa ini yang melebihi asap yang keluar dari mobil. Dan dengan mengurangi makan daging berarti kita ikut menyelamatkan bumi.

Global warming yang memang menjadi ancaman bumi ini menjadi issue utama di sebagian besar negara-negara di dunia. Dan banyak pilihan untuk ikut dalam usaha menekan laju global warming ini, seperti kampanye ‘Go Green’ yang beredar di mana-mana, anti penebangan hutan, hingga beralih ke pola makan Vegan atau minimal Vegetarian.

Kampanye ‘Go Green’ yang saat ini menjadi mainstream. Namun kadang masih kurang dipahami oleh sebagian orang. ‘Go Green’-lah dengan banyak pilihan cara yang konsisten dan konsekuen, seperti menghemat listrik, berhemat bahan bakar, membuang sampah pada tempatnya, hindari konsumsi rokok sebisa mungkin, berdaur ulang, dan masih banyak lagi. Dan dari sebagian cara untuk ‘nature-friendly’ tersebut, menjadi Vegan adalah salah satu pilihan jitu yang cukup berdampak besar. Semakin sedikit orang mengonsumsi daging, semakin sedikit pula permintaan akan daging itu sendiri, dan semakin sedikit pula gas CO2 ataupun gas metana yang harus dihasilkan dari peternakan-peternakan modern tersebut. Banyak panel-panel internasional tentang global warming maupun tentang perubahan iklim ekstrim dewasa ini yang memang memberi sinyal baik terhadap keberadaan gayahidup Vegetarian/Vegan yang menjadi salah satu pilihan tepat untuk ikut serta dalam usaha memelihara bumi. Go Green! Go Vegan! (El Vegano)

Berita tentang anjuran PBB bagi masyarakat dunia untuk melakukan diet tanpa daging dan susu CEK DI SINI.

betterday zine | oktober 2012 | betterdayzine.blogspot.com
  

 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template