Kamis, 12 Juli 2012

Hak Asasi Merokok (?)


Beberap waktu lalu meihat sebuah acara diskusi di sebuah tv swasta tentang perang antirokok. Terjadi perdebatan sengit antara pihak Kementrian Kesehatan yang akan membuat sebuah Peraturan Pemerintah mengenai tembakau yang didukung oleh mahasiswa dan sejumlah aktivis antirokok dengan kubu dari Persatuan Petani Tembakau Indonesia dengan didukung oleh beberapa tokoh nasional yang tidak setuju dengan RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) tentang tembakau tersebut dan kebetulan mereka adalah perokok.

Terjadi perdebatan sengit yang cenderung tegang antar dua kubu. Namun setelah melihat hampir 1 jam acara tersebut, lama-ama menjadi membosankan. Karena akhirnya melenceng dari isu RPP tersebut dan menjadi sebuah ‘perang’ opini pribadi yang keras antara perokok dan kelompok antirokok. 

RPP Tembakau secara umum berisi mulai dari tentang kandungan bahan tembakau yang digunakan, zat adiktif pada rokok serta perlindungannya terhadap anak dan perempuan hamil,  tentang kandungan nikotin dan tar dalam rokok, hingga mengatur iklan produk tembakau. Gambaran highlight RPP Tembakau bisa DIBACA DI SINI.

Kalau dibaca sebenarnya isi RPP tersebut bagus. Tapi menurut pihak kontra (pihak Persatuan Petani Tembakau Indonesia) menolak RPP tersebut karena dianggap mewakili kepentingan asing salah satunya dengan mengatur kandungan dalam rokok yang menurut persepsi mereka akan terjadi semacam ‘penyeragaman’ dengan kandungan rokok yang terjadi di internasional. Dan untuk mencapai hal kata seorang ahli dalam acara debat tersebut akan terjadi kesusahan karena Indonesia belum mempunyai  peralatan canggih seperti yang ada di Amerika untuk mengatur atau menurunkan kadar zt-zat berbahaya tertentu dalam rokok, dan jenis tembakau yang berbeda dengan yang ditanaman di sana.

Kembali ke acara debat tersebut, di dalam forum diskusi tersebut ada seorang budayawan Betawi (dari kubu ‘pro-rokok’) yang berpendapat bahwa merokok adalah hak asasi manusia. Ia pun memberi gambaran bahwa ia yang berumur lebih dari 70 tahun itu lebih sehat dibandingkan beberapa kubu anti-rokok di situ yang seumuran dengannya. Dan ia pun bersikeras bahwa merokok adalah hak asasi manusia, dan tembakau adalah salah satu tumbuhan yang diberikan oleh Tuhan dengan segala manfaatnya, intinya begitu, kata dia.

Oke lah, segala kegiatan tiap individu adalah hak masing-masing untuk melakukannya. Bahkan untuk menyakiti diri nya sendiri. Namun hak asasi tersebut  tentu tidak sebebas-bebasnya tanpa mempedulikan kepentingan orang lain yang tidak merokok. Secara nalar umum saja, mana mungkin seseorang menikmati (rokok) namun asapnya musti dinikmati pula oleh non-perokok. Dan ketika asap itu beterbangan kemana-mana dan dikipas oleh seseorang di sekitarnya, seringkali perokok tersinggung. Ini lebih aneh lagi. Dia saja merokok tidak peduli asapnya beterbangan ke mana-mana, tapi begitu asap tersebut  dikipas oleh orang lain yang tidak ingin terkena malah tersinggung.

Hak asasi mempunyai batasan ketika kegiatan tersebut mengganggu orang lain. Jadi bagi perokok jangan pernah tersinggung ketika sedang asik merokok di tempat umum kemudian asapnya dikipas oleh orang lain di sekitarnya. Mungkin kalau tiap perokok menghisap rokok sekaligus menelan asap-asapnya, kemudian puntung rokoknya, dan sekaligus abunya, dijamin tidak akan ada yang protes. Jadi mari saling menghargai saja. Merokok adalah hak tiap orang, namun alangkah baiknya ketika kegiatan tersebut tidak mengganggu orang lain. (El Vegano)

betterday zine | juli 2012 | betterdayzine.blogspot.com 
facebook.com/betterdayzine2001


 
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template