Minggu, 13 Mei 2012

Vegetarian, Kehamilan, dan Anak


Selama ini “budaya” dan “pola pikir” kebanyakan orang terutama di negara kita masih berpandangan sinis terhadap ibu hamil dan menyusui serta anak yang menjalankan pola makan vegetarian (pola makan berbasis nabati, pola makan bebas daging atau apa lah sebutannya). Ini saya alami sendiri ketika menjadi suami dari istri yang juga sudah “putus hubungan dengan daging” sejak cukup lama.

Ketika istri saya hamil, kami sadar bakal mendapat berbagai pertanyaan, masukan, saran bahkan sikap sinis terkait pola makan kami. Ada yang bilang “kasihan bayinya yang di perut”, ada pula yang bilang “ibu hamil itu harus makan makanan hewani” dan berbagai kalimat sejenis.

Belum lagi iklan-iklan dan berbagai slogan di televisi yang dimodali oleh produsen produk susu atau makanan bayi yang berusaha mengarahkan opini publik bahwa ibu hamil dan menyusui itu wajib mendapat asupan makanan hewani. Bahkan banyak pula “penelitian” yang dimodali oleh perusahaan agar menghasilkan sebuah hasil penelitian yang mendukung produk perusahaan tersebut…huff.., they suck!

Saya sendiri bukanlah orang yang senang ngotot tanpa dasar. Tentu pilihan saya dan istri untuk tetap berpola makan nabati selama hamil dan menyusui didasari bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pola makan tersebut tetap aman (bahkan dianjurkan) bagi ibu hamil dan menyusui.

Berbagai penelitian ilmiah sudah membuktikan hal tersebut. Namun tidak mungkin saya jabarkan satu persatu penelitian tersebut karena kalau saya jabarkan secara detil bakal menghabiskan berlembar-lembar halaman zine ini. Tentu sang editor bakal melototin saya …hohohoho….

Singkat saja, beberapa zat gizi yang sering dikhawatirkan bakal tidak dapat tercukupi oleh ibu hamil dan menyusui yang tidak mengkonsumsi makanan hewani adalah protein, zat besi, kalsium, folat, vitamin B12, omega 3 dan omega 6. Padahal protein sangat banyak di tempe, seral dan kacang-kacangan. Zat besi bisa didapat dari sayuran hijau dan kacang-kacangan. Kalsium bisa didapat dari almond, wijen, sayuran hijau bahkan kedelai. Folat bisa didapat dari gandum, sayuran hijau dan kacang tanah. Vitamin B12 dari mana? Jangan lupakan tempe, karena makanan favorit saya itu mengandung vitamin B12. Omega 3 ada pada alpukat, biji rami, brokoli dan kangkung. Sedang omega 6 ada pada kacang kedelai, minyak nabati bahkan habatussauda. FYI, omega 6 tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak lho, karena menyebabkan kenaikan berat badan berlebih. See… padahal kita sering lihat iklan di televisi yang menggembar-gemborkan seolah omega 6 harus dikonsumsi melalui berbagai suplemen berupa susu atau makanan tambahan lainnya. Padahal ternyata asupan omega 6 justru tidak boleh terlalu banyak. Itu salah satu bukti bahwa sering pula iklan di televisi hanyalah omong kosong belaka. Ingat, tidak semua yang ada di televisi itu benar. Dan jadilah pemirsa yang cerdas! :p

Jika ingin membahas tuntas tentang gizi berbasis nabati untuk ibu hamil dan menyusui, mungkin kawan-kawan bisa bergabung di milis infovegetarian@yahoogroups.com. Tentu ada banyak ahli di sana yang dapat menjawab dengan dasar ilmiah yang kuat. Baik ahli gizi maupun dokter. Jadi bukan sekedar “katanya katanya” saja J

Kebetulan dokter kandungan istri saya juga tidak mempermasalahkan jika istri saya tidak mau mengkonsumsi makanan hewani ataupun susu formula. Padahal dokter tersebut bukan vegetarian lho. Ketika saya bertanya “Dok, istri saya ini vegetarian. Apakah tidak masalah dengan kandungannya? Apakah harus minum susu formula juga?”, beliau menjawab “Tidak masalah, asal gizi-nya diperhatikan agar tercukupi asupannya. Makan sayur yang variatif. Sedangkan masalah susu, juga tidak wajib. Toh jaman dulu nenek-nenek kita juga tidak kenal susu formula tapi tetap sehat-sehat. Lagi pula obat yang saya berikan ini sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi Anda”…  That’s fact, dude! Bukan cerita karangan untuk memperkuat opini saya. Kalau kawan-kawan ingin tanya siapa dokter tersebut, bisa hubungi saya lewat email. Karena saya tidak mau menyebut merk di sini. Hehehe!

Lalu bagaimana dengan si buah hati? Apakah aman memberikan makanan kepada dia berbasiskan nabati?

Ketika proses persalinan, alhamdulillah normal, lancar dan berjalan singkat. Oleh dokter, anak saya juga dinilai sehat. Tidak ada masalah. Dan sejauh ini, perkembangannya pun baik-baik saja.
Sekali lagi, saya buka tipe orang yang ngotot saja semata hanya untuk membenarkan pilihan saya. Setiap keputusan selalu saya lihat pro dan kontra-nya dulu. Dan saya pun punya dasar ilmiah mengapa menurut saya pola makan berbasis nabati aman untuk buah hati. Isu yang sering dilontarkan mengenai penerapan pola makan nabati untuk anak biasanya berujung pada kekhawatiran mengenai kebutuhan asupan gizi seperti yang sudah saya tulis sebelumnya. Padahal, asupan gizi tetap dapat terpenuhi secara lengkap walau menggunakan bahan makanan nabati. Banyak pula ahli gizi yang menyatakan bahwa pola makan vegetarian aman untuk anak. Salah satunya Dr. Benjamin Spock, seorang dokter anak yang cukup dihormati di Amerika Serikat dan pernah menulis buku yang berjudul Baby and Child Care. Dia merekomendasikan para orang tua untuk membesarkan anak-anak mereka dengan pola hidup vegetarian. “Kita sekarang sudah tahu makan daging membawa efek yang berbahaya,” tulis Spock di dalam bukunya.

Namun hingga saat ini pun masih banyak juga sikap kurang menyenangkan dari beberapa orang mengenai pola makan nabati saya dan istri saya pada saat hamil dan menyusui ini. Bahkan orang tua kami pernah pula menyarankan untuk kembali untuk mengkonsumsi makanan hewani karena khawatir terhadap kualitas ASI dan pertumbuhan si kecil nantinya. Mereka berpendapat seperti itu karena tidak mengetahui bahwa pola makan nabati pun aman bagi ibu hamil, menyusui dan perkembangan anak. Ditambah lagi budaya kita yang sejak dulu kala selalu mengagung-agungkan bahan makanan hewani sebagai makanan yang bergengsi, mewah dan bergizi. Tapi secara pelan-pelan kami jelaskan dengan menunjukkan berbagai dasar ilmiah dari para ahli dengan sumber yang valid bahwa pola makan kami tersebut aman bagi ibu dan anak. Walau sulit juga menjelaskannya, tapi ya memang harus dijelaskan. Mau bagaimana lagi…hehehe…

Sedikit out of topic… Sekedar saran saja, berikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama, dan usahakan berlanjut hingga 2 tahun. Karena memang ASI-lah yang terbaik. Jangan kenalkan dengan susu formula, kecuali kondisi yang sangat sangat sangat sangat sangat terpaksa. Hingga saat ini bayi saya berusia 2 bulan masih mau minum ASI, dan semoga bisa hingga 2 tahun. Godspeed!

Pernah seorang teman bertanya kepada saya “Apa anakmu nanti juga akan kamu didik dengan pola makan sepertimu?”
Tentu semua orang tua selalu mengajak anaknya untuk mengikuti apa yang menurut sang orang tua tersebut baik. Jika ada orang tua yang sangat protektif dari makanan yang mengandung MSG, saya yakin pasti orang tua tersebut juga akan menjauhkan anaknya dari jajanan yang mengandung MSG. Ada pula orang tua yang menganggap bermain tanah itu sumber penyakit, pasti sang anak akan dilarang setiap bermain tanah. Sedangkan sebaliknya, ada orang tua yang menganggap bermain tanah itu baik untuk kreativitas sang anak selama tetap menjaga kebersihan, pasti sang anak akan dibebaskan bermain tanah sepuasnya.

Sama hal-nya dengan saya tentang pola makan saya. 1 tahun ke depan, 5 tahun ke depan atau 10 tahun ke depan siapa yang bisa menerka apa yang akan terjadi dengan pola makan saya? Apakah masih bertahan atau berubah? Tidak ada yang bisa meramal. Namun, hingga detik ketika saya menulis artikel ini, saya masih menganggap pola makan nabati adalah suatu pola makan yang baik bagi kami, dan tentu hal tersebut akan saya kenalkan pula ke anak saya. Hingga suatu hari nanti anak saya sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusannya sendiri, ya itu terserah dia. Saya sebagai orang tua hanya mengarahkan saja. Dan saya mencoba menjadi orang tua yang moderat, seperti orang tua saya yang tidak melarang saya ketika saya mengambil keputusan untuk memilih pola makan yang berbeda dengan mereka. (Ajix, www.xwisnuajix.wordpress.com)

Dimuat di Betterday #27


betterday zine | mei 2012 | betterdayzine.blogspot.com
@betterdyzine
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template