Sabtu, 19 Mei 2012

Daging Sapi Gelonggong: Sebuah Proses Panjang Kesadisan



Beberapa waktu lalu pernah ada sebuah liputan tentang daging sapi gelonggong di sebuah stasiun tv. Acara liputan seperti ini sebelumnya sudah sering ditayangkan oleh beberapa stasiun tv lainnya.

Apakah gelonggong itu? Kalau dilihat dari prosesnya, gelonggoing bisa diartikan sebagai proses pemasukan paksa air (dalam jumlah besar) ke dalam tubuh si sapi melalui mulutnya hingga tenggorokan dengan menggunakan selang. Sedangkan ‘daging sapi gelonggong’ mengacu pada daging sapi yang melalui proses penggelonggongan seperti di atas. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat berat daging sapi nantinya akan naik, sehingga si penjual/peternak sapi akan mendapatkan untung yang lebih tinggi.

Sebuah proses yang sangat sadis tentunya. Di tempat itu (seperti di salah satu sudut kandang) sapi ditempatkan dengan kaki depan menginjak bagian yang lebih tinggi supaya air yang masuk bisa cepat tertelan dan masuk ke perut. Di kandang itu ada 3 ekor sapi yang akan digelonggong. Sapi pertama dipaksa untuk menelan air melalui selang dengan susah payah, bahkan hingga tersedak-sedak. Sapi kedua dengan posisi yang sama seperti sapi pertama juga mulai digelonggong dengan air yang jumlahnya berliter-liter. Ia menelannya dengan terpaksa, dengan mata yang merah menahan rasa sakit juluran selang yang masuk ke dalam bagian tenggorokkannya serta menahan ketidaknyamanan air yang tertelan dalam jumlah yang sangat banyak. Sapi ketiga yang sedang duduk pun tidak luput dari proses sadis tesebut. Ia (dalam keadaan duduk) dipaksa untuk meminum air dengan selang yang dimasukkan dengan sangat kasar ke mulut sapi itu, dan si peternak itu menyemprotkan air dalam jumlah banyak sambil menepuk-nepuk bagian perut dan punggung sapi untuk mengukur apakah sapi tersebut sudah cukup keras dengan proses penggelonggongan air tersebut. Sampai pada takaran tertentu (dengan jumlah air yang berliter-liter), si peternak menyudahi  proses penggelonggongan itu. Sapi-sapi tersebut akhirnya terlihat lemas, lunglai, dan beberapa bahkan terlihat tidak kuat menahan tubuhnya dalam keadaan berdiri hingga akhirnya memilih untuk duduk. Bahkan kesempatan lain terlihat seekor sapi yang kejang-kejang di lantai kandang seperti meronta-ronta kesakitan. Peternak mengatakan kalau memang kondisi sapi yang kejang-kejang itu susah diselamatkan maka akan segera disembelih lebih dahulu sebelum yang lainnya.

Daging sapi hasil proses penggelonggongan nantinya akan dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga yang jauh dibawah harga daging sapi pada umumnya. Perbedaan mencolok pada daging gelonggong adalah sifatnya yang lebih basah. Ketika daging mentah tersebut ditaruh di atas piring maka akan terlihat air yang merembes keluar dari daging kemudian turun ke bawah, ke arah piring.

Ciri daging sapi gelonggong (sumber: Kompas.com):
- Warnanya pucat (daging yang masih baik berwarna merah terang dan lemaknya berwarna kekuningan)
- Kandungan air sangat tinggi/lebih berair/lembek
- Kondisinya agak rapuh sehingga tidak bisa dijadikan sejumlah produk olahan, seperti bakso
- Biasanya harganya lebih murah

Sebuah proses sadis yang sangat panjang untuk menjadi sebuah sajian di atas piring. Tanpa bermaksud menghakimi, kenyang itu lebih nyaman ketika tidak melalui proses ketamakan dan kesadisan. (El Vegano)

betterday zine | mei 2012 | betterdayzine.blogspot.com
twitter.com/betterdayzine 
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template