Kamis, 26 April 2012

Band Straightedge Main di Acara Rokok, Muke Gile!


Sekarang bisa dibilang banyak sekali gig-gig yang diadakan hampir tiap bulan, bahan sebulan bisa dua kali, terutama di beberapa kota besar atau kota-kota yang scene hardcore-nya tergolong besar. Mulai dari street gig, garage gig, gig di gedung-gedung seperti biasa, hingga acara yang tergolong besar.

Seiring perjalanan waktu, gig-gig hardcore pun mengalami sedikit pergeseran yaitu dengan semakin banyaknya sponsorship di hampir tiap acara yang dibuat. Jadi jangan heran ketika pamflet gig dihiasi logo-logo sponsor yang bejibun di bagian bawahnya. Tentu tidak salah selama tidak mengganggu independensi konten gig dan panitia acara yang notabene adalah kalangan hardcore kids sendiri.

Kerjasama dengan pihak sponsor biasanya adalah dengan distro-distro atau clothing brand lokal yang sebagian besar juga sudah kenal sebelumnya atau dekat dengan scene hardcore itu sendiri. Jadi semacam ‘saling bantu’ sesama teman.

Semakin booming-nya musik hardcore membawa dampak semakin banyaknya para pendukung genre ini, demikian pula sebaliknya bahwa hardcore sendiri menjadi sebesar sekarang ini adalah karena dukungan para hc kids­-nya. Namun di sisi lain semakin besarnya hardcore dimanfaatkan juga oleh beberapa EO acara musik besar untuk sesekali mengundang band-band hardcore sebagai salah satu band pengisi acaranya. Mulai dari acara Pensi (Pentas Seni SMP/SMA), acara band di kampus-kampus, hingga sebagai pembuka beberapa band major label nasional.

Di sini tidak membahas keterkaitan semangat D-I-Y (Do-It-Yourself) dalam hardcore, karena sejak awal sebuah gig atau event disponsori oleh pihak-pihak yang tidak terlibat dalam scene hardcore secara langsung, acara tersebut bisa dibilang tidak independen (tidak D-I-Y). Dan nyatanya banyak juga kita lihat band-band hardcore yang main di acara bersponsor brand-brand ‘raksasa’ itu. Jadi biarlah itu menjadi pilihan masing-masing selama bertanggungjawab.

Sponsor acara musik paling besar di Indonesia datang dari beberapa produk rokok ternama. Bahkan beberapa produsen rokok tersebut memang mempunyai program untuk mensponsori acara-acara musik anak muda, terutama yang sedang naik daun. Sehingga ketika membuat acara musik dengan bintang tamu band cadas major label, seringkali melibatkan band-band cadas yang tergolong ‘underground’, termasuk band hardcore.

Terlepas dari ranah semangat ‘D-I-Y’, muncul pertanyaan bagaimana apabila ada sebuah band hardcore Straightedge yang diberi penawaran ikut di sebuah acara berponsor produk rokok? Jawaban dari itu sebenarnya sederhana, coba saja semua member band tersebut jujur pada diri sendiri, untuk apa mereka mengklaim sebagai band Straightedge kalo tantangan SEKECIL itu saja mereka sudah bimbang antara memilih ikut atau menolak tawaran tersebut. Kalau memang ingin main, tidak perlu lagi mengklaim sebagai band Straightedge. Simpel kan?

Membuat band hardcore bukan untuk bercita-cita menjadi artis terkenal, sampai harus mengorbankan prinsip yang dipegang, bahkan dikoar-koarkan. Dan membuat band hardcore bukan berlomba-lomba harus manggung secara rutin sampai tidak tahu jatidirinya sendiri. Kalau kedua hal di atas ini yang diinginkan, lebih baik membuat band major label dengan musik yang lebih awam dan bisa diterima masyarakat, itu lebih masuk akal. Hardcore and Straightedge don’t need celeb-mentality band. Hardcore and Straightedge only need bands with attitude. (El Vegano)

Dimuat juga di Betterday #27

betterday zine | april 2012 | betterdayzine.blogspot.com

 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template