Jumat, 06 Januari 2012

Binaragawan Vegan




HUNTSVILLE, Alabama – Jimi Sitko bangun jam 4 pagi, bekerja 2 sampai 4 jam sehari, dan sanggup angkat beban yang beratnya hampir dua kali berat badannya. Ia mencukur habis rambutnya dan mempunyai tato berwarna terang di lengan kirinya, sehingga orang akan mengiranya seorang Marinir yang terpisah dari pletonnya.

Apartemennya penuh dengan medali dan trofi kompetisi binaraga dan foto-fotonya ketika berkompetisi. Seragamnya adalah berbagai celana dan hoodie berkeringat yang menutupi otot-ototnya yang dahsyat.

Tetapi yang paling mengejutkan adalah apa yang ada di dalam perut Sitko: tahu, sayuran segar, dan bubuk protein berbasis tumbuhan.

Sitko adalah seorang binaragawan Vegan.

Popularitas Veganisme telah menyebar beberapa tahun belakangan ini – tampil melalui film –film dokumenter yang fokus pada makanan seperti “Super Size Me”, “Food, Inc.”, dan “Forks Over Knives” – yang jejaknya dapat dilihat dalam beberapa industri seperti publishing (VegNews) dan fashion.

Dan sekarang bahkan Veganisme telah merambah ke dunia binaraga, dilihat oleh banyak orang sebagai populasi binaraga yang menghindari daging dan artificial enhancements. Seorang yang kompetitif seperti Sitko menjalani subkultur yang berbeda di mana ia berharap bisa ikut mengubah kebiasaan makan dari para binaragawan lainnya.

Sebagai seorang Vegan, Sitko, 29 tahun, tidak mengonsumsi daging, produk susu, atau seperti yang ia katakan, “apapun yang berasal dari hewan.” Sebagai seorang binaragawan, ia menghabiskan waktu di gym untuk angkat barbel, berlari di treadmill, serta membentuk tubuhnya. Kemudian ia memberi warna coklat (spray-tans) dan di depan juri memperagakan pose-posenya, yang diketahui dalam olahraga tersebut sebagai ‘mankini’. Ia sedang mempersiapkan kompetisi di bulan Maret.

Hanya ada sedikit data resmi dalam binaraga komptetitif yang Vegan, melalui website veganbodybuilding.com telah mencapai lebih dari 5000 angka pengguna yang terdaftar.

Denny Kakos, ketua International Natural Bodybuilding Association, berkata bahwa tidak ada binaragawan Vegan yang ikut kompetisi di akhir 80an dan awal 90an. Sekarang, para binaragawan Vegan sudah banyak yang ikut dalam sekitar 6000an orang yang berkompetisi melalui group tersebut tiap tahunnya, namun mereka telah dalam kondisi yang stabil, walaupun dalam jumlah yang kecil sejak tahun 2000, kata Kakos.

“Saya kira ini adalah hal yang baik di mana orang Vegan ikut berkompetisi,” katanya. “Namun hal yang susah untuk binaraga.”

Bagi beberapa binaragawan Vegan, seperti Sitko, Veganisme adalah sebuah usaha nyata dalam improviasi diet dan kesehatan. Dan bagi yang lain mengatakan bahwa gaya hidup Vegan merefleksikan keyakinan personal seputar animal rights dan penyelamatan lingkungan. Dan yang lain lagi menganggap itu adalah budaya perlawanan terhadap budaya steroid.

“Saya tertawa ketika melakukan drug test,” kata Billy Simmonds, seorang binaragawan Vegan di Las Vegas. “Saya bahkan tidak makan daging.”

Sudah lama diketahui bahwa binaragawan sangat memperhatikan dietnya secara ketat, harus yang rendah karbohidrat dan tinggi protein dan kalori, dan harus cermat waktunya di tengah jadwal latihan yang padat. Tujuannya adalah memiliki otot yang besar, sedikit lemak, sehingga membutuhkan penambahan berat badan, dan memangkas lemak agar membuat otot-otonya nampak dan terlihat seperti He-Man.

Para ahli gizi tetap terbagi pada isu tentang implikasi menambahkan persyaratan Vegan untuk diet binaragawan yang sudah sulit, dan mengingatkan bahwa tiap diet ekstrim dilakukan dengan penelitian yang dalam.

"Apakah mungkin untuk menjadi binaragawan yang baik dan menjadi Vegan? Ya,"kata Jose Antonio, kepala eksekutif dari International Society of Sports Nutrition. "Tapi apakah itu yang ideal? Tidak."

Binaragawan Vegan mungkin menghadapi tantangan mendapatkan asam amino yang cukup, yang ditemukan dalam daging, Antonio mengatakan, bahwa meskipun protein bisa ditemukan dalam sayuran dan kacang-kacangan, mereka harus dikonsumsi dalam jumlah yang lebih besar untuk para binaragawan tersebut. "Jumlah beras dan kacang-kacangan yang Anda butuhkan untuk makan akan mengisi sebuah restoran Meksiko," katanya.

Ahli gizi dan binaragawan lain berpendapat bahwa dengan pola makan Vegan yang disiplin, yang terdiri dari hal-hal seperti biji rami berbasis suplemen protein, selai kacang, kacang-kacangan, dan sayuran dapat menghasilkan yang sama (dengan protein dari daging, ed BD), jika tidak lebih baik, hasil daripada diet dengan daging atau susu penuh. Dengan dimonitor secara baik, Vegan bisa mendapatkan jumlah protein yang sama dengan lemak atau racun yang jauh lebih sedikit, pendapat mereka.

Untuk camilan sore hari, kadang-kadang Sitko makan 10 pisang. Lihat video Sitko sedang memasak DI SINI

Kebutuhan yang khusus, saran binaragawan Vegan-friendly membantu menciptakan karir Robert Cheeke (31 tahun) yang berasal dari Corvallis, Oregon. Dia memberikan ceramah motivasi, menjual kaos dan tas olahraga bertema Vegan, menulis buku seputar binaraga Vegan yang membahas bagaimana ia yang ketika remaja mempunyai berat badan 54 kg menjadi 88 kg.

“Hari-hari itu, yang artinya adalah mengonsumsi selusin tahu dalam sehari, enam buah Clif Bar, kacang goreng, apapun yang saya makan adalah kalori,” katanya. “Hal tersebut berhasil, tapi ternyata tidak sanggup bagi perut saya. Dan itu menjadi tidak menyehatkan.”

Cheeke menjelaskan bahwa ia sekarang fokus pada makanan berbasis tanaman, termasuk kangkung, bayam, dan kacang-kacangan, di mana sebagian besar ditanam sendiri di kebunnya.

Di tahun 2003, Cheeke membuat Veganbuilding.com. Sebuah website forum resep Vegan (“Hemp-Fu Pudding”), training kekuatan (“Barbell vs Dumbbell? Pain?”) dan forum nge-date bagi para Vegan (tertutup bagi yang bukan anggota).

Keneth G. Williams, binaragawan berumur 44 tahun asal Oakland, California, adalah seorang Vegan yang dianggap sebagai binaragawan tradisional dan memenangi kompetisi. Namun awalnya mendapatkan stigma.

“Teman-teman saya di gym bilang bahwa saya tidak waras,” kata Williams. “Saya mempunyai fisik yang baik dan mereka berkata ‘Kamu akan menjadi kurus, sakit, lemah, dan meninggal dunia.’ Hal itu sangat tidak membesarkan hati.”

Pada tahun 2003 Williams menjadi Vegan. Dan di tahun 2004 dia memenangi kompetisi pertamanya.

"Ketika mereka mengumumkan saya sebagai pemenangnya, orang-orang sangat senang," kata Williams. "Tapi setelah yang mengumumkan tersebut menyebutkan bahwa saya seorang vegan, yang bertepuk tangan langsung berhenti dan menjadi begitu tenang di auditorium itu. Tepat di atas panggung, saya tersadar: tidak ada yang tahu tentang hal ini (binaragawan yang Vegan, ed BD)".

Sekarang Williams menjalani raw Vegan, dia tidak pernah memanaskan makanannya diatas 112 derajat Fahrenheit (sekitar 44,4 derajat Celcius, ed BD).

“I’m no longer an athlete,” he said. “I’m a warrior now. There’s a big difference. The athletes are just out to get paid. Warriors stand for something.”


Diterjemahkan dari New York Times





Kenneth G. Williams





Lisa Koehn


betterday zine | januari 2012 | betterdayzine.blogspot.com
el-vegano.blogspot.com

 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template