Senin, 02 Januari 2012

Bahaya Merokok Sering Disepelekan


Sebagian besar masyarakat sudah mengetahui bahaya merokok, tapi tetap saja dilakukan. Peringatan "Merokok Dapat menyebabkan Serangan Jantung, Impotensi, dan Gangguan Kehamilan dan Janin" pun seakan-akan hanya menjadi jargon kosong yang tanpa makna. Mengapa? Sederhana: ketidakmauan untuk sadar dan ketidakpedulian.

Sebuah informasi dari Kompas.com menjelaskan bahwa para peneliti dari NHS Smokefree dalam riset terbarunya mengungkapkan, sebanyak 53 persen perokok cenderung meremehkan risiko kematian disebabkan oleh penyakit yang dipicu akibat kebiasaan merokok. Bahkan, sebanyak 58 persen perokok juga cenderung meremehkan risiko kematian dini yang disebabkan karena rokok. "Dan, sekali lagi, 8 persen dari mereka yang disurvei tidak menyadari, bahwa merokok dapat berdampak serius pada kesehatan atau menyebabkan kematian dini," kata peneliti NHS. Tidak hanya itu. Temuan tersebut juga menunjukkan ketidak pedulian perokok terkait banyaknya uang yang mereka habiskan hanya untuk membeli sebungkus rokok.

Di Indonesia, menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 dan 2010, terjadi kecenderungan peningkatan umur mulai merokok pada usia lebih muda. Data Riskesdas 2010 menunjukkan, umur pertama kali merokok pada usia 5-9 tahun sebesar 1,7 persen, usia 10-14 tahun sebesar 17,5 persen, usia 15-19 tahun sebesar 43 persen, usia 20-24 tahun sbesar 14,6 persen, 35-29 tahun sebesar 4,3 persen dan usia 30 tahun ke atas sebesar 3,9 persen.

Ternyata ketidakpedulian memang menjadi salah satu faktor yang membuat orang ogah-ogahan untuk berhenti merokok. Kelakuan yang menyepelekan ini menjadi tantangan tersendiri dari berbagai macam pihak yang dalam usaha menekan jumlah konsumen rokok.

Efek dari merokok sifatnta memang jangka panjang. Namun berhenti sedini mungkin adalah pilihan terbaik. Dan bagi yang belum pernah mencobanya, memilih untuk tidak mencoba sama sekali adalah pilihan pintar dan bijak. Untuk mengetahui dampak buruknya (bahkan bisa dibilang tidak ada dampak baiknya bagi tubuh) tidak perlu dengan mencobanya, bisa dengan mendapatkan informasi tentang rokok dari internet, buku, dan dari pengalaman sehari-hari terhadap para perokok di sekitar kita.

Dan ketika memilih tetap merokok dan menyepelekan segala akibatnya, tentunya HARUS konsekuen, jangan menjadi cengeng atau mengeluh di kemudian hari ketika perokok tersebut akhirnya terkena penyakit kronis. Tiap pilihan selalu satu paket dengan resikonya. Simpel. (El Vegano)

Referensi: Kompas.com

betterday zine | januari 2012 | betterdayzine.blogspot.com
el-vegano.blogspot.com

 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template