Senin, 05 Desember 2011

Sepenggal Cerita Dave Haze ‘xTYRANTx’

Dave Haze; tato 'hardcore' di jari tangan-tangannya, bermain banjo, bersama kedua anaknya, dan tato full di lengannya.


Ia adalah seorang ayah asal Detroit yang tidak konvensional yang juga merupakan seniman tato, dan sekaligus vokalis dari band (xTYRANTx, red BD) – dan benar-benar mencintai kedua anaknya.

Sulit untuk mengalihkan pandangan kita dari Dave Haze. Mukanya yang dingin, ekspresi yang tanpa ampun. Apakah karena tato angka tebal di bawah tatapan kerasnya yang membuat kamu aware pertama kali, atau jenggot tebalnya, ataukah karena bekas sayatan pisau pada leher besarnya?

“Saya telah belajar untuk mengambilnya seperti butiran garam,” kata Haze dengan tatapannya. Silakan duduk dan bertanya. Dia akan menjawab semuanya. Kecuali apabila dia ada urusan keluarga.

“Saya tidak peduli apabila ini mengganggu,” kata dia lagi, yang tahun ini berumur 34 tahun. “Saya berhak mempunyai tato di muka dan mempunyai anak.”

Tidak diragukan lagi, Haze yang merupakan seniman tato di Eternal Tattoos di Livonia dan sekaligus vokalis xTYRANTx adalah seorang ayah yang penuh kasih sayang terhadap kedua anaknya yang lucu. Dan dia memperkirakan 80 persen dari badannya sudah bertato.

Menyesal? NOL! Seriously, kata ‘menyesal’ tidak ada dalam kamusnya.

“Saya adalah tipe orang seperti ini: Walaupun kamu benar, saya akan tetap berdebat dengan kamu,” seringai Haze. “Saya terlahir alami untuk menentang apapun.”

“Saya menganggap diri saya seekor singa,” seperti yang ia katakana, “Dan dunia adalah mangsaku.”

Dan Haze adalah seperti binatang buas yang sulit untuk dikandangkan. Tato di badannya menceritakan banyak cerita mengenai dirinya, kembali ke masa mudanya. Lihat tato “X” tebal di pipi kanannya dan di bagian belakang tangan kanannya.

Sebuah simbol Straightedge – yang berarti dia tidak mengonsumsi alkohol, rokok, ataupun narkoba. Haze menemukan prinsip hidup tersebut pada usia 12 tahun: saudara temannya yang berkecimpung di scene hardcore mengenalkannya, melalui MINOR THREAT dan SLAPSHOT. Dan pesan tersebut (Straightedge, red BD) langsung menggema.

"Kamu tidak memberontak jika kamu melakukan hal yang sama orang tua Anda lakukan," adalah alasan Haze. Sampai hari ini, dia bilang dia TIDAK PERNAH menyentuh salah satu dari barang-barang itu. "Aku ingin menjadi pemberontak pada level yang berbeda."

Tato pertamanya adalah logo baseball 'konyol' ala band hardcore yang tipikal. Haze dan temannya, berumur 14 tahun, “Mencuri-curi alat tato tua, yang ternyata tidak bekerja dengan baik,” katanya sambil tertawa.

Tapi cemoohan datang dengan mudahnya. Tumbuh sebagai anak dengan kelas menengah di daerah Macomb dan Oakland, sifat ‘keinginan yang kuat’ mengalir di pembuluh darahnya. “Tidak ada makan malam keluarga yang tanpa pertengkaran,” adalah sindiran yang sering terlontar. Di sekolah, Haze adalah trouble. Dia di-drop out pada kelas 10.

Tato segera menjadi fokus bagi finansialnya. Pekerjaan bidang konstruksinya ikut membantu. Tapi ada sumber lain. Pisau dan Molotov di atas bahunya adalah petunjuknya.

“Pada satu titik, saya adalah berandalan,” kata Haze. “Saya merampok orang untuk uangnya.” Dia beruntung karena dengan tidak pernahnya mabuk bisa menghindarkan dari pihak berwajib. Dan kakeknya, yang mengajarinya memancing dan bermain bilyard, adalah pengaruh yang kuat baginya.

“Alasan saya tidak mati atau berada di dalam penjara,” kata Haze, “adalah karena dia.”

Pada akhirnya, terjadi dua perubahan besar, yang digambarkan dengan tato kapal besar di lengan kiri bagian bawah. Pacar Haze (saat itu, red BD) hamil ketika usia mereka berdua 25 tahun. Dan mereka mempunyai anak keduanya beberapa tahun kemudian.

“Ada bagian di dalam diriku yang tidak menginginkan anak,” ia mengakui. “Tapi sekarang aku memilikinya, saya serius dengan ini. Ini salah satu hal di mana kamu hanya bisa melakukannya sekali.”

“Tidak ada ‘second chance’.”

Hal ini membuat dia, menurut istilah yang dia buat, seorang ayah yang ‘over-involved’. “Saya tahu apa yang ia lakukan setiap waktu. Dan saya mencari hal-hal yang bisa kami lakukan bersama-sama.

Apakah itu off-road, bermain melempar bola atau sekadar nongkrong di PJ’s. Apapun yang ia sedang kerjakan – memasang tenda atau bermain dengan Jeepnya – anak-anak selalu ada di situ. Haze bahkan membuatkan skateboard ramp yang manis di halaman belakang rumah ibu mereka. Pasangan tersebut sudah berpisah, tapi mereka bisa membagi waktu untuk bersama anak-anak mereka dengan baik, tanpa melibatkan pengadilan.

Sekarang-sekarang ini, ‘senjata’ pilihan Haze adalah sebuah tattoo gun. Setelah 3 tahun berjalan, ia sekarang bekerja di Eternal hingga 60 sampai 80 jam seminggu.

“Rata-rata klien kami sangat tinggi, bahkan di musim yang rendah,” katanya. “Saya memberikan energi 110 persen. Saya ingin orang merasa nyaman, dan bahagia dengan dirinya.”

Dan pada bagian kepalan tangannya ikrar kesetiannya kepada cinta pertamanya: HARDCORE yang ditato di sepanjang jarinya. Hingga sekarang selama enam tahun ini, xTYRANTx telah menyuarakan pesan-pesan ‘Straightedge’ dan ‘American Pride’. Haze mencatat jadwal show reguler mereka di kotanya, plus jadwal turnya.

“Ini adalah hobi yang mulia,” katanya. Namun raungan vokalnya di atas panggung memungkiri cinta lainnya: negara yang cacat hukum. Yeah, Haze pun bisa merintih.

So, apakah ia takut dengan masa depan anak-anaknya? “Saya mempunyai anak-anak yang baik,” dia tertawa. Tapi seperti kata neneknya, “Anak-anak itu seperti dadu. Apapun yang kamu lemparkan itulah yang kamu dapatkan.”

“Tidak ada buku tentang itu,” jelas Haze. “Pasang tali sepatumu dan bersiap-siaplah.”

Dan dia telah siap.

"Sebelumnya, saya benar-benar hidup dengan penutup mata. Anak-anak saya telah mengajarkan saya bahwa hidup itu pendek, jadi kamu lebih baik menikmatinya sekarang ".



Profil Dave Haze
Gigs: Tattoo artist, xTYRANTx
Age: 33
Hometown: Livonia, MI
Kids: Michael 7, Gabriel 4
Dad declaration: There’s an easy road and a hard road. You have to choose.
Local family fun: Sledding “Dead Man’s Hill” at Hines Park in Westland
Hobbies: Camping, Jeep off-roading, sailing, barbecuing, banjo
Mentors: My grandfather, Aaron Rudy and Jay Wheeler (Eternal Tattoos artists)
Musicians: Waylon Jennings
Food: Ribs
Drink: Espresso
Tattoo: All of them


Diterjemahkan dari www.straightedgeworldwide.com
Dimuat di Betterday #26


 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template