Senin, 26 Desember 2011

Sellout Muka Tebal



Isu ‘sellout’ (atau bisa juga ditulis ‘sell out’) sering diangkat di Betterday zine sebagai sebuah wacana yang cukup kontroversial. Artinya bahwa wacana sellout ini ternyata cukup memancing sedikit polemik di antara beberapa hc kids ataupun kadangkala pembaca dari kalangan awam.

Menjadi masalahkah? Tentu tidak. Ini malah akan membuat pembaca, khususnya hc kids, menjadi lebih peka dan kritis, tanpa sebuah sikap yang arogan.

Arti kata ‘sellout’ secara harafiah adalah ‘penghkianatan’. Dalam konteks ini (bisa Straightedge ataupun Vegan/Vegetarian, ataupun prinsip hidup yang lain), dimaksudkan sebagai sebuah sikap ‘melintir’ dari apa yang pernah dianut dan diteriakkan sebelumnya. Seseorang yang sellout dari Straightedge (sebut saja 'sellout Straightedger') melepaskan apa yang ia percayai dengan kembali atau memulai mengkonsumsi rokok, alkohol, ataupun narkoba. Orang yang sellout dari Vegan/Vegetarian (sebut saja sellout Vegan/Vegetarian) melepaskan apa yang ia anut dan percayai dengan kembali mengonsumi daging (untuk Vegetarian), dan kembali mengonsumsi telur, susu, daging, dan produk turunannya (untuk Vegan).

Namun dalam sejarah perjalanan hardcore, istilah sellout lebih menggaung dalam konteks Straightedge.

Scene hardcore (baik di dalam maupun luar negeri) sekarang ini semakin kritis dalam menanggapi sikap sellout dari seseorang. Ketika seseorang (bahkan seorang teman sekalipun) memilih untuk gagal dalam menmpertahankan apa yang ia percayai sebelumnya (bahkan seriong ia koar-koarkan), sudah menjadi suatu hal yang WAJAR apabila ia mendapat kritikan, baik yang ringan maupun yang pedas sekalipun. Ini hanya wujud peduli saja.

Sebuah hal yang manusiawi ketika seseorang mengalami perubahan. Dan itu memang merupakan hak tiap individu untuk membuat keputusan untuk memilih menjadi apapun. Ada beberapa orang mengistilahkan ini dengan kata ‘bebas’. Bebas saja memilih untuk melakukan apapun. Namun bebas yang seperti apa? Apakah ada kebebasan yang hakiki? Toh nyatanya orang-orang jenis itu masih saja memakai helm ketika mengendarai motor di jalan, mempunyai KTP, SIM, berhenti ketika traffic light menunjukkan lampu merah, sekolah, kuliah, bayar pajak, bla bla bla.. Intinya tidak bebas secara mutlak. Ya kan? Tiap kebebasan akan membawa suatu akibat. Tidak ada kebebasan tanpa membawa resiko atau dampak di belakang tiap pilihan ‘bebas’nya. Bahkan ketika kamu bebas menghirup oksigen saja masih ada resiko terkena virus, kuman, atau bakteri. Jadi konsep ‘bebas’ itu menjadi rancu ketika dipakai sebagai sebuah alasan seseorang untuk gagal (sellout) dalam mempertahankan konsep hidup yang pernah ia percayai dan jalani. Lebih tepat orang seperti itu kebingungan mencari alasan dan menjustifikasi diri dengan berkilah pada konsep ‘bebas’ dengan batasan yang mereka bikin sendiri tanpa mau menerima kritikan.

Demikian pula resiko dari pengambilan sikap yang menurut mereka ‘bebas’ itu pun akan berakibat munculnya kritikan-kritikan dari orang-orang di scene, baik dari para Straightegders maupun non-Straightedge, bahkan dari teman-teman dari kalangan awam (non-hardcore/punk). Kritikan tersebut adalah sebuah resiko atau akibat logis yang muncul ketika seseorang memilih sellout. Ini berarti scene tersebut 'HIDUP'. Toh kritikan tersebut bukan berarti akhir dari sebuah pertemanan. Karena teman yang baik akan selalu memberi masukan dan kritikan jujur. Bukan backstabber.

Namun di sisi lain ada orang-orang yang sellout tapi tidak tahu malu. Ketika sebuah komitmen diri digagalkan sendiri, SEHARUSNYA si pelaku sellout itu mempunyai RASA MALU YANG BESAR. Karena memang itulah seharusnya perasaan yang muncul dari dalam diri orang karena merasa gagal mempertahankan komitmen diri yang dibuat sebelumnya secara SADAR. dan bahkan DIKOAR-KOARKAN. Dan ketika setelah ia memilih gagal kemudian malah mencibir para Straightedgers (atau Vegan/Vegetarian) yang masih dengan gagah mempertahankan apa yang dipercayai, bukankah itu membuat para sellouts itu tampak seperti orang EDIOT?!

Kegagalan yang dipilih adalah sebuah jawaban besar. Jadi jalani saja hidup dengan penuh kewaspadaan. Dan berusaha untuk tidak menjadi pecundang lagi di kemudian hari. Karena seharusnya ia berusaha menjadi lebih baik daripada sekadar Sellout Muka Tebal. (El Vegano)

Dimuat di Betterday #23

betterday zine | desember 2011 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template