Kamis, 01 Desember 2011

Ketika Hardcore Dimaknai sebagai Movement


Movement. Apakah itu?

Diartikan dalam bahasa Indonesia, movement berarti pergerakan. Secara harafiah, pergerakan berasal dari kata ‘gerak’ yang berarti sebuah perpindahan, perubahan kedudukan/posisi. Sedangkan kata ‘pergerakan’ berarti sebuah keadaan bergerak, dan perjuangan (untuk sebagian besar dalah untuk kebaikan).

Dalam konteks ini, sebuah pergerakan mengacu pada upaya yang diperjuangkan untuk mempertahankan atau mencapai tujuan tertentu dalam usaha untuk mendapatkan atau meraih hal-hal yang baik. Kita bisa melihat banyak bentuk pergerakan. Masing-masing mempunyai agendanya sendiri untuk memperjuangkan kebaikan, walaupun kadangkala bersifat subyektif.

Mulai dari pergerakan di ranah politik praktis tingkat elit, pergerakan sosial-politik praktis di jalanan, pergerakan kaum militan agama atau ideologi (komunis, nasionalis, dll), pergerakan animal rights oleh ALF, dan masih banyak lagi. Masing-masing pergerakan biasanya (tidak harus) mempunyai sebuah lembaga/institusi/kelompok dengan tujuan mengkoordinasikan agenda yang telah dibuat untuk kemudian diaplikasikan dalam bentuk perjuangan nyatanya.

Bagaimana dengan anggapan bahwa hardcore adalah juga sebuah movement atau pergerakan?

Hardcore satu tahun belakangan ini mengalami perkembangan yang bisa dibilang pada tingkat ‘booming’. Bagaimana tidak, hal ini bisa dilihat dari beberapa indikasinya, seperti menjamurnya band-band hardcore di banyak kota mulai dari kota besar hingga kota-kota kecil, semakin sering dan banyaknya gigs yang dibuat (bahkan hampir tiap minggu), semakin banyaknya tongkrongan-tongkrongan (kolektif) bahkan di dalam satu kota, hingga semakin banyaknya muncul record label independen dan clothing company independen seputar hardcore.

Pertanda baikkah itu? Bisa iya bisa tidak. Hehe! Iya, ketika itu berarti bahwa ternyata hardcore tidak mati dan akan lebih mudah untuk beregenerasi. Namun bisa juga tidak, ketika kita lihat bahwa ternyata dengan menjamurnya hardcore kemungkinan besar tentunya (secara bersamaan) akan memunculkan para posers, persis seperti yang terjadi dalam scene punk beberapa tahun lalu. Dan sayangnya jawaban dari keadaan yang kedua tersebut (menjamurnya hardcore sebagai pertanda tidak baik, red) hanyalah satu, yaitu WAKTU. Ya, hanya waktu yang membuktikan manakah yang benar-benar menyukai hardcore dan manakah yang hanya tampil numpang eksis sementara waktu saja. Hehe!

Dengan menjamurnya hardcore, kita jadi lebih mudah melihat orang-orang dengan aksesoris seputar hardcore, terutama dari sisi fashion-nya, seperti ketika seseorang mengenakan kaos band hardcore, jam tangan Straightedge, sepatu-sepatu dengan merk tertentu yang sering dipakai oleh beberapa band hardcore luar, bandana, dan masih banyak lagi. Dan dengan kembali booming-nya hardcore, banyak pula kita jumpai beberapa pemikiran yang mungkin beberapa tahun lalu sedikit kurang ‘kenceng’, seperti mulai dari isu Straightedge, Veganisme/Vegetarianisme, perdebatan beberapa genre musik yang ber-roots dari hardcore/punk, hingga pemaknaan-pemaknaan ulang beberapa ‘isme’ yang ada di scene hardcore (seperti Straightedge, Vegan, hingga pemaknaan dasar mengenai hardcore sebagai sebuah movement atau pergerakan) oleh masing-masing individu pendukung scene tersebut. Dan hal terakhir inilah (pemaknaan beberapa pengertian dalam hardcore, red) yang akhir-akhir ini sering dilihat dalam bentuk pernyataan-pernyataan baik di dalam obrolan santai, status jejaring sosial, hingga pernyataan yang diteriakkan oleh vokalis band hardcore yang sedang manggung.

Beberapa bulan terakhir cukup sering didengar dan dilihat (terutama dari status-status Facebook, hehe!) dari beberapa orang tentang hardcore yang dimaknai sebagai sebuah movement. Bahkan tidak jarang banyak hc kids yang masih tergolong muda secara umur (dan mungkin secara kontribusi di scene, BUKAN SENIORITAS) mengetik status seputar isu tersebut, seperti; “hardcore is a movement”, “hardcore tidak hanya musik, tapi juga pergerakan”, dan sejenisnya. Mungkin hal ini yang menggelitik untuk ditulisnya esai ini. Hihi!

Salahkah mereka? Mmmhh, ini sangat subyektif. Lagipula sebenarnya beropini di FB, Twitter, atau di jejaring sosial manapun adalah hak tiap individu. Namun tentunya resiko untuk mendapat comment pun harus dipahami sebagai sebuah hal yang lumrah.

Kembali ke permasalahan, hardcore sebagai sebuah movement. Apakah batasan ini? Memang agak susah. Karena memang benar, tentunya bagi yang sudah memahami dan merasakan bagaimana scene hardcore akan berangapan sama, bahwa hardcore tidak sekadar musik melulu. Namun apakah benar dalam waktu yang bersamaan bahwa hardcore adalah sebuah movement?

Ketika dihubungkan dengan konteks ‘perjuangan untuk meraih hal-hal yang baik secara terencana’, tentunya akan susah mengkategorisasikan bahwa hardcore adalah sebuah movement. Karena akan sedikit blur untuk dipahami sebagai ‘apa yang diperjuangkan’, minimal dalam lingkup scene hardore. Bahkan ada pertanyaan menggelitik dari sebuah isu baru seputar ini, yaitu adanya sebuah band hardcore yang sudah cukup tenar di scene sekarang ini rela main di acara tertentu yang bintang tamu utamanya adalah sebuah boysband. Dan bahwa sang vokalis band hc tersebut berdalih bahwa apa yang ia dan bandnya lakukan adalah sebuah movement dengan tujuan ingin menawarkan (menunjukkan) kepada audiens awam (mainstream, mungkin bagi para penggemar boyband tersebut) bahwa musik tidak hanya seperti boyband-boyband itu saja, dan ada musik lain yang juga keren, dalam hal ini adalah hardcore. Apakah pergerakan di dalam hardcore hanya sebatas ingin menunjukkan kepada ranah mainstream bahwa ada musik yang tidak kalah dengan musik-musik mainstream saja? Sepertinya kalau hanya sebatas aliran musik (genre), sepertinya tidak perlu sebegitunya untuk sekadar menunjukkan ke muka umum. Karena akhirnya jangan-jangan band tersebut ketika diberi tawaran untuk teken kontrak dengan major label akan diambil juga tanpa pikir panjang. Bukan berarti anti-major label, tapi tidakkah alasan 'movement' yang ternyata sekadar memberitahu publik bahwa ada musik cadas selain musik-musik yang ada di tv nasional itu terasa aneh? Hehe! Dan apakah pergerakan hanya untuk memuluskan karir ben-benan saja?

Agak ruwet memang. Namun kalau kita maknai secara lebih simpel dan fokus, adalah bahwa pergerakan di dalam hardcore adalah segala pergerakan yang jujur (tanpa konspirasi tertentu) untuk mempertahankan scene hardcore lokal (masing-masing daerah) agar tetap hidup, menyenangkan, terbuka, dan toleran. Bukankah ini terasa lebih fresh dan memberi ide-ide kreatif mengenai agenda apa saja yang bisa dilakukan masing-masing band (dan semua hc kids tentunya) dengan jujur dan menghargai yang lain, selain tentunya juga menghargai diri sendiri akan apa yang dikerjakan secara jujur tersebut. Salah satu contoh adalah ketika sebuah kolektif membuat gig tahunan (berkala) untuk sekadar berbagi kesempatan bagi band-band hardcore untuk tampil dan tentunya gig itu digunakan sebagai sebuah wadah untuk saling bertemunya para hc kids dari banyak kolektif (tongkrongan), bahkan dari berbagai kota yang berbeda. Atau ketika para pembuat zine bisa bertukar informasi dengan siapa saja melalui tulisan-tulisannya di zine, membagikan atau menjualnya dengan harga murah untuk sekadar berbagai informasi dan ide-ide tertentu sampai akhirnya terjalin komunikasi baik antara editor dengan pembaca, kontributor dengan editor/pembaca, maupun antara yang mendapatkan zine tertentu untuk kemudian difotokopi ulang dan dibagikan/dijual lagi sampai akhirnya terjadi proses komunikasi berantai yang luas, dan akhirnya berhubungan (bahkan bertemu langsung) dengan banyak orang atau bahkan hingga berteman. Bukankah itu semua menyenangkan? Atau ketika FNB mengadakan aksi-aksi tertentu, hingga pameran-pameran yang berhubungan dengan scene hardcore seperti pameran zine, hingga kegiatan pemutaran film dan forum diskusi santai, dan masih banyak kegiatan lainnya yang bermanfaat.

Mermaknai hardcore sebagai sebuah pergerakan atau movement tentunya bukan untuk memuluskan ‘karir’ bandnya, terutama menggunakan scene hanya untuk stepping stone, ataupun demi ketenaran pribadi (kalau cuma untuk itu, namanya bukan movement, tapi strategi marketing, haha!). Semua hal yang dilakukan atau diupayakan oleh siapapun di scene untuk kemajuan scene tentunya bisa dimaknai sebuah pergerakan dalam konteks sempit dan sederhana. Dan ketika kamu benar-benar nyemplung di scene hardcore dan mendapatkan banyak hal baik yang bisa dijadikan sebagai referensi bagimu untuk berbuat lebih baik di kehidupan ranah mainstream dalam usaha memperjuangkan kepentingan orang banyak, ini pun dimaknai sebagai sebuah movement yang berakar dari hardcore. Di sinilah terlihat bahwa dengan hardcore kamu bisa bermanfaat bagi orang lain. Dan akhirnya kamu bisa memaknai hardcore sebagai sebuah movement menurut standarmu sendiri dengan tujuan menjaga scene tetap hidup dan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang banyak dalam meraih kebaikan di ranah manapun. (El Vegano)

betterday zine | desember 2011 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template