Jumat, 09 Desember 2011

Interview with GRIEVANCE



Band hardcore yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi di sebagian besar kuping para hardcore kids tanah air. Hell yeahh, they’re GRIEVANCE!! Sebuah band toughguy hardcore asal Jakarta Utara dengan jam terbang yang cukup tinggi di scene hardcore Jakarta dan sekitarnya, maupun di berbagai kota di Indonesia. Mereka baru saja merilis mini album bertajuk “Hail To Justice”. Langsung saja check this out untuk mengetahui lebih banyak tentang mereka!

Hey temen-temen GRIEVANCE!! Apa kabar? Minta waktunya dikit boleh ya, buat ngobrol-ngobrol. Hahayy! :)
GRIEVANCE: Boleeh bgt! Kita juga senang bisa sharing bareng di Betterday.

Sebelum ngalor-ngidul ke mana-mana, tolong perkenalkan masing-masing personel GRIEVANCE, posisinya di band, serta kesibukan sehari-hari. Kalau mau kasih nomer hp juga nggapapa. Siapa tau fans di luar sana pengen kontakan. Hehehe!
Shawqi: Megang microphone, isi vokal di recording dan hura-hura di panggung. Kesibukan biasa sekarang lagi sibuk berwirausaha, ngurus band, bersosialisasi, sama ngajak jalan anjing gw.
Ray: Gw Ray main Gitar, ngeledekin ama bajak hp personil lain, hehe! Kesibukan kerja, jalanin band, udah itu doang sih.
Iman: Guitars, MedDoctor, International SOS Jakarta, Hustling and travelling, iPhoneography, HC tees collector, WIZsyndicate, follow twitter gue @RampageMD and @WIZsyndicate, dan check media gue di www.wizsyndicate.blogspot.com, www.rampagemd.tumblr.com, dan www.wizsyndicatemedia.tumblr.com
Ixan: Drums. Sibuk berkeluarga dan ngurus anak pertama gw sekarang.
Dhika: Gw dhika main bass, sekarang sibuk tugas akhir sambil kerja freelance aja,

Bisa diceritakan sedikit seputar sejarah lahirnya GRIEVANCE hingga saat ini?
GRIEVANCE: Sekitaran awal tahun 2006 (Shaw, vokal) iseng mau ngejam-ngejam di studio bawain lagu-lagu berisik berbagai genre yang penting berisik cepet dan rada nge-groove, singkat cerita akhirnya kekumpul bberapa orang nih sampe bisa kebentuk formasi solid kaya sekarang. Standard aja seperti kebanyakan band secara garis besarnya. Ga terlalu banyak yang istimewa, intinya kita melewati banyak proses yang wajib disyukuri hari ini.

GRIEVANCE termasuk band yang sudah cukup lama malang-melintang di scene hardcore. Tapi baru kai ini akan merilis album perdana. Bisa diceritain sedikit?
Shaw: Iyah nih, karena awalnya emang iseng banget ga ada niat dan target apa-apa, kita cuma senang bermusik di GRIEVANCE, main dari gigs ke gigs, akhirnya baru sekarang bakalan rilis. Itu juga sebenernya materi yang udah ada dari lama sekitar 2-3 tahun lalu, sampe kita bosen denger dan maininnya akhirnya kepikiran buat diabadikan dalam bentuk CD aja dulu, buat selanjutnya kita lebih bersiap sih, dari sekarang udah mulai dikerjain. (Majuuu jalaaaan! Hehe! Red)
Ray: Yup, materi-materi buat full length ke depan nanti juga lagi dikumpulin, Insya Allah tahun depan udah keluar album-nya. Amin.. Hehe!
Ikhsan: Yes,kita sekarang lebih fokus buat ke rilisan selanjutnya karena udah ditarget buat tahun depan. Mudah-mudahanan tercapai.

Mini album kalian “Hail to Justice” berisi berapa lagu dan lirik-liriknya seputar apa aja?
Shaw: Sebenernya ini rada bingung mengkategorikannya bisa disebut apa yah, ada 6 track dan berdurasi 13 menit semua kita geber di situ maksimal, dan bakal dirilis ga banyak cuma 500 copy. Liriknya ada yg tentang isu-isu sosialpolitik di track "Hail to Justice" dan “Rights”,sampe ke persaudaraan sesama di"Brothers in Arms" dan"North City", serta motivasi diri di lagu “Every Man For Himself”. Semua berlirik (bahasa, Red) Inggris, karena gw baru mulai nulis perdana bahasa Indonesia di materi buat full album nanti, ada di single "Dedikasi" salah satunya.

Bagaimana kerjasama kalian dengan pihak record label?
Shaw: Hmmm ga terlalu serius banget sih, kita juga dapet banyak bantuan dari luar label, karena dari awal kita ga nyari label untuk rilisan pertama ini, semua kita urus barengan satu band aja. Ibaratnya hanya album "permisi" buat ke publik. Label punya temen juga (Firstnotes Records), dan membantu seputaran kebutuhan promo sama merchandise. Kita juga kerjasama sama beberapa distributor buat penyebaran CD seadanya itu nanti.
Ikhsan: Kita ditolak sama label-label yang ngerilis band-band acara pagi, akhirnya ngurus sendiri semua.

Ngomongin seputar hardcore nih, apa definisi ‘hardcore’ sendiri menurut masing-masing dari kalian?
Shaw: Menurut gw pribadi sih itu udah berupa pola pikir yah, terlalu sempit kalo cuma didefinisikan sebagai musik. Lebih ke cara gw memandang sesuatu dengan positif dan waras (akal sehat). Gw lebih memilih untuk ga terlalu perduli persepsi orang yang berfikiran hardcore tuh harus seperti ini dan ga boleh begitu, itu bukan hardcore dan ini yang hardcore, bebas aja berekspresi tidak terpatok sama pattern yang ada, masing-masing personal punya implementasi yang beda dari sebuah hal, asal tetap ada roots-nya, semua have fun, tidak merugikan dan tetap saling menghargai.
Ray: Hahaha.. Pertanyaan bagus.. Kalo buat gw, datang ke gigs, dengerin lagunya, amatin liriknya, stage dive, circle pit, sing a long.. Atmosfir dan energi di gigs itu yang terpenting menurut gw.. Semua sih intinya senang-senang bareng, dapet teman-teman baru. Hehehe..
Iman: Hardcore adalah lifestyle, more than just a music, not a drama queen, not even a best way to be coolest than anyone. (Yesss, setuju!!! Red)
Ikhsan: Bukan buat orang yang labil, suka ikut-ikutan aja. Itu isi hati sama isi kepala kita. Hidup itu keras dan tega'an, kita harus lebih kuat kalo mau tetap hidup sampe hari tua nanti.
Dhika: Itu sebuah jati diri.

Hardcore hari ini sudah menjadi lebih populer dibandingkan masa-masa lalu. Seperti banyaknya band-band hardcore main di acara-acara Pensi, acara kampus, atau acara-acara bersponsor besar. Apa pendapat kalian?
Shaw: Populer ada positif ada negatif, roda berputar, point-nya cuma siapa yang stay, siapa yang pergi. Kalo ditanya pendapat gigs sih, gw bebas ajaa, hahaha! Balik ke masing-masing bandnya, kaya yang tadi gw bilang, semua bebas aja berekspresi.
Ray: Yang penting sih niatnya menurut gw, yang mau disampein dari musiknya sendiri itu apa, dan ga ada batesan juga siapa yang harus dengerin musik itu sndiri. Klo misalnya di Pensi ada band hc, trus trnyata anak SMA pada suka., terus mereka searching dan ngegali soal hardcore dan akhirnya memberanikan diri dating ke gigs, atau bahkan aktif di scene, berarti misinya berhasil kan? Asal jangan sampe kesannya tuh kalo achievment tertinggi punya band hc tuh harus main di acara pensi ini atau acara sponsor itu di-endorse oleh brand ini, brand itu, niatnya jadi salah.. Hehehe.. (Sip! Beberapa waktu lalu di Jogja sempet hangat dengan issue ini, hehe! Red)
Iman: We're doin good for that.
Ikhsan: Terserah, kalo alasannya untuk mempertahankan band dan hal-hal yang disukai, sah-sah aja.

Bagaimana dengan kultur D-I-Y (Do-It-Yourself) di dalam hardcore/punk itu sendiri?
Shaw: D.I.Y ini kultur dari hc/punk yang bagus banget aplikasinya buat hidup gw sendiri dan berfungsi dengan baik, sekedar share dari perspektif gw itu kuncinya ada di "Do"-nya itu (melakukan sesuatu) yang baik pastinya. Waktu jalan terus, zaman berubah, ga mungkin kita masih tetap ada di titik yang sama terus-terusan menutup diri atau ngga berkembang, itu idealisme yang sedikit aneh menurut gw. Dan ketika sadar orang-orang udah jauh di depan, sisanya cuma "It Yourself". Left behind.
Ray: Pintar-pintar menyaring dan memahami, soalnya era udah brubah. Penerapannya pun ga akan bisa sama kaya dulu. Intinya gimana kita mempertahankan roots tapi tetep cerdas dan yang paling penting jangan menghakimi.. Hehehe!
Dhika: D-I-Y buat gw pribadi sih lebih ke arah pengembangan diri, lebih ke arah semangatnya sih sebenernya, kaya kalo mau tau lebih bnyak tentang sesuatu ya belajar sendiri, kalo mau maju ya do it yourself, for yourself, dengan pertanggungjawaban ke lingkungan sekitar, syukur-syukur bisa memberi efek positif ke lingkungan sekitar gw.
Ikhsan: Ajaran supaya gak manja.

Sempat ada fenomena pembajakan merchandise di scene dalam negeri kita, contohnya adalah pembajakan kaos oleh segelintir produsen merchandise. Apa pendapat kalian mengenai issue tersebut? Dan apakah merchandise GRIEVANCE pernah dibajak?
Shaw: Hhahahaha, yaa ini nih gw sempet sangat-sangat miris dan prihatin. Bok ya kalo bajak tuh ben-ben acara pagi itu aja toh yang pasarnya ga segmented. Maksudnya kan kalau di dalam negeri sendiri itu kontaknya kan gampang, kalo izin dulu dan ngajak kerjasama baik-baik ga mungkin ga dikasih izin, toh itung-itung bantu promo dan nambah temen. Kalo kita blm pernah tuh. Jangan bajak plis!! (Hahahaaa! Iya.. Iya.. Red)
Ray: Idem... Pokonya jangan sampe deh. Rasanya tuh lebih parah dr diselingkuhin pacar. Hahaha! (Tragis amaat! Hehehe! Red)
Ddhika: Ya gmana yah, tapi kalo gw si misalnya kita dibajak (tapi jangan dibajak ya) semoga ajabisa bantu nambah promo.
Iman: I dont give shit about that.
Ikhsan: Ga habis pikir, mengecewakan.

Mendengar beberapa single demo kalian tentunya para hc kids di luar sana menunggu mini album kalian. Apa yang bisa kalian janjikan di mini album tersebut (secara musikal tentunya)? Saya pikir ini sebuah karya yang a must have! Hehe! (interview ini dilakukan sebelum mini album mereka rilis, Red)
Shaw: A must have pastinya! Karena kita lumayan lama nelor di studio buat materi ini sekitar satu tahun. 6 bulan terbengkalai, 6 bulan dikerjain. Jadii ini wajib di miliki!
Ray: Pokoknya wajib jib jib!! Ga pake alesan.. Takut narsis, hahaha!!
Ikhsan: Harus diwaspadai pastinya!

Bagaimana kabar scene hardcore di Jakarta Utara? Band-band baru apa saja yang kalian rekomendasikan untuk didengar/dilihat?
Shaw: Kayanya ga adil kalo rekomen cuma buat Jak-Ut, favorit gw se-Indonesia yg gw tau berbahaya aja yaa.. Ada xBRAVEHEARTx yang bentar lagi rilis juga, ada A THOUSAND PUNCHES, MODERN GUNS YANG baru beres rekaman, SECRET WEAPON dari pontianak yang juga lagi siap-siap recording, SHARKBITE dari Malang yang personilnya muda dan berbahaya, FINAL ATTACK yang ga bosen-bosen rekaman kabarnya mau split sama LOOSERZ, THINKING STRAIGHT, ENEMY OF JUDAS, SERIGALA MALAM, BAKUHANTAM, REASON TO DIE, SOULARE, OUTRIGHT, DEATH OLYMPIA juga waktu dekat bakal rilis, dari Jakarta Utara BESTIALITY dan TIGERBLOCK. Punkrock juga yaa waspadai S.A.T.C.F, BEATRIX, FAILING FORWARD, REJECTED KIDS. (Nah loh, kumplit banget tuhh!! Buat para pembaca Betterday, dapet banyak info sekaligus! Hehehe! Sippp!! Red)
Ray: Jakarta Utara makin berkembang juga scene-nya, makin banyak yang bikin acara, banyak band muda. Pokoknya beda banget ama pas tahun-tahun 2005-2007 di mana gigs lagi sepi-sepinya, kalo mau nonton gigs harus ke Selatan, hahaha! (Nice to hear that, bro.. Red)

Siapa saja influence masing-masing kalian dalam bermusik? Dan siapa influence GRIEVANCE sendiri?
Shaw: Favorit gw Freddy Cricien, David Wood, 2pac, Chris Linkovich, Immortal Technique, Slug, Method man, Prof. Griff, Big L, Mike D.
Ray: Banyak bgt!! Hahaha.. Musikal dan filosofikal, TERROR, MADBALL, DTN, CRUEL HAND, CHAMPION, JUDGE, IN MY EYES, HAVE HEART, TRAPPED UNDER ICE, LIONHEART.
Dhika: kalo personal gw sih lebih sering dengerin punkrock-punkrcok-an kaya NO USE FOR A NAME, HI STANDARD, dll. Gw juga suka STRETCH ARMSTRONG, YOUTH OF TODAY, H20. Jadi kalo di GRIEVANCE ya disesuaikan aja, hehe!
Iman: BAD BRAINS, CRO-MAGS, LEEWAY, MADBALL.
Ikhsan: TERROR, PAY NO RESPECT, DEEZ NUTS, PARKWAY DRIVEM DOWN TO NOTHING.

Apa pendapat kalian mengenai keberadaan zine? Dan apa pendapat kalian mengenai Betterday zine?
Shaw: Zine dalam sebuah scene ibarat sayur dengan garam, saling melengkapi, hehe! Betterday Rulesss! (Analoginya masyuuukkk tuhh.. Hahaha! Thanx! Red)
Ray: Media apalagi yang cocok buat musik ini selain zine? Dahsyat gitu? Hahahaha.. Mudah-mudahan makin banyak dan berkembang zine-zine lokal Indonesia ..
Dhika: Zine bantu banget sih supaya scene bisa hidup kalo menurut gw ya..
Iman: Noise braaah!
Ikhsan: Penting!

Last words untuk para pembaca Betterday zine dan hc kids yang menunggu-nunggu album kalian?
Shaw: Tetap berkarya! Kalo ada yang sabar nungguin rilisan perdana kita terimakasih, dan harus tetap siap buat kejutan-kejutan selanjutnyaa!
Ray: Tetap cerdas! Stay true!
Iman: Hell yeaah brahh!
Dhika: Semoga kuliah gw beres tahun ini.
Ikhsan: Semangatt trusss!

Thanx a lot atas waktunya. Sukses terus buat kalian semua dan GRIEVANCE tentunya! Hehe!!
GRIEVANCE: Terimasih juga Betterday semoga tetap ada di sekitar dan membantu band-band lainnya.. :)


GRIEVANCE informations:
Facebook
Reverbnation
Twitter
Tumblr
Bigcartel


(El Vegano)

Dimuat di Betterday #26



betterday zine | desember 2011 | betterdayzine.blogspot.com


 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template