Senin, 12 Desember 2011

Interview dengan MORNING SICK


MORNING SICK, sebuah band oldschool hardcore asal Kendal-Kaliwungu, Jawa Tengah yang beberapa waktu lalu merilis full length album perdananya bertajuk "Tetap Semangat di Jalan Ini". Dengan menetasnya album tersebut membawa jam terbang yang semakin tinggi bagi mereka. Tanpa ba-bi-bu yang terlalu panjang, check this out!


Hai temen-temen MORNING SICK!! Apa kabar? Sebelumnya terimakasih atas waktunya buat ngobrol-ngobrol santai ini. Hehe!

Tsani:
Halo mas Nanu, kabar baik dan tetap semangat pastinya. Hehehe! Terimakasih juga atas waktunya.
Tmon: Alhamdulillah sehat mas!
Adi: Kabar juga baik mas. Hehehe!
Nian: Alhamdulillah sehat.

Tolong perkenalkan masing-masing dari kalian, posisi di band, kesibukannya, hobi, status, dll . Supaya dekat dengan para pembaca.. Hehee!
Tsani:
Saya Tsani, pada vokal. Lagi sibuk menata hidup yang sudah mulai masuk masa usia kompromi. Buakakakak! Hobi desain dan bersepeda.
Tmon: Tmon pada gitar, lagi sibuk ngumpulin duit buat married. Hahaha…
Adi: Saya Adi pada bass. Sibuk bantu bantuin Ibu bikin kue di rumah. Barangkali mas-mas yang di sana ada yang minat kue bikinan Ibu saya. Hahaha! status masih lajang. Hahaha! Hobi futsal, fingerboard, dan mancing. (Weiitsss, sangat berminat. Kalo pesen yang Vegan bisa ga, Di? Hehe! Red)
Nian: Nian Syah, drum. Lagi sibuk menikmati hidup dan memperkaya hati. Hobi menikmati hal yang menyenangkan. Status, tiap hari update. (Hahaa! Masyuukk!! Red)

Bisa diceritakan sejarah berdirinya MORNING SICK? (Boleh dijawab 1 orang aja. Tapi kalo yg lain mau nimbrung, silakan aja. Hehe!)
Tmon:
MORNINGSICK terbentuk sekitar awal tahun 2003. Sebenarnya sebelum bernama MORNINGSICK, band ini sudah terbentuk pada 2002 dengan nama RACIAL CLINIC. MORNINGSICK terbentuk berawal dari saya, Tmon (ex-MOSQUITO), dan Edy (Mr. SARMENTO) yang berniat membuat sebuat band. Pada saat itu kami sangat menyukai band-band oldschool hardcore semacam WARZONE, TURNING POINT, NO INNOCENT VICTIM, dan semacamnya. Kemudian saya dan Edy mulai mencari personil, dan bertemu dengan Ogut (ex-PIRANHA) dan Hadi. Band ini terbentuk dengan formasi awal: Hadi (vokal), Edy (gitar), Ogut (bass), dan Tmon (drum). Setelah beberapa kali main, pada 2003, band ini berganti nama menjadi MORNINGSICK. Saat bersamaan, Hadi (vokal) keluar dari band karena akan kembali ke kota asalnya, Jakarta, dalam waktu yang lama. Kemudian kekosongan posisi vokal diisi oleh Suprex. Akan tetapi Suprex juga tidak bertahan lama, dan keluar dengan alas an pekerjaan. Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Suprex tersebut, Ogut beralih menjadi vokalis yang sebelumnya pada posisi bass. Dan kemudian posisi bass dipercayakan pada Tsani (ex-FREAK, ex-MOSQUITO).
Beberapa waktu kami sempat vakum. Dan ini membuat saya dan Tsani berniat untuk melanjutkan eksistensi MORNINGSICK lagi. Kemudian kami mencari personil baru karena dua personil lama lainnya dirasa sudah tidak cocok dan disibukkan dengan kegiatannya masing-masing. MORNINGSICK eksis kembali tapi dengan formasi baru. Saya yang dulu sebagai dramer, kini beralih pada posisi gitar, Tsani masih tetap pada bass, dan dua personil baru, Zen pada vokal, dan Nian (ex-MUDDY BANKS, ex-BLOOD REBBEL) pada drum.
MORNINGSICK yang baru telah terbentuk, akan tetapi lagu-lagu yang dimainkan masih tetap seperti yang dulu, oldschool hardcore. Setelah beberapa kali main, kami merekrut personil baru yaitu Imron sebagai gitaris untuk memperkuat karakter lagu MORNINGSICK. Formasi ini berhasil mengeluarkan demo yang berisi dua buah lagu yang juga masuk dalam beberapa kompilasi. Bongkar pasang personil sudah menjadi hal yang biasa pada band kami.hehehe! Beberapa tahun berjalan, secara berurutan dua personil mengundurkan diri, Imron dan Zen. Keduanya keluar karena alasan pekerjaan. Bukan hal membingungkan saat dua personil ini keluar. Mungkin saking seringnya bongkar pasang personil. Hehe! Tsani beralih ke posisi vokal, dan posisi bass dipercayakan pada Adi (SIGNAL OVER THE AIR). Dan formasi yang bertahan sampai sekarang adalah Tsani (vokal), Tmon (gitar), Adi (bass), dan Nian (drum). Dengan formasi ini, kami berhasil mengeluarkan album berjudul "Tetap Semangat di Jalan Ini" yang berisi 9 trek.

Beberapa waktu lalu MORNING SICK merilis full album perdananya. Selamat sebelumnya!! Salut! Saya tertarik dengan judul albumnya “Tetap Semangat di Jalan Ini”. Ceritain dong kenapa dipilih judul albumnya itu?
Tsani:
Trimakasih mas Nanu. Hehe! Ide awalnya ya dari lagu itu, yang sebelumnya berjudul “Semangat”, yang liriknya dibuat oleh Nian, dan itu memang apa adanya yang terjadi di sini. Saya merasa pasang surut dalam hidup ini selalu ada, termasuk dalam scene ini. Harapan-harapan yang ada kadang terasa hampa ketika tidak mendapat dukungan dari temen-temen scene. Maksudnya di sini keinginan untuk terus membesarkan scene ini terkadang tidak didukung oleh temen-temen yang benar-benar loyal. Banyak temen-temen yang ternyata hanya “mampir, numpang eksis” dan setelah itu hilang entah kemana. Tapi kami tidak akan risau, kami yakin akan selalu ada nafas baru yang akan selalu ada untuk membesarkan scene ini. Kami akan tetap terus semangat di jalan ini. Hehehehe! Dari pemikiran itulah kemudian saya tawarkan pada temen-temen dan mereka semua menyetujui. (Wow, nice.. Hehe! Red)
Tmon: Iya trimakasih mas, karena semangat ini adalah harapan.
Nian: Karena kami ingin karya ini bermanfaat untuk semuanya. Tidak hanya untuk kami sendiri.

Dengan rilisnya album tersebut, pasti jam terbang kalian semakin padat dong. Udah promo ke kota-kota mana aja?
Tsani: Iya nih, bersyukur banget, lumayan padat. Hehehe! Untuk promo dari inisiatif kami sendiri - launching/tour - memang belum terealisasi. Hal ini karena kendala dana. Wes rilis ae syukur banget mas. Hehehe! Tapi beberapa waktu lalu kami sempat main di beberapa kota, yaitu Jakarta, Temanggung, Salatiga, dan Semarang. Di kesempatan itu kami sekalian promo album juga. Numpang promo critane mas. Haha! Semoga akhir tahun kami bisa tour promo album. Mohon doanya! Hehehe!
Tmon: Iya mas, sampe kadang ninggalin kerjaan buat main. Hehe!
Adi: Bersyukur mas, iso dolan neng ndi-ndi mas. Hahaha!
(Hehehe! Numpang promo juga gapapa. Pakai semua media! Hihi! Salut to you all! Red)

Bagaimana sambutan temen-temen di scene kota kalian terhadap album MORNINGSICK ini? Dan bagaimana pula sambutan dari beberapa kota tetangga? Saya beruntung sempet beli album kalian. Cihuyyy!!!
Tsani:
Wah... Makasih banyak mas, sudah beli album kami. Jarang banget orang yang benar-benar mau beli CD-nya, yang ada cuma tertarik dengan merchandise-nya, kaos. Ckck, hahaha! Sambutan temen-temen disini maupun luar kota cukup menyenangkan. Lebih dari separuh CD yang kami cetak laku di Kendal dan Semarang. Begitu pula saat kami main di luar kota. Banyak juga yang berminat membeli rilisan kami. Yang lebih menyenangkan lagi setiap kami main, sudah banyak yang hafal lagu-lagu kami, jadi banyak yang sing along, sampe-sampe saya sendiri jarang nyanyi. Hahahaha! (You’re welcome.. Bagus! Respon seperti itu tinggal diterusin aja. Hehe! Red)

Apa lagu favorit kalian dari album tersebut? Dan mengapa?
Tsani: Tetap Semangat di Jalan Ini”. Ya itu karena lagu ini benar-benar menggambarkan kalo kita di sini ya harus tetap semangat gimanapun kondisinya. Hehehe! Dan saya suka komposisi di dalam lagunya.
Tmon: Today Is Not The Last”. Karena hari ini bukan yang terakhir. Jadi masih bisa berkarya, berkarya, dan berkarya… Hhahaha…
Adi: Today Is Not The Last”.
Nian: Bangkit”. Sangat inspiratif untuk terus melangkah menjalani hidup.

Akhir-akhir ini ada beberapa berita di seputar scene hardcore tanah air yang cukup bikin cape kuping. Hehe! Seperti pembajakan (tanpa minta ijin atau membuat perjanjian terlebih dahulu) kaos-kaos oleh beberapa produsen merchandise yang tak bertanggungjawab. Apa tanggapan kalian?
Tsani:
Wah, sangat disayangkan sekali hal itu bisa sampai terjadi, dan sangat disesalkan kalo yang membajak itu ternyata orang-orang dalam scene hardcore itu sendiri. Apapun alasannya, itu sangat merugikan band yang dibajak. Padahal dari merchandise itulah sebuah band bisa tetap terus bertahan. Dan yang lebih kasihan lagi, teman-teman di luar sana yang sudah membeli merchandise itu ternyata tidak tahu kalo itu bukan merchandise lisensi resmi dari band.
Tmon: Setuju dengan pendapat Tsani.
Adi: Penjarakan saja yang membajak. Hahaha!

By the way, apakah merchandise band kalian pernah dibajak? Kalo belum, bagaimana apabila ada sebuah produsen merchandise yang tiab-tiba membuat kaos MORNINGSICK tanpa meminta ijin terlebih dhulu?
Tsani: Pernah juga dibajak, tapi memang pada awalnya sudah ada perjanjian, tapi pada kenyataanya si produsen tidak memenuhi apa yang sudah dijanjikan. Kalo tindakan kami sih ya sebatas menegurnya. Ya mau gimana lagi, memang orangnya hanya mementingkan dirinya sendiri. Yang lebih parah, si produsen ternyata juga orang lama di scene. (Nah jawaban di kalimat terakhir itu tuh yang bikin males banget! Udah lama di scene kok ga dewasa-dewasa. Haha! Red)

Menurut kalian, apakah merchandise penting bagi sebuah band hardcore/punk? Dan mengapa?
Tsani: Sangat penting. Kami bisa rilis album, bisa main-main keluar kota, bisa bikin gigs kecil-kecilan, itu semua ya dari jualan merchandise. Trimakasih buat Hope Merch, Gavoc Merch, juga Samstrong Merch yang sudah merilis merchandise kami. Silakan bagi para produsen yang mau merilis mechandise kami, secara resmi tentunya. Hahahaha! (Nah tuh, bagi produsen yang tertarik silakan langsung kontak mereka aja. Band bagus nih! Hehe! Red)

Bagaimana masing-masing dari kalian memaknai ‘hardcore’ itu sendiri?
Tsani:
Hardcore ya hidup kami, kami hidup di sini. Dari sini kami bisa belajar tentang hidup yang sangat keras. Kami sangat senang berada di sini. Di sini itu untuk fun, respect, and friendship.
Adi: Benar apa kata mas Tsani. Hardcore itu keras. Menjadi hardcore nggak boleh maen-maen. Hahaha!
Tmon: Hardcore in my blood. Nian: Hardcore itu music and attitude. Musik yang sehat dan jujur, sikap yang bebas tapi bertanggungjawab.

Demam aroma beatdown hardcore seringkali membawa ‘semangat’ yang berapi-api ketika sedang berada di mosh-pit hingga seringkali dancing-nya 'terkesan' violent (berbau kekerasan). Hehe! Apa pendapat kalian mengenai 'violence dancing' ini?
Tsani:
Banyak cara menikmati hardcore show, salah satunya violence dancing. Menurut saya sah-sah saja. Yang penting, antar sesama penikmat hardcore show harus ada rasa respect antar satu dengan yang lainnya. Jangan sok jadi jadi jagoan lah saat berada di mosh pit! Suatu hari pernah saya lihat seseorang yang datang ke gig, karena dia berasal dari sebuah crew yang cukup besar, dia merasa jagoan dan seakan-akan bebas untuk pukul sana pukul sini, tendang sana tendang sini, tidak memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Karena harus disadari, tidak semua orang senang dengan hal itu. Disisi lain, orang-orang yang tidak suka dengan itu pun juga harus siap kalo secara tidak sengaja terkena pukulan atau tendangan. Ini hardcore, memang ada yang seperti itu untuk bersenang-senang. Akan tetapi bagi saya, saya lebih senang jika saat kami main, semua merapat, sesama teman berbagi tempat, sing along, stage diving, semua senang tanpa ada yang merasa tidak nyaman dan dirugikan.
Tmon: Buat saya sah-sah aja mas, sing penting ojo gelutan. Hahaha!
Adi: Medeni mas! Nek kantem loro. Tapi asik juga. Hahaha!
Nian: Bebas ajalah, tapi lebih asik jika merapat dan sing along. Lebih terasa kebersamaannya.
(Ya ya.. Betul. Saling mengerti aja. Mau violent kek, sing along, stage diving, koprol, atau bahkan di-mixed dikit dengan goyang dangdut koplo-haha!-, monggo-monggo aja. Yang penting tau konsekuensinya, hargai orang lain, dan saling care. Red)

Di tiap subkultur, termasuk hardcore, pasti ada juga beberapa ciri khas dalam gaya berbusana (fashion) tertentu. Seperti semisal hoodie, celana pendek, sepatu, dll. Apakah fashion begitu penting di hardcore?
Tsani: Fashion dalam hardcore tidak begitu penting. Ciri khas dalam gaya berbusana itu hanya efek meniru dari apa yang menjadi influence seseorang. Nggak harus pakai ini pakai itu, yang penting nyaman aja dipakai. Hardcore bukan fashion. Tidak ada keharusan memakai apa untuk menjadi hardcore.
Adi: Bener mas, yang penting nyaman aja dipakai.
Tmon: Hardcore bukan aturan, hardcore bukan militer. Jadi buat saya gak penting, yang penting tutupin aurat kalian.
Nian: Sangat tidak penting. Pake sarung, peci, baju koko juga sangat hardcore. Hehehe!

Seiring perjalanan waktu, ada beberapa band hardcore yang lebih aktif bermain di event besar (seperti Pensi dan sejenisnya) dibandingkan di acara teman-teman sendiri (gigs). Apa pendapat kalian?
Tsani:
Kalo saya sih nggak begitu mempermasalahkan. Asal band itu tidak lupa dengan asal usulnya. Maksudnya, dari main di event-event besar itu pasti dapat imbalan, katakanlah fee. Nah dari apa yang mereka dapat itu alangkah lebih baiknya dikembalikan lagi untuk kemanfaatan scene, untuk membesarkan scene, bukan untuk memperkaya diri. Wujudnya mungkin bisa berupa membuat gigs-gigs, mempromosikan band-band yang baru mulai membangun untuk berkembang dan lain sebagainya. (Yups, setuju! Tiap band memang punya hak untuk main di manapun. Bahkan main di atap rumahnya. Hahaha! Yang penting sadar roots-nya. Red)

Bagaimana pula dengan semangat D-I-Y (Do-It-Yourself) di dalam hardcore/punk? Apakah contoh di atas menandakan semakin menipisnya semangat D-I-Y? Atau mungkin ada persepsi lain?
Tsani:
Tidak bisa dipungkiri, semangat D-I-Y memang semakin ke sini semakin menipis. Ya contohnya hal di atas tadi. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri pula ada beberapa konsep D-I-Y yang memang sudah kurang cocok untuk diterapkan di masa sekarang. Melihat contoh kasus di atas, mungkin juga hal itu terjadi karena sudah sangat jarang sekali diadakan gigs-gigs oleh teman sendiri, karena begitu susahnya bikin acara dengan berbagai hambatan. Seperti kendala tidak tersediaannya tempat, urusan birokrasi yang sangat menyusahkan. Apalagi buat komunitas seperti kita dengan dana patungan yang sangat minim dan seadanya. Pasti semakin berbelit urusannya. Hehehe! (Yesss.. Mungkin lebih enak kalo ‘sebisa mungkin’ meminimalisir campur tangan pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Selebihnya mari kita realistis aja. Gitu ya? Hehehe! Red)
Nian: Sangat memprihatinkan untuk kondisi saat ini. Banyak nafas baru tapi tidak kompeten.

Seringkali masalah senioritas menjadi ganjalan di dalam komunikasi di suatu scene hardcore/punk. Apalagi ketika segelintir ‘dedengkot’ hardcore/punk seakan tidak rela memberikan tongkat estafetnya kepada generasi yang lebih muda. Hehee!! Apa pendapat kalian mengenai senioritas di dalam scene ini?
Tsani:
Istilah ‘cah lawas’, ‘wong tuwo’ memang ada dalam scene. Hehe! Mereka yang lebih dahulu ada dalam scene memang sangat berjasa dalam perkembangan scene itu sendiri. Akan tetapi tidak selamnya mereka akan memegang kendali. Harus dipahami dan disadari akan ada generasi berikutnya yang akan melanjutkan. Yang tua harus legowo menerima kenyataan itu. Ini hardcore, bukan organisasi yang mempunyai tingkatan atau hirarki di dalamnya. Hehehe! Saya jadi ingat lagunya BUNGA HITAM yang judulnya kalau nggak salah “Dukung yang Berikutnya”. Hehe!
Tmon: Tanpa adanya generasi baru, hardcore tidak akan bertahan lama. Jadi para senior harus dukung generasi-generasi baru. (Setuju! Siaaaap graaak!! Hehe! Red)
Nian: Pesan untuk yang tua ataupun senior, “tuntunlah para penerusmu untuk bisa menjadi hebat dari kalian”. (Hahaha! Masyuukk!! Tapi yang dituntun sebisa mungkin tetep kritis. Yang ‘senior’ juga bisa salah. Hehehe! Red)

Apakah influence dari MORNING SICK maupun masing-masing personilnya? Tsani: Band dari luar saya sangat suka TURNING POINT, WARZONE, YOUTH OF TODAY, MINOR THREAT, TEN YARD FIGHT. Pada dasarnya saya terinspirasi band-band hardcore era 80an dan awal 90an. Kalo band lokal saya menyukai FORGET TO REEMBER, NEVER ENOUGH, COMET AGAIN, UNDER 18, STRAIGHT ANSWER, THINKING STRAIGHT, AK-47, REASON TO DIE, LIFE FOR ANYTHING ELSE, dan masih banyak lagi. Hehehe!
Tmon: WARZONE, TURNING POINT, THE TOY DOLLS.
Adi: Kalo dari luar saya menyukai COMEBACK KID, WARZONE, TURNING POINT, JUST I GO. Kalo band lokal saya suka UNDER 18, STRAIGHT ANSWER, REASON TO DIE, FORGET TO REMEMBER, GRAVEDANCERS, TEORI DARWIN.
Nian: WARSZONE, TURNING POINT, YOUTH OF TODAY, STRAIGHT ANSWER, UNDER 18, REASON TO DIE, THUFAIL, Iwan Fals, BUNGA HITAM, MARJINAL,

Kalau ada band hc luar negeri yang kalian ingin liat, siapakah mereka?
Tsani:
Band-band luar negeri yang saya sukai kebanyakan sudah bubar atau vakum. haha! Tapi jika beranda-andai saya pengen banget liat TURNING POINT dan WARZONE. Kalo untuk saat ini saya menantikan YOUTH OF TODAY. Semoga mereka jadi datang. Hehe!
Tmon: Kalo diberi kesempatan saya pengen nonton WARZONE.
Adi: Pengen nonton COMEBACK KID, tapi dana tak mencukupi. Hahaha!
Nian: WARZONE, TURNING POINT, YOUTH OF TODAY.

Band-band apa aja yang kalian rekomendasikan dari kota kalian?
Tsani: Banyak band-band bagus dari kota kami yang patut dinantikan karya-karyanya. Seperti FORGET TO REMEMBER, COMET AGAIN, NEVER ENOUGH, banyak deh pokoknya. Hehehe!
Nian: LOSERKID. Sangat konsisten ini band dengan gaya “Tom Syndrome”nya.

Apa rencana ke depan bagi MORNINGSICK maupun masing-masing dari kalian?
Tsani:
Main ke tempat-tempat yang belum pernah kami singgahi, menambah teman baru dan mulai mempersiapkan materi baru untuk karya berikutnya. Semoga tahun depan, kalo nggak ya tahun depannya lagi. Hahaha! (Pokoknya patut ditunggu terus!! Red)
Tmon: Berkarya, berkaya, dan berkarya.
Adi: Pengen buat lagu sebanyak-banyaknya. Hahaha! Dan menghibur warga Kendal. Hahaha! (Wow, menghibur warga bok.. Ada jiwa entertainernya juga nih. Heheheheheee!! Piss! Red)
Nian: Membuat karya yang lebih bermanfaat.

Terimakasih atas waktunya. Sukses terus dan tetap semangat di jalan ini!! Hehee!! Tons of regards..
Tsani: Sama-sama mas, terimakasih juga. Sukses juga buat mas Nanu, Betterday zine, dan band-band nya. Hehe! Salam buat keluarga di sana. Tetap sehat, tetap semangat!
Adi: Terimakasih juga mas. Sukses terus buat Betterday zine!

Kontak MORNINGSICK
085641033388 (Tsani)

085640733559 (Tmon)

FACEBOOK
REVERBNATION
MYSPACE

Dimuat di Betterday #26


betterday zine | desember 2011 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template