Jumat, 11 November 2011

Minuman Beralkohol (Anggur): Fakta Nyawa Dalam Proses Pembuatannya


Tahukah kalian bahwa anggur, wine, bir, dan minuman beralkohol lainnya yang berbahan dasar nabati bisa menjadi tidak lagi 100% nabati? Tulisan ini sebenarnya untuk teman-teman yang Veggie/Vegan yang masih mengkonsumsi alkohol (bukan SxE), tapi tidak ada salahnya saya merangkumnya untuk pengetahuan kita semua.

Untuk teman-teman yang Veggie/Vegan (bukan SxE) yang masih mengkonsumsi minuman beralkohol berbahan dasar nabati (sebagai contoh: anggur, wine, dan bir) mungkin beranggapan: “Memangnya kenapa dengan anggur, dll? Itu kan berbahan dasar nabati dan tidak mengandung unsur hewani?” Tetapi, tahukah kalian bahwa tidak sedikit produk tersebut menggunakan UNSUR HEWANI dalam proses pembuatannya? Ya, dengan kata lain minuman ini bisa saja non-vegetarian. Dalam tulisan ini saya tidak mengeksklusifkan SxE sebagai sesuatu yang sangat ‘mulia’, dll atau dengan maksud ingin mengkonversi teman-teman Veggie/Vegan yang masih mengkonsumsi minuman tersebut menjadi seorang SxE. Tetapi, saya hanya ingin berbagi informasi untuk teman-teman yang Veggie/Vegan-SxE dan yang bukan sekalipun. Agar kita semua tahu fakta di belakang proses pembuatan minuman beralkohol (khususnya anggur) ada juga yang menggunakan bahan hewani. Dan karena saya juga beranggapan karena zine ini bukan hanya dibaca oleh segelintir orang saja (apakah Veggie/Vegan saja atau hanya Straightedgers). Karena ini informasi, bukan doktrin! Semoga bermanfaat!

“Kebanyakan anggur yang dijual saat ini di supermarket telah didenda karena menggunakan salah satu dari bahan berikut: darah, sumsum tulang belakang, kitin (dasar organik dari bagian keras serangga dan hewan laut berkulit keras seperti udang dan kepiting), albumen telur (putih telur), minyak ikan, gelatin hewani (jeli yang diperoleh dengan merebus jaringan tubuh hewan seperti kulit, tendon, dan ligamen, serta tulang, isinglass, susu, atau kasein susu). Alternatif non-hewani mencakup: batu paras, bentonit, kaolin, dan kieselguhr (tanah liat), kasein tumbuhan, gel silika, dan plak tumbuhan.” –R.N Lakhotia (pengawas dan presiden Indian Vegetarian Congress, India Utara)

Maka dalam kebanyakan kasus, anggur dan sejenisnya adalah non-Vegetarian. Bahkan bir yang dimurnikan atau dijernihkan dengan gelatin hewani menjadi non-Vegetarian. Dalam situs jejaring Vegan Society, juga dinyatakan bahwa: “Isinglass adalah bentuk gelatin yang sangat murni yang diperoleh dari gelembung udara beberapa ikan air tawar, terutama sturgeon. Penambahan bahan pemurni ini mempercepat proses yang sebetulnya dapat berlangsung dengan alamiah.” Dengan kata lain, teman-teman Veggie/Vegan yang masih mengkonsumsi anggur (beralkohol) juga masih mengkonsumsi produk hewani secara tidak sengaja. Ini merupakan ketidaksengajaan karena mungkin saja produsen produk tersebut dengan sengaja tidak memberikan detail komposisi bahan-bahan pendukung minuman tersebut untuk alasan keuntungan atau bisa saja kecerobohan dari yang meminum (Veggie/Vegan) yang tidak membaca terlebih dahulu label komposisi bahan-bahan pendukung produk tersebut.

Terlepas dari fakta bahwa minuman beralkohol adalah non-Vegetarian, baik yang Veggie/Vegan atau bukan sekalipun sebaiknya mulai mempertimbangkan efek berbahaya dari minuman beralkohol. Satu mitos populer tentang anggur adalah ketika diminum bersama makanan akan membantu proses pencernaan makanan. Salah satu pakar diet dan kesehatan, Dr. Harvey Diamond, dalam bukunya Fit For Life berkata, “Tubuh tidak membutuhkan bantuan untuk mencerna makanan seperti ia tidak membutuhkan bantuan untuk mengerjapkan mata atau bernafas. Pencernaan hanya terjadi ketika makanan berada dalam perut. Jika ada efeknya, anggur justru memperlambat pencernaan makanan.”

Dr. D.P Agarwal dari Institute of Human Genetics, Hamburg, memiliki pandangan bahwa sangat sulit mengendalikan minum lebih dari dua gelas minuman beralkohol sehari selama 5 tahun atau lebih, ia dapat menderita kerusakan otak permanen. “Karena sangat sedikit orang yang memiliki kendali atas asupan minuman keras, saya menasihati mereka untuk tidak minum alkohol sama sekali.” Ujar Dr. D.P Agarwal.

Berikut saya juga memberikan beberapa contoh tentang bahaya alkohol bagi tubuh manusia yang dirangkum dari berbagai sumber:

Prof. Zullies Ikawati Guru Besar dari Fakultas Farmasi UGM menulis sebuah buku yang berjudul Bahaya Alkohol dan Cara Mengatasi Kecanduannya. Dalam buku tersebut dia memaparkan berbagai bahaya alkohol bagi seluruh organ tubuh manusia.

Di bawah ini saya cuplikan isi buku Bahaya Alkohol pada bagian yang menulis bahaya alkohol bagi bayi yang sedang dikandung.

Alkohol atau etanol bersifat larut dalam air sehingga akan benar-benar mencapai setiap sel setelah dikonsumsi. Alkohol yang dikonsumsi akan diserap masuk melalui saluran pernafasan. Penyerapan terjadi setelah alkohol masuk kedalam lambung dan diserap oleh usus kecil. Hanya 5-15% yang diekskresikan secara langsung melalui paru-paru, keringat dan urin. Pernah dibuktikan bagaimana cepat dan mudahnya alkohol diserap oleh tubuh manusia.

Diadakan percobaan dalam suatu acara televisi yang disebut Braniac. Seorang melakukan sauna atau mandi uap dengan bahan air yang dicampur alkohol. Hanya dalam beberapa menit saja tubuh yang melakukan sauna sudah menyerap alkohol dengan kadar 0,5%. Alkohol mengalami metabolisme di ginjal, paru-paru dan otot, tetapi umumnya di hati, kira-kira 7 gram etanol per jam, dimana 1 gram etanol sama dengan 1 ml alkohol 100%. Timbulnya keadaan yang merugikan pada pengkonsumsi alkohol diakibatkan oleh alkohol itu sendiri ataupun hasil metabolismenya. Etanol mempunyai efek toksik pada tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung.

Alkohol sangat mudah terdistribusi masuk ke dalam saluran darah janin melalui darah ibunya dan dapat merusak sel-sel pada janin. Sel-sel utama yang menjadi target kerusakan adalah pada otak dan medula spinalis. Fetal alcohol syndrome (FAS) menggambarkan rentang efek alkohol terhadap janin hingga bayi yang dilahirkan mengalami kelainan fisik dan mental. Efeknya bervariasi dari ringan sampai sedang. Beberapa efek alkohol terhadap janin antara lain adalah :
- Bentuk wajah yang ganjil. Bayi mungkin akan memiliki kepala kecil, dengan muka datar, dan mata yang hanya bisa membuka sedikit. Dan keadaan ini makin kelihatan nyata ketika anak berusia 2-3 tahun
- Gangguan pertumbuhan. Anak yang terpapar alkohol saat masih dalam kandungan akan tumbuh lebih lambat daripada anak yang normal.
- Masalah belajar dan perilaku. Hal ini karena alcohol juga akan mempengaruhi fungsi otak anak.
- Cacat lahir. Selain dengan bentuk wajah ganjil, bayi mungkin akan mengalami kecacatan pada berbagai bagian tubuh.

Dampak alkohol terhadap organ internal tubuh Dampak alkohol pada lambung sangat berbahaya karena membuat lambung tidak dapat memproduksi cairan pencernaan alami dalam jumlah yang cukup dan lambung juga gagal menyerap makanan sehingga tidak tercerna dengan baik. Kondisi yang ditandai dengan rasa mual, kosong dan kembung akan selalu dirasakan oleh seorang pecandu alkohol. Hal ini mengakibatkan tidak nafsu makan dan tergoda keinginan untuk minum alkohol lebih banyak lagi. Jadi menimbulkan gangguan permanen yang disebut dispepsia. Bentuk-bentuk gangguan pencernaan yang parah berasal dari hal ini.

Bagaimana alkohol merusak hati
Kerusakan organis yang disebabkan oleh penggunaan alkohol secara terus menerus seringkali bersifar fatal. Organ tubuh yang paling sering mengalami perubahan struktural akibat alkohol adalah hati. Secara normal, hati memiliki kemampuan untuk menahan zat aktif dalam bagian selularnya. Dalam kasus keracunan berbagai senyawa beracun, kami menganalisis seolah-olah hati merupakan sentral dari benda-benda asing. Hal ini sama halnya dengan alkohol. Hati seorang pecandu alkohol tidak pernah terbebas dari pengaruh alkohol dan seringkali dipenuhi olehnya. Stuktur kapsular atau selaput yang kecil dari hati terkena dampak dari alkohol sehingga mencegah dialisis dan sekresi yang seharusnya. Hati menjadi besar karena dilatasi pembuluh-pembuluhnya, tambahan zat cair dan penebalan jaringan. Hal ini diikuti dengan kontraksi selaput dan penyusutan bagian-bagian selular dari keseluruhan organ. Kemudian bagian bawah pecandu alkohol menjadi dropsikal dikarenakan gangguan pada pembuluh darah yang membawa arus balik darah. Struktur hati dipenuhi sel-sel lemak dan mengalami apa yang secara teknis ditunjuk sebagai ‘lemak hati’.

Bagaimana alkohol merusak ginjal
Ginjal juga menderita akibat konsumsi alkohol yang berlebihan. Pembuluh darah ginjal kehilangan elastisitas dan kekuatan untuk kontraksi. Struktur-struktur yang kecil di dalam ginjal pergi melalui modifikasi lemak. Albumin dari darah mudah melewati selaput mereka. Hal ini menyebabkan tubuh kehilangan kekuatannya seperti seolah-olah tubuh kehabisan darah secara bertahap.

Kemampatan paru-paru
Alkohol menenangkan pembuluh darah paru-paru dengan mudah karena mereka yang paling terkena fluktuasi panas dan dingin. Ketika mengalami efek dari variasi suhu atmosfer yang cepat berubah, mereka menjadi mudah sesak. Selama musim dingin yang parah, kemampatan paru-paru yang fatal dengan mudah mempengaruhi seorang pecandu alkohol.

Alkohol melemahkan jantung
Konsumsi alkohol sangat mempengaruhi jantung. Kualitas struktur selaput yang menyelubungi dan melapisi jantung berubah dan menebal menjadi seperti tulang rawan atau berkapur. Kemudian katup kehilangan keluwesan mereka sehingga yang disebut dengan gangguan katup menjadi permanen. Struktur lapisan pembuluh darah besar dari jantung juga mengalami perubahan struktur yang sama sehingga pembuluhnya kehilangan elastisitas dan kekuatan untuk menyuplai jantung dengan kemunduran dari proses menggelembung-nya, setelah jantung lewat denyutannya, telah mengisinya dengan darah.

Sekali lagi, struktur otot jantung gagal karena perubahan degeneratif dalam jaringannya. Unsur-unsur dari serat otot diganti oleh sel lemak atau jika tidak jadi diganti, merupakan diri mereka sendiri yang ditransfer ke dalam tekstur otot yang telah dimodifikasi sehingga kekuatan kontraksinya berkurang drastis.

Mereka yang menderita kerusakan organis dari organ pusat dan organ pengaturan sirkulasi darah menyadarinya secara diam-diam, hal tersebut sulit terlihat sampai pada kerusakan yang lebih parah. Mereka menyadari kegagalan pusat kekuatan dari penyebab-penyebab ringan seperti kelelahan, kesulitan, istirahat yang tidak cukup atau terlalu lama tidak menyentuh makanan. Mereka merasakan apa yang mereka sebut dengan istilah ‘tenggelam’, namun mereka tahu bahwa anggur atau stimulan jenis lain akan meredakan sensasi tersebut dengan cepat. Jadi mereka berusaha menghilangkan hal tersebut sampai akhirnya mereka menemukan bahwa cara tersebut telah gagal. Jantung yang setia, telah bekerja terlalu keras dan menjadi payah sehingga tidak dapat bekerja lagi. Jantung tersebut telah habis masanya dan pengatur aliran darah telah rusak. Arus balik bisa membanjiri jaringan secara bertahap membendung jalannya atau berhenti sepenuhnya di pusat hanya dengan kejutan ringan atau dengan gerakan berlebihan. (xWhisnux)

Sumber: info-sehat.com, kabarindonesia.com, vegansociety.com, All You Wanted To Know About Vegetarian (R.N Lakhotia, 2007, Bhuana Ilmu Populer), dan dari berbagai sumber lainnya.


Dimuat di Betterday #26

betterday zine | november 2011 | betterdayzine.blogspot.com



 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template