Jumat, 11 November 2011

Hardcore Hari Ini

Sebuah hardcore show, salah satu media bertemunya para pendukung scene hardcore untuk bersenang-senang dan saling bertukar informasi.


Hardcore goes mainstream?
Mungkin tidak se-ekstrim itu. Tapi bagaimana dengan: hardcore goes more popular? Mungkin ini mendekati. Hehe! Bagaimana tidak, ada beberapa ukuran dalam memandang hal ini. Pertama, semakin banyaknya band hardcore di kota-kota besar maupun kecil di Indonesia. Kedua, semakin seringnya diadakan gigs hardcore, mungkin seminggu atau dua minggu sekali. Ketiga, semakin banyak para pendukung genre ini yang memenuhi venue di setiap gig, dari segala umur dan golongan.

Apakah mereka bisa dibilang hardcore kids? Mmhh, ini sangat subyektif dan bersifat judgmental sekali. So let’s the time answer it. Yang penting semuanya bisa bersenang-senang bersama dan mau lebih mengerti apa itu hardcore (baik dari segi musik, sejarah, maupun segala pernak-pernik di dalamnya).

Saking banyaknya 'hardcore kids' tersebut, sampai-sampai di scene hardcore sebuah kota tertentu bisa terdapat banyak kolektif-kolektif (baca: tongkrongan) yang bertebaran di dalamnya. Baguskah ini? Sepertinya it’s all fine, yang penting semua kolektif bisa saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya dengan equal dan TANPA prejudice. Karena kalau dari awal sudah ada yang bermental senioritas murahan dan sering dengan prasangka-prasangka tertentu, komunikasi tidak akan berjalan baik. Dengan terjalinnya komunikasi dua arah yang baik tentunya akan terjalin pertemanan, dan menjauhkan dari gesekan-gesekan yang tidak esensial. Sehingga semisal ketika kolektif yang satu membuat gigs, bisa di-support oleh kolektif yang lain. Dari sini bisa dibuat event-event lain secara bersama-sama yang menyenangkan dan tentunya bermanfaat.

Namun semakin populernya hardcore akan dibarengi dengan banyaknya 'posers hc' atau hardcore abal-abal. Kemudian bagaimanakah ukuran seseorang itu posers atau bukan? Banyak orang berpendapat bahwa seseorang sebelum menjadi 'true' melewati tahap posers dulu. Sebenarnya posers bukanlah sebuah tahap. Itu sebuah pilihan. Karena banyak hc kids yang masih baru pun tidak bertindak seperti posers. Namun mungkin bagi seorang hc kid baru yang mau bertindak abal-abal, ya silakan aja, karena itu pilihannya dengan tidak mau mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya. Dan sebagai orang yang lebih tahu (semisal temannya), tidak ada salahnya berbagi informasi seputar hardcore/punk sekadar untuk referensi pengetahuannya. Kalaupun orang tersebut tetap bertindak layaknya posers, biarkan saja, itu sudah PILIHAN-nya. Paling tidak sebagai teman kamu sudah berusaha.

Hardcore yang semakin ‘terkenal’ ini tentunya akan membuat ranah mainstream tertarik untuk melibatkan beberapa band hardcore untuk bergabung dalam event-event yang dibuatnya. Semisal dalam sebuah Pensi akhir-akhir ini banyak mengundang band-band hardcore sebagai bintang tamunya. Salahkah? Mmmhhh, kalau dari sisi mainstream tentu mereka ingin mencari keuntungan dari apapun yang memang sedang naik daun. Namun dari segi band hardcore-nya mungkin agak subyektif juga, karena kadangkala semangat D-I-Y luntur (atau sedikit luntur) ketika dihadapkan dengan realita yang ada di depan mata. Terutama masalah finansial. Ketika sebuah band hardcore menjadi terkenal akhirnya akan banyak diundang untuk bermain di acara-acara mainstream atau major (besar, dan biasanya dengan sponsor-sponsor produsen produk-produk besar). Beberapa band hardcore menolak main di acara seperti itu, namun sebagian lainnya oke-oke saja. Lebih enak apabila kita jujur terhadap hati kita masing-masing saja. Ketika memang berani main di acara besar dengan bayaran besar pula, tidak ada salahnya juga untuk berani main di acara teman-teman (gigs) dengan tanpa dibayar atau bahkan ikut menyumbang (baca: kolektifan) dan atau terlibat dalam membuat gigs tersebut. Lebih asik ketika tidak ada jarak dalam pertemanan, apalagi gara-gara duit.

Hardcore hari ini. Bagaimana menurutmu sendiri? Apakah scene di kotamu mengasyikan? Kalau belum, ayo dibikin menjadi lebih mengasyikan dengan berkomunikasi secara terbuka, jujur, dan saling menghormati. Percuma kalau sering berkoar-koar 'respect' tapi kenyataannya tidak bisa melakukan hal tersebut bahkan di dalam scene hardcore sendiri.

Hardcore is back. Secara umum hal ini adalah hal yang baik. Di mana beberapa tahun lalu scene hardcore yang sempat sepi lambat-laun sekarang bisa dibilang menjadi ramai kembali, bahkan lebih ramai dari sebelumnya. Dari segi pertemanan, tentunya sangat menarik ketika di dalam tiap gig dipenuhi oleh berbagai wajah baru. Dan proses perkenalan pun menjadi menyenangkan ketika bisa berlanjut menjadi sebuah pertemanan yang mengasyikkan.

Hardcore menjadi popluer. Salahkah? Tentu tidak. Ini adalah sebuah proses alamiah. Waktu akan menjawab sejujur-jujurnya. Kita cukup bertingkah-laku seperti biasanya secara jujur (tidak dibuat-buat), dan tentunya bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan scene. (El Vegano)

Dimuat di Betterday #26



betterday zine | november 2011 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template