Kamis, 30 Juni 2011

Green Wedding


Pada tanggal 19 Februari 2011 penulis menghadiri pernikahan seorang teman di mana sebelumnya dia pernah mengungkapkan akan membuat sebuah pesta pernikahan bertema ‘go green’. Tema Go Green memang sedang banyak digalakan oleh banyak pihak, bahkan perusahaan, dalam membuat event-event tertentu. Menurut temen saya, dia ingin membuat sebuah pesta yang sakral dan suci tersebut benar-benar menjadi sebuah seremonial yang membahagiakan semuanya. Tidak hanya mempelai dan keluarga, namun juga semua orang dan lingkungan di bumi ini. Dari situ tercetus ide untuk membuat pesta yang meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.

Penulis sendiri penasaran dengan idenya. Tidak hanya dekorasi yang didominasi warna hijau dan putih saja (untuk membuat kesan yang ‘hijau’), namun ternyata juga dengan disediakannya menu yang ramah lingkungan, menu Vegetarian.

Teman penulis adalah penganut Vegetarianisme. Dan rupanya ia ingin menerjemahkan sebuah pesta dengan sentuhan go green yang halus tanpa kehilangan maknanya. Pola hidup Vegetarian (termasuk di dalamnya Vegan) memang merupakan sebuah pola hidup yang sangat ramah lingkungan. Banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan dampak tingkat pengonsumsian daging yang tinggi terhadap global warming. Hal ini terutama pada peternakannya yang sangat tidak ramah lingkungan, dan merupakan penghasil gas emisi tertinggi penyebab global warming.

Dari banyak referensi tersebut, mereka (pasangan mempelai) tidak ingin hanya menyuguhkan menu yang memanjakan lidah tapi tanpa memperhatikan dampak buruknya hidangan-hidangan tersebut terhadap lingkungan. Selain itu menu Vegetarian adalah menu yang diyakini oleh banyak orang, bahkan termasuk para dokter dan ahli gizi dunia, adalah menu yang menyehatkan. Tidak heran dewasa ini banyak sekali restoran-restoran yang sudah menyajikan menu Vegetarian atau suitable for Vegetarian.

Untuk menghormati tamu secara umum, maka tidak seluruh adalah menu Vegetarian. Ada sebagian kecil yang non-Vegetarian alias mengandung hewani, walaupun dengan tempat yang dipisahkan agar para tamu tidak bingung. Awalnya orangtua mereka kurang setuju dengan konsep menu hidangan yang 100% Vegetarian. Namun setelah berdiskusi akhirnya disetujui dengan adanya menu Vegetarian namun dengan tetap menyediakan menu yang non-Vegetarian.

Adapun menu Vegetarian yang disajikan antara lain adalah: sup krim, rendang nabati, brokoli aneka jamur, nasi goreng, sayur, teriyaki nabati, kwetiau kembang tahu dengan bakso nabati, tempura sayur, nasi megopno & proteina, es krim susu kedelai (Vegan) & eskrim biasa (Vegetarian), jajanan tempah (kue manis, brownies, kroket, klepon, dll), dan aneka gorengan (nugget nabati, bakwan udang nabati, kentang goreng). Lengkap kan..

Secara umum, menu Vegetarian yang disajikan adalah hampir 70% dari keseluruhan menu. Dan menu Vegetarian yang disajikan bisa menggeser persepsi beberapa orang mengenai Vegetarian yang hanya makan sayur-mayur saja.

Dan ternyata para tamu undangan menyukai menu Vegetarian. Ini terbukti bahwa menu Vegetarian-nya cepet sekali habis. Penulis saja sampai tidak kebagian. Hehe!

Sebelum acara resepsi, mereka pun menyediakan menu Vegetarian pada saat akad nikahnya (15 Januari 2011), namun dengan perbandingan 50:50 dengan menu non-Vegetariannya.

Mereka menggunakan katering yang cukup berpengalaman untuk klien yang meminta menu Vegetarian. Untuk beberapa menu Vegetarian yang lain mereka menggunakan Somayoga, sebuah restoran Vegetarian/Vegan yang sudah cukup terkenal di Jogja.

Tidak hanya dengan menu hidangannya, mereka pun mengajak para tamu undangan untuk bersahabat dengan alam melalui suvenir yang berupa tas belanja kecil yang bisa dilipat serta dikancingkan dengan resleting. Sehingga dapat digunakan secara multifungsional. Dalam suvenir tersebut diselipkan buku saku kecil berisi informasi mengenai dampak konsumsi daging terhadap global warming. Buku tersebut juga dapat menjelaskan kepada tamu undangan mengapa menu-menunya didominasi dengan menu non daging. Selain itu, juga diberikan 500 bibit tanaman Matoa kepada sebagian tamunya sebagai wujud ajakan untuk menanam pohon.

Acara tersebut dimeriahkan oleh organ tunggal, campursari, serta band ska tradisional dari asal Jogja, APOLLO TEN.

Konsep yang dipilih oleh pasangan mempelai tersebut bisa menjadi contoh bagi siapa saja (terutama dari kalangan Vegetarian/Vegan), yang tertarik dengan isu go green atau global warming untuk menjadikannya sebuah pilihan yang logis, sehingga tidak perlu kuatir dengan pemikiran-pemikiran yang mungkin sempat membuat ragu apakah bisa dengan konsep seperti itu, atau minimal dengan menu yang Vegetarian. Karena pasangan mempelai tersebut nyatanya bisa mewujudkannya.

Mungkin sebuah pesan dari sebuah acara pernikahan tidak berakibat secara besar, namun dengan kesadaran-kesadaran kecil tersebut terntunya akan menular kepada orang lain dan menjadi kesadarn global untuk lebih cinta lingkungan dan alam. Itu akan bermanfaat untuk menekan global warming. (El Vegano)

Terimakasih buat Aji dan Mega. Selamat atasa pernikahannya. Semoga langgeng selalu sampai kapanpun..

Dimuat di Betterday zine #25

betterday zine | juni 2011 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template