Rabu, 15 Juni 2011

Don't Ask Too Much

Straightedge sebagai sebuah pola hidup banyak membawa kebaikan (kesehatan). Hal ini membuat beberapa band hardcore era 80an akhir banyak membawa istilah ‘positive’ (dalam arti kebaikan) ke dalam paham ini, sampai akhirnya membawa istilah ‘positive hardcore’. Semakin populernya istilah ini di scene, band-band hardcore Straightedge (awalnya terutama era pertengahan 80an hingga 90an awal) banyak yang menempelkan jargon ‘positive’ ini dalam bandnya.

Namun kadangkala istilah positive ini membawa dampak yang kurang mendukung juga bagi Straightedgers maupun band-band Straightedge. Mengapa? Karena sebenarnya kata ‘positive’ terasa subyektif sekali artinya. Positif menurut kamu belum tentu positif menurut yang lain. Semisal, ketika kamu emosional setelah paham Straightedge-mu dicemooh, kamu menjadi marah dan ingin memukuli si pencemooh, namun kamu malah dapat sindiran ulang “Katanya positive, kok diejek aja marah? Berpikiran positif dong!” Hal ini terjadi di beberapa scene hardcore di dunia.

Dan karena gaya hidup yang dianggap “positif” tersebut, orang banyak menganggap kalau Straightedgers harus selalu berbuat “baik” seperti sabar, berpikiran positif, dll. Itu akan menjadi hal yang baik kalau sesuai konteks. Mengalah memang merupakan hal yang baik (positif). Namun bagaimana apabila kamu mempunyai band Straightedge dan ketika on stage kemudian dicemooh mengenai paham yang kamu jalani dan banggakan, bahkan hingga level fisik (semisal dilempar rokok dsb)? Konteks ‘mengalah’ di kondisi ini menjadi sebuah hal yang sedikit lembek. Namun apabila kamu emosional di atas panggung dan mengungkapkan kemarahanmu, baik dalam umpatan maupun fisik, kamu malah dicemooh lagi dengan kata-kata “Katanya positif, kok segitu aja emosi?” What the fuck, kemudian maunya apa? Straightedger disuruh diam saja dalam keadaan seperti itu??? Pada titik itu respect menjadi omong-kosong.

Realistis saja, semua Straightedgers juga manusia biasa, bisa marah, emosi, melawan, bahkan membunuh sekalipun. Namun apakah hal tersebut merupakan tindakan positif? Bingung kan?

Straightedge memang sebuah jalan hidup yang membawa dampak yang baik (bagi diri pelakunya maupun orang di sekitar). Ini berarti Straightedge membawa dampak yang positif. Namun bukan berarti Straightedge harus berpola pikir positiiiif melulu, karena berpikiran negatif untuk hal-hal dan pada saat-saat tertentu pun baik. Semisal ketika kita negative thinking karena was-was di jalan memperhatikan seseorang yang terlihat gerak-geriknya mencurigakan seperti ia akan mencopet kamu. Sah saja kan selama kita tidak mengganggunya?

Band Straightedge militan kelas berat seperti xTYRANTx dan DOMESTIC WAR bahkan terang-terangan tidak mau dibilang positive. Rata-rata mereka berpendapat bahwa sikap yang selalu ‘positive’ tidak membantu Straightedgers dalam mempertahankan paham yang mereka jalani dan banggakan. DOMESTIC WAR malahan membuat kaos band mereka yang cukup kontroversial karena membubuhkan isitlah ‘negative hardcore’ di bagian belakang kaosnya. Dan di bagian depannya dengan desain seorang anak kecil yang sedang mengencingi tulisan ‘positive hardcore’. Hal ini adalah karena ungkapan DOMESTIC WAR menganggap bahwa mereka pun bisa bereaksi secara ‘negative’ apabila jalan hidupnya diusik (dalam hal ini Straightedge).

Pencemoohan terhadap Straightedge yang tanpa sebab di scene hardcore akan menjadi sebuah pukulan balik yang telak bagi si pencemooh yang juga hc kid terhadap apa yang sering ia koar-koarkan seputar ‘respect’, ‘friendship’, ‘tolerance’, dsb. MIRIS.

Untuk kasus ‘negative hardcore’ pun sebenarnya bisa memunculkan banyak pertanyaan besar. Apakah batasan agar seseorang atau sebuah band bisa dibilang ‘negative hardcore’? Maksudnya apakah batasan sikap ‘negatif’ tersebut? Apakah cukup hanya dengan konsumsi miras, drugs, alkohol seseorang bisa dibilang negatif? Atau mungkin seseorang yang melawan orang tua bisa dibilang lebih negatif? Atau seseorang yang tidak mau sekolah/kuliah dan berkelahi/tawuran setiap hari bisa dibilang yang lebih negatif? Apakah harus menjadi preman? Kemudian ukurannya apa? Karena ketika sebuah jalan hidup sudah dicapkan ke dalam pikiran dan hati, tentunya ada patokan-patokan tertentu. Semisal, seorang negative hardcore harus minum alkohol tiap hari, dsb. Sehingga ukurannya lebih realistis.

Jadi, positive atau negative memang selalu bersifat subyektif (tergantung dari mana kamu melihatnya). Yang penting ada sikap saling menghargai di antara para hardcore kids, baik antara Straightedgers, non-SxE, dan teman-teman yang menamakan diri mereka ‘negative hardcore’. Hal ini lebih rasional.

Dalam hal ‘positive hardcore’ dalam hubungannya dengan Straightegde, selama yang dilakakukan adalah menjaga komitmen TIDAK AKAN PERNAH konsumsi drugs, rokok, dan alkohol sampai ia mati, ia adalah Straightedge. Jadi bagi orang yang kurang mengerti Straightedge tapi sering “meminta” Straightedger untuk SELALU sabar (terutama apabila dilecehkan), “meminta” Straightedgers untuk berpikiran positif terus, dan bla bla bla lainnya, hey don’t ask too much. (El Vegano)

Dimuat di Betterday #24

betterday zine | juni 2011 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template