Sabtu, 14 Mei 2011

Vegan/Vegetarian Tidak Selalu Spiritualisme


Vegetarian, mungkin istilah ini sudah semakin populer akhir-akhir ini. Hal tersebut (salah satunya) bisa dilihat dari semakin banyaknya restoran atau warung makan yang khusus menyajikan menu-menu Vegetarian, bahkan Vegan.

Sebagai sedikit gambaran umum, Vegetarian adalah sebuah pola makan berpantang daging. Ada tiga jenis Vegetarian: Lacto Vegetarian (non-daging, non-telur, tapi masih konsumsi susu), Lacto Ovo Vegetarian (non-daging, tapi masih konsumsi daging telur dan susu), dan yang terakhir Strict Vegetarian atau VEGAN (non-daging/telur/susu serta produk-proudk turunannya termasuk tidak menggunakan fashion/aksesoris berbahan hewani).

Dari ketiga jenis itu, Lacto Ovo Vegetarian adalah yang paling banyak dipilih orang. Awalnya Vegetarian yang mengacu pada pola makan seiring perjalanan waktu berubah menjadi semacam pola hidup, bahkan prinsip hidup. Hal ini adalah karena banyak sekali alasan rasional di dalam Vegetarian/Vegan yang berdasarkan bukti limiah yang bisa menguatkan pilihan pola hidup tersebut sampai akhirnya menjadi semacam prinsip hidup untuk dijalani smpai mati. Selain faktor tersebut, pola makan Vegetarian/Vegan dekat dengan beberapa ajaran agama tertentu. Hal ini bisa menguatkan beberapa pelaku Vegetarian/Vegan yang memeluk agama/kepercayaan tertentu untuk menjadikan Vegetarian/Vegan menjadi prinsip hidup yang dibawa sampai akhir hayatnya.

Istilah ‘Vegetarian’ muncul pada konferensi pengukuhan Vegetarian Society Inggris tanggal 30 September 1847 di Northwood Villa, Kent, Inggris. Kata ini berasal dari Bahasa Latin 'Vegetus', yang berarti keseluruhan, sehat, segar, hidup (Jangan dihubungkan dengan 'vegetable-arian' - mitos manusia yang diimajinasikan hidup seluruhnya dari sayur-sayuran tetapi tanpa kacang, buah, biji-bijian, dan sebagainya! Vegetarian tidak seperti itu). Pada saat itu pula dmunculkan istilah ‘Vegan’. Sebelum dicetuskan istilah ‘Vegetarian’, penganut pola makan / pola hidup tidak makan daging sering disebut dengan 'Pythagorean' atau mengikuti 'Sistem Pythagorean', sesuai dengan Pythagoras 'Vegetarian' dari Yunani kuno.

Karena dekat dengan beberapa ajaran agama atau kepercayaan tertentu, berarti pola makan / pola hidup ‘seperti’ Vegetarian/Vegan sudah ada jauh sebelum didklarasikannya istilah Vegetarian pada tahun 1847. Dan karena mungkin merasa sejalan, makanya diadopsi pula istilah Vegetarian/Vegan ke dalam beberapa agama atau kepercayaan tertentu (dalam hubungan sosial, semisal untuk menjelaskan kepada orang lain yang bertanya kenapa tidak makan daging, misalnya).

Namun banyaknya istilah Vegetarian/Vegan yang sering digunakan berdekatan dengan ajaran spiritual beberapa agama atau kepercayaan, seringkali ketika menjelaskan bahwa kita menganut pola hidup Vegetarian/Vegan langsung dihubung-hubungkan dengan ajaran agama, kepercayaan, atau aliran/sekte tertentu. Hal ini masih dialami oleh beberapa orang. Bahkan jangan kaget ketika seorang Vegetarian/Vegan makan di restoran atau warung khusus Vegetarian/Vegan akan ditanyai oleh pegawai atau manajer restoran dengan kalimat semacam, “Anda Vegetarian/Vegan ya? Dari aliran atau agama apa kalo boleh tau?” Tidak semua orang nyaman diberi pertanyaan seperti yang sifatnya personal. Mungkin saja ada orang yang menganggap hal itu adalah urusan pribadi atau private.

Berdasarkan konferensi Vegetarian di tahun 1847, sebenarnya istilah Vegetarian atau Vegan tidak bisa hanya ‘dimonopoli’ hanya sebagai bagian dari spritualisme. Karena pada dasarnya Vegetarian/Vegan berangkat dari sebuah pola makan yang sehat dan pola hidup yang sehat pula. Ketika apa yang dikonsumsi adalah bahan-bahan makanan yang sehat, maka akan membawa energi yang baik pula bagi pikiran dan mental. Namun tidak selalu harus diperkuat dengan spiritualisme. Seperti misalnya apabila kita menjadi Vegetarian maka akan mendapatkan pahala yang setimpal.

Vegetarian/Vegan sebenarnya adalah hal yang rasional. Karena bisa dipertanggungjawabkan secara empirik. Seperti pada isu global warming misalnya, di mana ketua Panel Perubahan Iklim Dunia yang menyatakan bahwa pola makan dan pola hidup Vegetarian bisa mengurangi dampak global warming secara signifikan, karena penghasil emsisi gas CO2 (yang merupakan penyebab utama global warming) terbesar adalah dari peternakan hewan. Atau sebuah argumen bertanggung jawab seperti hampir sebagian besar penyebab penyakit kronis (jantung, penyumbatan pembuluh darah, darah tinggi, stroke, kanker, dll) disebabkan oleh kolesterol yang memang berasal dari daging.

Banyak sekali alasan-alasan logis yang menjadi penguat gaya hidup Vegetarian/Vegan. Bahkan dewasa ini di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa, jumlah penganut pola hidup Vegetarian/Vegan meningkat tinggi. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya tempat makan Vegetarian/Vegan, atau menu-menu yang suitable for Vegetarians/Vegans di restoran-restoran non-Vegetarian, hingga banyaknya produk-produk yang mengklaim Vegetarian/Vegan. Tidak hanya sampai situ saja, bahkan banyak kosmetik yang berlabel no animal testing. Kebanyakan orang Barat membuat pilihan-pilihan berdasarkan logika empirik dan ilmiah. Begitu pula ketika memutuskan menjadi Vegetarian/Vegan. Bahkan banyak dari aktivis Vegan di Amerika adalah agnostic atau bahkan ateis.

Bukan berarti bahwa orang yang bervegetarian/bervegan karena alasan spiritual adalah tidak benar, atau bahwa agama adalah monopolistik dalam konteks Vegetarian/Vegan. Bukan itu. Ini hanyalah sebuah persepsi lain yang memandang sebuah pola hidup yang sama-sama dijalani demi kebaikan diri sendiri, hewan, dan bumi. Masalah spiritualisme adalah pilihan pribadi. Kalaupun ada yang menjadi Vegan/Vegetarian karena alasan spiritual juga tidak masalah sama sekali Selama tiap-tiap orang mendapat kepuasannya masing-masing tanpa mengganggu pihak lain, semuanya adalah hak pribadi. Namun alasan-alasan menjadi Vegetarian/Vegan tersebut tidak bersifat vertikal, di mana tiap-tiap ‘reason’ (baca: alasan menjadi Vegetarian/Vegan) ditempatkan semacam bertingkat, di mana mungkin reason yang satu lebih tinggi daripada yang lain. Tidak seperti itu. Semua reason mengapa orang memilih Vegetarian/Vegan adalah bersifat horizontal, di mana tidak ada reason yang lebih tinggi daripada reason lainnya. (El Vegano)


betterday zine | mei 2011 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template