Selasa, 05 Oktober 2010

Vegetarian, Vegan, dan Kehamilan


Ada 2 tipe Vegetarian yang dikenal orang, yaitu tipe Vegan yang sama sekali tidak mengonsumsi daging maupun produk-produk hewani, seperti susu, telur, madu, maupun jaket kulit dan semacamnya, serta tipe lacto ovo Vegetarian yang masih mengkonsumsi susu dan telur namun tidak daging, atau makanan yang berasal dari hasil pembunuhan makhluk berjiwa.

Banyak orang sering keliru dengan mengatakan bahwa daging merupakan satu-satunya sumber lemak, protein, dan beberapa jenis vitamin serta mineral. Sehingga seolah-olah vegetarian akan menghadapi resiko defisiensi zat-zat gizi tersebut. Hasil penelitian dunia selama ini membuktikan bahwa makanan nabati pun banyak yang merupakan sumber lemak, protein, dan berbagai jenis vitamin dan mineral, bahkan dengan kualitas yang lebih baik. Kacang-kacangan, terutama kedelai, menghasilkan lemak dengan kadar asam tidak jenuh yang jauh lebih tinggi --daripada yang dihasilkan daging-- yang secara tidak langsung menurunkan kadar kolesterol jelek dalam darah, sehingga mengurangi resiko penyakit pembuluh darah dan jantung.

Fakta-fakta diatas membuktikan bahwa daging tidak lebih baik, bahkan lebih buruk, dibandingkan sumber lemak dan protein nabati. Masih ada satu keunggulan mutlak makanan nabati yang tidak dimiliki makanan hewani, yaitu serat. Serat sudah terbukti memperlancar pencernaan dan menurunkan kadar kolesterol darah. Makanan tinggi serat hanya membutuhkan 1-2 hari untuk menjalani saluran pencernaan. Sementara daging membutuhkan waktu 4-5 hari, sehingga dapat mempercepat proses pembusukan dan menimbulkan racun. Semakin singkat makanan berada di dalam lambung dan usus, semakin pendek kontak antara karsinogen (racun penyebab kanker) dalam saluran cerna. Dan semakin sedikit pula karsinogen yang diserap tubuh. Kepekatan karsinogen di dalam usus juga menjadi rencah karena karena fungsi serat yang sangat menahan air.


Vegetarian Mutlak Lebih Baik Bagi Kehamilan

Kehamilan jelas membutuhkan zat gizi dalam batas-batas optimal. Kekurangan zat gizi tertentu dapat mengakibatkan cacat, terhambatnya pertumbuhan, bahkan kematian janin. Seluruh zat gizi yang dibutuhkan seorang ibu hamil dapat dicukupi dari sumber nabati, telur dan susu. Kebutuhan akan lemak dan protein dapat disintesis dari karbohidrat, serta asam lemak dan asam amino yang banyak terdapat pada kacang-kacangan (terutama kedelai), minyak sayur, minyak kelapa, ataupun margarin. Tubuh seorang ibu hamil dengan berat badan yang cukup juga merupakan sumber lemak dan protein. Sistem hormon dan enzim yang terdapat pada ibu hamil maupun janin sendiri memungkinkan berlangsungnya metabolisme lemak dan protein yang optimal bagi kehamilan.

Kebutuhan akan protein dan mineral justru dapat dipenuhi dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, minyak sayur, margarin (bukan mentega), dan BUKAN dari daging. Sehingga mengkonsumsi produk-produk nabati (Vegetarian) adalah MUTLAK lebih baik daripada mengkonsumsi daging. Serat yang tinggi pada produk nabati juga sangat menguntungkan bagi pencernaan ibu hamil. Banyak ibu hamil mengalami mual, kembung, dan susah buang buang air besar karena melambatnya pencernaan oleh pengaruh hormonal. Serat sayur dan buah akan menahan air di dalam usus sehingga mempermudah dan memperlancar pencernaan.
Bagi ibu hamil yang bervegetarian tipe lakto-ovo kebutuhan zat gizi dapat terpenuhi sepenuhnya. Sedangkan bagi ibu hamil yang bervegatrian tipe vegan perlu mendapat perhatian tentang kecukupan vitamin B12 dan vitamin D.


Penjelasan Bagi Yang Bervegetarian Tipe VEGAN

Vitamin B12, selain sebagai koenzim dalam proses eritropoesis (pembentukan sel darah merah) juga berfungsi dalam metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein. Vitamin B12 dibutuhkan oleh semua sel, termasuk sel saluran cerna dan saraf. Kekurangan vitamin B12 akan mengakibatkan anemia megaloblastik. Konsumsi tambahan rutin vitamin B12 akan mencegah terjadinya anemia tersebut. Sebenarnya vitamin B12 dapat diproduksi tubuh sendiri di dalam hati. Namun kebutuhan ibu hamil akan vitamin B12 meningkat. Sementara melalui makanan, vitamin B12 dapat diperoleh dari telur dan produk susu (keju). Maka seorang ibu hamil yang bervegetarian tipe VEGAN perlu masukan tambahan vitamin B12, baik dari suplemen maupun bahan makanan lain (susu kedelai, tempe, tauco, dll. -red).

Vitamin D dibutuhkan untuk pembentukan tulang. Di dalam tubuh, vitamin D dibuat dari kolesterol dengan bantuan sinar matahari. Sedangkan dari luar, sumber vitamin D dapat diperoleh dari telur, produk susu, dan margarin. Kehamilan meningkatkan kebutuhan akan vitamin D. Dengan demikian seorang ibu hamil yang bervegan perlu masukan tambahan multivitam,in agar terhindar dari kemungkinan terjadinya kekurangan vitamin D.

Ditulis oleh: dr. Andrew S. Setiawan

Diambil dari majalah Info Vegetarian berjudul asli "Vegetarian dan Kehamilan", dengan sedikit penambahan kata-kata dari beberapa referensi lain.


Dimuat di Betterday #5



betterday zine | oktober 2010 | betterdayzine.blogspot.com

 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template