Senin, 11 Oktober 2010

Indonesia Dianggap Sabotase Pengendalian Tembakau

Asia Pacific Association for the Control of Tobacco (APACT) mengeluarkan pernyataan khusus bagi Indonesia dalam penutupan Conference on Tobacco or Health, Sabtu (9/10/2010). Dalam pernyataan khusus yang dibacakan Presiden APACT 2007-2010, Harley Stanton di hadapan ratusan delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik tersebut, Indonesia diminta ikut serta mengendalikan tembakau dan melindungi warganya dari bahaya merokok. Konferensi yang diselenggarakan APACT tersebut diikuti oleh antara lain pakar kesehatan, pemerhati kesehatan, organisasi masyarakat, dan utusan pemerintah.

Harley mengatakan, jika tidak mengendalikan konsumsi tembakau, Indonesia sangat rentan menjadi pasar dan tempat operasi menarik bagi industri rokok. Ini juga berarti Indonesia merendahkan dan menyabotase upaya pengendalian tembakau yang dilakukan susah payah oleh negara-negara lain. Hal itu karena terbuka kemungkinan Indonesia menjadi simpul penting beredarnya tembakau yang akan masuk ke negara-negara lainnya, dengan kata lain menciptakan lingkungan merugikan bagi kawasan.

Dia mengatakan, Indonesia menjadi sangat penting karena populasinya merupakan terbesar keempat di dunia dan prevalensi merokok meningkat. Apalagi Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia yang tidak meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Kami sangat prihatin karena tanpa pengendalian tembakau, Indonesia menciptakan bencana kesehatan masyarakat," ujar Harley seperti dilaporkan langsung wartawan Kompas, Indira Permanasari S dari Sydney, Australia.

Dalam kesempatan itu, Harley juga membacakan rekomendasi APACT bagi Indonesia yakni agar segera mengaksesi FCTC dan mendahulukan kepentingan kesehatan masyarakat. Di dunia hanya ada dua negara yang tidak meratifikasi FCTC yakni Indonesia dan Amerika. Selain itu, Indonesia juga diimbau untuk melarang iklan dan sponsor oleh industri tembakau. Artis dan atlet yang tampil di Indonesia juga diimbau agar tidak disponsori oleh industri tembakau.

Sumber: Kompas.com


Konsumsi Rokok Perburuk Kemiskinan

Konsumsi tembakau, terutama rokok, memperburuk kemiskinan. Hal ini harus menjadi kekhawatiran, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia—pengonsumsi rokok ketiga terbesar di dunia setelah China dan India.

”Negara berkembang di satu sisi berusaha mengurangi kemiskinan dengan memperbesar investasi pendidikan dan kesehatan, tetapi juga menghadapi adiksi tembakau,” ujar Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan sebagai pembicara utama dalam Asia Pacific Conference on Tobacco or Health (APACT) di Sydney, Australia, Kamis (7/10), yang berlangsung 6-9 Oktober 2010.

Surin mengungkapkan, ”Dana tembakau dapat dialihkan untuk pendidikan, rumah, dan kebutuhan pokok. Generasi berikut akan lebih baik dan kita menyelesaikan masalah kemiskinan.” Kendala mengendalikan tembakau karena ada adiksi di kalangan pengguna dan resistensi industri. Menurut dia, keberhasilan ditentukan komitmen politik pemimpin dan komunikasi ke masyarakat agar paham pentingnya pengendalian tembakau.

Di India, Rijo M John, PhD dari American Cancer Society, AS, mengatakan, konsumsi tembakau meningkatkan angka kemiskinan 1,6 persen di desa dan 0,8 persen di kota—menambah sekitar 15 juta orang miskin di India. Dari penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menurut Abdillah Ahsan, ”Uang untuk rokok sembilan kali pengeluaran pendidikan dan 15 kali pengeluaran kesehatan.

Sumber: Kompas.com


Related: "Konsumsi Naik, Pengendalian Lemah" (Kompas.com)



Video Bahaya Merokok



Masih mau merokok??
Silakan teruskan dan hitung mundur waktu kematianmu.
-Betterday zine-



betterday zine | oktober 2010 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template