Selasa, 07 September 2010

Merokok, Ejakulasi Dini, dan Gangguan Ereksi


Angka gangguan kesehatan dan kematian yang disebabkan oleh merokok termasuk tinggi jumlahnya di seluruh dunia.

Di Inggris, kebiasaan merokok ini merupakan salah satu pembunuh paling besar dengan tingkat lima kali lebih besar dari kematian kumulatif yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di jalan, kecelakaan lain yang menyebabkan kematian, overdosis dan keracunan, kematian yang disebabkan oleh kerusakan hati karena alkohol, pembunuhan yang terencana maupun tidak, bunuh diri dan kematian oleh infeksi HIV. Di Inggris, 1 dari 4 orang yang disurvei mengaku merokok secara aktif.

Laporan lain menunjukkan bahwa angka kejadian erectile dysfunction atau yang dulu dikenal dengan impotensi meningkat secara tajam pada perokok yang mengisap lebih dari 10 batang sehari. Jumlah ini meningkat lebih dari 50% jika kebiasaan itu juga disertai penyakit degeneratif lain yang menjadi faktor risiko seperti diabetes, hiper kolestroning, dan tekanan darah tinggi.

Seorang epidemiologist dari Johns Hopkins University in Baltimore-US dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Medicine mengemukakan, data estimasi 18,4% dari pria Amerika yang berusia di atas 20 tahun menderita disfungsi ereksi dan kondisi itu berkaitan erat dengan kebiasaan kurang berolahraga, komsumsi makanan yang buruk, dan merokok.

Terdapat pergeseran umur pada mereka yang menderita impotensi ini menjadi lebih muda usia rata-rata. Dalam laporan ini, 5,1% ditemukan populasi yang berumur 20-39 tahun sementara 14,8% berusia 40-59 tahun. Bandingkanlah dengan mereka yang menderita ejakulasi dini yang dilaporkan lebih dari 60% dari seluruh populasi yang diamati.

Fakta lain menunjukkan bahwa setengah dari jumlah pria ini ternyata menderita diabetes dan hampir 90% mempunyai faktor-faktor risiko kardiovaskuler lainnya seperti tekanan darah tinggi, profil lemak darah yang buruk serta dua kali lebih berisiko pada mereka memiliki kebiasaan merokok.

Thomas G.Travisona dan kawan-kawan dari Department of Urology, Columbia University, New York dan New England Research Institutes Watertown, Massachusetts, mempertegas sebuah studi bahwa penderita disfungsi ereksi dapat mengalami remisi alamiah hanya dengan memperbaiki gaya hidup sehat khususnya menghentikan kebiasaan merokok.

Semua laporan ini dapat disimpulkan bahwa merokok aktif secara bermakna memiliki hubungan kausalitas dengan terjadinya impotensi dan ejakulasi dini. Banyak pusat pendidikan yang menulis tentang kesulitan mengikis kebiasaan merokok ini karena nikotin memiliki efek adiksi yang bekerja hampir sama seperti heroin atau kokain.

Menurut dr. M. Nasser, Sp.KK., Konsultan Senior OnClinic Jakarta, menegaskan bahwa salah satu efek rokok yang sangat ditakuti adalah terjadinya penurunan kemampuan ereksi atau disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. OnClinic Indonesia yaitu jaringan klinik yang mengkhususkan penanganan ejakulasi dini dan impotensi, kini hadir di Denpasar sebagai kota ke-14 di Indonesia. Klinik yang ditangani oleh dokter dengan pelatihan khusus dan menjadi bagian dari jaringan layanan internasional yang tersebar di 43 negara siap membantu mengatasi masalah ini.

Sumber: Bali Pos


Betterday zine:
Selain berbahaya bagi diri si perokok, tentunya asap rokok sangat mengganggu orang lain di sekitarnya. Dengan segala keburukannya (bahkan tidak membawa kebaikan sama sekali), apakah masih keukeuh tetap merokok terus? (El Vegano)



Terkait: "Merokok dan Ejakulasi Dini" (Kompas.com)


betterday zine | agustus 2010 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template