Selasa, 01 Juni 2010

Sweeping Miras dengan Aksi Massa



Kita sering melihat berita di Koran atau tv mengenai aksi massa secara brutal oleh beberapa ormas (yang biasanya adalah ormas keagamaan) dalam melakukan sweeping minuman keras atau miras. Di sini tidak akan membahas isu keagamaan tersebut, namun apa yang mereka lakukan di lapangan dalam aksi-aksinya menolak miras yang seringkali disertai dengan aksi kekerasan. Mereka bersikukuh bahwa aksi tersebut dilakukan berdasar apa yang mereka percayai (tentunya secara subyektif). Walaupun miras memang TIDAK membawa dampak positif apapun, namun apakah tindakan kekerasan tersebut dibenarkan?

Aksi ini biasanya dilakukan oleh ratusan orang yang berpaham sama (agama), dengan isu-isu yang tentunya berdasar dari apa yang mereka percayai, dan salah satu di dalamnya adalah penolakan keberadaan miras.

Secara hukum, peredaran miras di Indonesia sebenarnya legal. Namun ada juga yang tidak legal karena alasan tertentu. Yang legal tentunya bisa kita lihat keberadaannya di
café, pub, hypermarket, minimarket, dll. Untuk yang ilegal (merek apapun) banyak disusupkan melalui toko-toko kelontong, warung-warung kecil (remang-remang), sebagian kecil angkringan (di Jogja), dsb.

Ormas-ormas tersebut seringkali melakukan penggerebekan terhadap warung-warung penjual miras secara ilegal tersebut. Dan dalam aksinya seringkali melibatkan kekerasan (memukul, menendang, menginjak-injak, ataupun memukul dengan kayu). Mungkin secara subyektif (apa yang mereka percayai), miras memang dilarang, namun Indonesia bukanlah negara agama, yang berarti tidak berdasarkan agama apapun. Bahkan negara agama pun banyak yang menjual miras secara legal. Jadi dari awal pola konsep ‘radikal’ mereka memang sedikit utopis. Namun di sini tidak dalam rangka men-
judge apa yang mereka lakukan. Karena secara umum, miras memang tidak membawa kebaikan, bahkan pengonsumsian miras seringkali berakibat buruk baik bagi dirinya maupun orang lain, seperti perkelahian, tawuran, dsb. Namun mungkin pelibatan kekerasan dalam tiap aksinya itulah yang kadangkala membuat kita menjadi miris. Karena mereka ‘katanya’ mengatasnamakan agama tertentu. Namun ketika mereka memperlihatkan kekerasan dalam tiap aksinya, orang-orang akan menjadi tidak simpati terhadap ‘niat baik’ ormas tersebut.

Ketika mereka tidak bisa men-
sweeping miras yang dijual secara legal, maka dari itu mereka menggerebek miras yang dijual secara ilegal di warung-warung. Di titik ini sebenarnya mereka cukup membantu kepolisian. Karena sebenarnya miras yang dijual secara ilegal itulah yang banyak mengakibatkan banyak anak-anak di bawah umur dengan gampangnya bisa mengonsumsi miras. Bahkan banyak anak SD yang sudah mengonsumsi miras akibat sangat longgarnya kontrol pemerintah terhadap peredaran miras. Untuk miras yang dijual di tempat resmi, tidak akan memperbolehkan anak di bawah umur membeli miras. Namun di atas itu semua, miras tetap saja sama sekali tidak baik bagi kesehatan.

Ide mereka untuk menekan peredaran miras sbenarnya adalah sebuah usaha yang baik. Namun sebaiknya tidak perlu melibatkan kekerasan di dalamnya. Cukup dengan menggerebek, menyita mirasnya, dan dibawa ke kantor polisi sebagai barang bukti untuk menjerat penjualnya. Kalau perlu ketika melakukan penggerebakan disertai juga dengan perekamanan dengan
handycam yang nantinya bisa dijadikan bukti tambahan di pengadilan bahwa toko atau warung-warung tersebut menjual miras secara ilegal.

Ini bukan berarti sikap mendukung ormas-ormas tersebut. Namun untuk menekan peredaran miras yang telah meresahkan masyarakat (terutama bagi anak-anak di bawah umur), berbagai akses dan cara dibutuhkan. Namun tentunya dengan tanpa melibatkan kekerasan aktif.
(El Vegano)

betterday zine | juni 2010 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template