Rabu, 19 Mei 2010

Tanpa Bela Sungkawa


Tiap teman selalu saling pengertian dan care antara satu dengan lainnya. Untuk apa? Kadangkala ini tanpa alasan, karena memang begitulah fungsi pertemanan. Dalam pertemanan pun tidak terlalu memperhatikan background masing-masing. Perbedaan agama, ras, kelas sosial, pendidikan, hobi, dll hanya menjadi sebuah diferensiasi yang tanpa bermaksud memecah, namun lebih sebagai sebuah warna.

Seorang Straightedger pun harus bisa berteman dengan siapapun juga, baik sesama penganut Straightedge (SxE), maupun non-SxE. Ini tidak pernah menjadi masalah selama masing-masing mengerti porsinya masing-masing sebagai makhluk yang bersosialisasi. Sehingga ada negosiasi-negosiasi tertentu untuk saling menyesuaikan diri agar bisa selaras dengan sebuah keadaan nyata di dunia yang penuh perbedaan ini.

Namun masing-masing orang tentunya mempunyai hak untuk membuat sebuah keputusan yang menyangkut dirinya sendiri dalam level individu. Seperti seseorang yang memilih menjadi Straightedge, Vegan, pemuka agama, ateis, agnostik, feminis, dan sebagainya. Namun tentunya semua hak pribadi itu terbatasi oleh hak orang lain untuk tidak terganggu dengan apapun yang dipilih oleh orang lain tersebut.

Penganut Straightedge pun sangat bisa berteman dengan orang yang mengonsumsi rokok, alkohol, ataupun drugs. Masing-masing tidak bisa memaksakan apa yang mereka pilih dan jalani. Asalkan bisa saling menghargai, semua akan baik-baik saja. Lagipula di dalam hardcore sering menggaungkan slogan-slogan sikap ‘respect’, ‘tolerance’, dsb. Jadi jalankan saja, jangan hanya memperkaya ‘literatur’ hardcore, teriak-teriak, dan menyanyikan lirik seperti itu tapi kelakuannya nol besar.

Namun di atas semua itu tentunya kita tidak ingin teman dekat kita terjerumus dalam sebuah addiction atau kecanduan, baik terhadap rokok, alcohol, dan drugs. Jadi sebagai teman baik, kita mempunyai hak untuk mengingatkan bahwa apa yang mereka konsumsi itu (apalagi secara berlebihan) adalah tidak baik, merugikan tubuhnya, maupun bagi keluarganya. Ini bukan sebuah doktrin Straightedge, karena kita hanya mengingatkan teman kita agar tidak terjerumus ke dalam lubang yang lebih dalam.

Ketika teman kita itu ‘bandel’ dan tetap ngeyel dengan apa yang ia pilih (mengonsumsi rokok/alkohol/drugs), mungkin itulah level terjauh bagi kita sebagai seorang teman yang care. Selebihnya itu adalah pilihannya untuk melakukan apa yang ia ‘anggap’ tidak masalah bagi dirinya. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin sebagai teman / sahabat agar ia tidak terpeleset ke dalam ‘jurang’. Karena pengonsumsian barang-barang tersebut (terutama alcohol dan drugs) secara kontinyu serta dengan dosis yang semakin tinggi, berarti ia menghitung mundur waktu kematiannya. Dan apabila itu benar-benar terjadi, tentunya kita mempunyai hak pula untuk tidak berbelasungkawa. Sebagai teman kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan segala upaya. Namun ia bebal dan telah menjatuhkan pilihannya. Ia memilih untuk mati. No condolence to people who die by overdose. (El Vegano)
Related:
Artwork "No condolence to people who die by overdose" by Betterday, here!
Free!!!!


betterday zine, mei 2010, betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template