Senin, 10 Mei 2010

Mereka Mati Konyol


Akhir-akhir ini berita di media elektronik maupun cetak dihiasi oleh berita kematian orang-orang yang menenggak miras (minuman keras) oplosan. Beberapa bulan lalu di Jogja korban miras oplosan mencapai 16 orang. Tidak berhenti di situ saja, beberapa hari lalu kasus serupa terjadi di Cirebon di mana miras oplosan lagi-lagi menelan korban ‘pecintanya’ yang sedang berpesta miras tersebut. Berita terakhir (9/5/10) dari beberapa media elektronik menyebutkan korban mencapai 14 orang, dan ini masih bisa bertambah lagi. Bahkan ada berita terbaru hari ini (10/5/10) peristiwa menarik (tapi konyol) ketika ada seorang purnapraja (orang yang telah lulus, red) IPDN tewas gara-gara pesta miras untuk merayakan kelulusannya.

Banyak orang telah mengetahui bahwa miras (baik oplosan maupun yang labelized) banyak membawa petaka, namun tidak mau menyadari. Bahkan, secara ilmiah, miras tidak membawa dampak baik sama sekali, kecuali ‘hanya’ sugesti tertentu. Sedangkan sugesti bisa dibangun dengan metode apapun.

Mengetahui namun tidak mau menyadari’ itulah yang sering menjadi penyebab mengapa masih banyak orang mengonsumsi miras. Selebrasi terhadap pencapaian suatu hal dalam hidup tidak harus dengan melibatkan miras di dalamnya. Masih banyak cara lain yang bisa membuat momen terebut menjadi menyenangkan dan tidak terlupakan. Apalagi untuk kasus miras oplosan, di mana sudah banyak sekali orang-orang yang mengetahui bahwa miras jenis tersebut jauh lebih berbahaya dibandingkan miras-miras bikinan pabrik legal. Namun ‘ketidakmauan’ untuk sadar membuat mereka mengindahkan referensi-referensi kejadian yang mengakibatkan kematian bagi orang-orang yang menenggak miras oplosan.

Tentunya para pengoplos atau produsen miras ilegal ini pun harus ditangkap dan dijerat hukum secara tegas. Jangan jadikan generasi penerus menjadi korban miras tersebut.

Di atas semua itu seharusnya kesadaran orang semakin tinggi ketika mengetahui bahwa miras tidak membawa kebaikan bagi tubuhnya. Dan ketika mengetahui banyak orang tewas gara-gara miras, apakah kita perlu simpati? TIDAK. Itu pilihan mereka. Mereka memilih untuk mengonsumsi berarti mereka sudah mengetahui bahwa resikonya adalah kematian. Dan lagi, mereka ‘tidak mau’ untuk sadar. Sehingga ketika ternyata semakin banyak orang mengonsumsi miras (jenis apapun) yang akhirnya mengakibatkan kematian, it’s just their risk. Mereka mati konyol. That’s it. No sympathy to people who die by alcohol. (El Vegano)

Updated info (11/5/10): Korban tewas di Cirebon sudah mencapai 17 orang, dan 89 orang dirawat di rumah sakit.




betterday zine, mei 2010, betterdayzine.blogspot.com

 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template