Jumat, 26 Februari 2010

Perda Larangan Merokok di Tempat Umum


Menurut Tempo Interaktif (10 Juli 2007), Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) larangan merokok di kawasan-kawasan tertentu.

"Ini sudah menjadi keputusan bersama antara eksekutif dan legislatif. Jadi nanti kami harus segera menyiapkan ruang-ruang atau lokasi-lokasi mana saja yang boleh untuk merokok dan tidak boleh merokok," kata Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di kantornya, Selasa (Tempo Interaktif).

Namun hingga saat ini, ke mana Perda tersebut? Seperti hilang ditelan bumi, Perda tersebut serasa tidak terdengar lagi. Jangankan Jogja, bahkan Perda serupa di kota-kota besar lainnya pun seperti ditinggalkan oleh Pemerintah Daerahnya masing-masing.

Faktor kesibukan bisa menjadi salah satu penyebab seperti diabaikannya Perda ini. Namun pemerintahan selevel Pemerintah Daerah seharusnya mempunyai agenda-agenda matang demi bisa terlaksananya Perda Larangan Merokok ini.

Apabila Perda ini nantinya bisa dilaksanakan secara konsekuen, memang tidak semerta-merta langsung secara ekstrim bisa dijalankan secara menyeluruh. Karena Perda ini sendiri hanya membatasi kegiatan merokok di kawasan-kawasan tertentu saja, semisal
tempat ibadah, tempat institusi pendidikan, rumah sakit, puskesmas, dan seejenisnya. Namun sebatas apapun ketatnya Perda ini, tetap akan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitar.

Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto segera menerbitkan surat keputusan (SK) tentang kawasan larangan merokok di kompleks Balai Kota Yogyakarta menyusul keluarnya Peraturan Gubernur Nomor 42 Tahun 2009 yang mengatur hal yang sama. "Perokok yang ada di kompleks balai kota sudah mulai diatur dengan peraturan khusus yaitu larangan merokok setiap Jumat dan saat ini pun sedang dibangun tempat khusus merokok di kompleks balai kota," kata Herry di Yogyakarta, Rabu. Menurut dia, SK tersebut akan segera dikeluarkan setelah pembangunan ruangan khusus merokok yang terletak di timur gedung utama yang menjadi Kantor Wali Kota Yogyakarta tersebut selesai. Ia menyatakan mendukung adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, diantaranya mengatur kawasan tanpa rokok yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur
Nomor 42 Tahun 2009 tentang Kawasan Dilarang Merokok. (Republika Newsroom)

Segala agenda untuk memperketat pengonsumsian rokok (khususnya di tempat umum) harus tetap dilaksanakan. Ini demi kesehatan hidup manusia dan lingkungan. Bahkan rencananya Kartu Askes Gakin (Keluarga miskin) hanya akan diberikan kepada pemohon yang BUKAN PEROKOK. Kategori ini nantinya akan diklasifikasikan kepada para pemohon melalui intansi terkait, dalam hal ini puskesmas atau rumah sakit. Wacana ini terasa positif karena diketahui ternyata banyak rakyat miskin yang sakit kronis, bahkan sampai meninggal, gara-gara konsumsi rokok.

Berlakukan Perda Pelarangan Merokok! Berhenti merokok! Jangan hipokrit! (El Vegano)


betterday zine, 2010, betterdayzine.blogspot.com


The Truth on Cigarette
(watch this and be smart!)





 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template