Kadangkala kita merasa terasing ketika berada di tengah-tengah masyarakat dominan yang berbeda. Perasaan itu membuat kita merasa jauh dari orang-orang tersebut. Dan pada tingkat yang lebih parah, perasaan itu membuat kita semacam kehilangan jati diri yang sebenarnya.
Kita ingin menjadi apapun yang kita ingini. Namun kadangkala hal tersebut terhambat oleh ‘patokan’ sosial yang memberangus impian atau proses pendewasaan diri kita sendiri. Hal tersebut pun sering terjadi pada konsep diri. Bagi sebagian orang yang berkarakter strict akan mempertahankan apa yang ia pegang dan percayai. Namun bagi orang yang masih mencari-cari jati diri akan mudah terombang-ambing dengan berbagai pandangan dan realitas sosial yang menuntutnya untuk melepaskan apa yang ia percayai karena faktor eksternal tersebut. Hal ini pun terjadi di lingkup Vegan dan Straightedge.
Vegan merupakan sebuah gaya hidup berpantang makan daging dan semua produk turunannya yang mengandung konteks hewani, apapun itu. Sedangkan Straightedge menolak dengan tegas pengonsumian rokok, alkohol, dan drugs. Ketika kedua hal tersebut (Vegan dan Straightedge) dihadapkan pada level individu, tentunya tidak akan ada masalah besar. Karena apapun gaya hidup itu, adalah pilihan personal. Namun ketika dihadapkan pada level sosial kadangkala akan mendapatkan kendala berupa pola pikir orang-orang yang berbeda dengan kita sebagai penganut Vegan dan atau Straightedge. Merupakan sesuatu yang wajar ketika orang lain dari masyarakat mainstream (dominan) melihat kita sebagai orang yang ‘aneh’ karena menjalankan gaya hidup yang menurut mereka ‘kurang lazim’.
Daging, bagi sebagian besar masyarakat merupakan menu biasa yang dikonsumsi sehari-hari. Dan ketika dihadapkan pada masalah kesehatan yang diakibatkan oleh daging, kebanyakan dari mereka hanya ‘mengurangi’ konsumsi daging, bukan ‘absen sepenuhnya’ dari pengonsumian daging yang notabene merupakan penyebab utama penyakitnya. Bagi kaum Vegan (termasuk kaum Vegetarian yang benar), ‘absen sepenuhnya’ dari makan daging merupakan gaya hidup yang melekat dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga tidak ada alasan untuk “on-off” dalam menjalaninya.
Sedangkan (sebenarnya) untuk Straightedge tidak menjadi masalah besar, karena apa yang dilawan dalam konsep Straightedge adalah hal-hal yang memang merugikan tubuh, bahkan narkoba sekaligus merupakan barang ilegal di negara ini dan di dunia. Namun Straightedge (sama dengan Vegan) adalah sebuah komitmen diri. Maksudnya, orang yang ‘berani’ mengklaim diri sebagai Vegan, Vegetarian (yang benar), dan Straightedge adalah orang-orang yang sudah mempertimbangkan masak-masak dengan akal sehat sebelum memutuskan mengklaim diri dan menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari dengan sangat menghindari pilihan untuk gagal.
Banyak tantangan yang datang dari luar (eksternal) ketika kita sudah bisa melewati semua tantangan dari dalam (internal). Contoh nyata, ada seseorang yang failed dari gaya hidup Vegan/Vegetarian yang pernah diklaimnya dengan mantap di masa lalu hanya karena alasan “menu makanan Vegetarian/Vegan yang susah dicari”, ataupun “lingkungan yang non Vegetarian/Vegan yang tidak mendukungnya untuk tetap menjaga komitmen diri yang pernah dia buat”. Bahkan ada juga beberapa orang yang memutuskan untuk gagal menjalani Straightedge dengan alasan sederhana seperti “tidak enak dengan teman-teman hangout yang sebagian besar minum alkohol”, “rekan-rekan di lingkungan kerja yang sebagian besar merokok atau minum alkohol”, ataupun kegagalan yang ia pilih sendiri tanpa adanya alasan sehingga membuat ia tampak bodoh seperti keledai.
Kondisi tersebut memang nyata. Tantangan tersebut memang nyata, dan bahkan seringkali sudah ada di depan mata kita. Namun semua itu bisa dihadapi dengan sebuah keberanian besar. Keberanian di sini berarti kita harus berani menolak untuk mengonsumi apapun yang melawan hal yang kita percayai (dalam lingkup ini Vegan, Vegetarian yang benar, dan atau Straightedge). Kita juga harus berani untuk tetap berteman dengan siapapun yang berbea dengan kita, tidak perlu menghindar, namun bersosialisasi dengan lebih luwes, jitu, dan tetap mawas diri. Kita juga harus berani dan kreatif untuk mencari semua hal mengenai apa yang kita percayai, mulai dari tempat-tempat makan Veggie, bahan makanan Veggie, info cara memasak Veggie, info-info kesehatan yang menunjang gaya hidup Vegan/Vegetarian, info mengenai bahaya rokok/alkohol/narkoba, dan harus selalu berani untuk mempertahankan apa yang telah kita deklarasikan sebelumnya dalam bentuk komitmen diri. Never be afraid.(El Vegano)
BETTERDAY ZINE adalah sebuah media alternatif (independent magazine) seputar gaya hidup Vegan, Straightedge, dan scene hardcore/punk yang versi cetaknya telah lahir sejak tahun 2001. Hingga kini Betterday sudah mencapai edisi #26 yang terbit bulan Oktober 2011. Bulan ini akan terbit edisi #27. Esai/artikel di blog ini adalah beberapa highlight dari tulisan yang pernah diterbitkan di versi cetak, ditambah beberapa esai/artikel yang sifatnya updated serta beberapa lainnya yang tidak dimuat di Betterday versi cetak. Untuk info apapun seputar Betterday zine, silakan email ke: betterday_zine@yahoo.com
DECLARATIONS adalah sebuah band Straightedge asal Rochester, New York. Klik di gambar untuk membaca interviewnya.
Interview with SERIGALA MALAM
SERIGALA MALAM, band toughguy hc New York style dari Jogja yang jam terbangnya gila-gilaan. (Klik di gambar)
Interview with xEYE OF JUDGMENTx
xEYE OF JUDGEMENTx adalah sebuah band Vegan Straightedge Militan asal Belanda. Baca interviewnya dengan mengklik pada gambar.
Interview with xBRAVEHEARTx
xBRAVEHEARTx, band oldschool Straightedge Jakarta yang sudah lama malang-melintang di scene hc. Klik di gambar untuk membaca interviewnya.
Interview with xKINGDOMx by Overture Zine
Interview xKINGDOMx (sebuah band Vegan Straightedge aggressive hardcore yang 'keras' asal Philadelphia) oleh OVERTURE ZINE. Klik di bagian gambar dan baca interview lengkapnya!!!
Interview with BAKUHANTAM
Seebuah band beatdown hardcore asal Jogja yang juooss punya!! Hard music, nice persons! Baca interviewnya dengan mengklik pada foto.
Straightedge Tidak Ekslusif
Pilihan menjalani Straightedge seringkali menimbulkan beberapa pertanyaan dari sebagian orang di dalam scene. Beberapa pertanyaan yang sering terlontar adalah “Buat apa kamu mengklaim diri segala?”, atau “Cukuplah kamu berhenti ngerokok atau minum alcohol, tapi nggak perlu menjadi Straightedge.” Baca selengkapnya dengan mengklik pada gambar.
Ray Cappo Got SELLOUT!?
Sudah bukan rahasia lagi tentang kenyataan Ray Cappo (eks-vokalis YOUTH OF TODAY, BETTER THAN A THOUSAND, dan SHELTER) telah sellout alias berkhianat terhadap komitmen dirinya sebagai Straightedger. Dia adalah salah satu Straightedger 'keras' di masanya (80an akhir). Sehingga menjadi penting untuk menampilkan info ini sebagai peringatan (khususnya kepada para Straightedgers) bahwa tidak perlu mengikuti langkah hipokrit seperti Cappo. (Klik di gambar untuk membaca artikelnya)