Sabtu, 20 Februari 2010

Menyiasati Pola Makan Vegetarian dan Vegan


Banyak alasan orang untuk memutuskan dan ‘mengklaim’ menjadi Vegetarian. Ada yang karena alasan kesehatan, terbiasa sejak kecil tidak makan daging, spiritualitas tertentu, atau bagian dari gaya hidup.

Pada dasarnya, pola makan Vegetarian adalah satu pengaturan makan yang baik. Seperti dijelaskan oleh Retno Pangestuti DCN MKes, ahli gizi dari Rumah Sakit Dr Sardjito, Jogja, ada tiga jenis Vegetarian yaitu:

* Vegetarian murni (pure Vegetarian atau VEGAN).
Penganut Vegetarian jenis ini tidak mengonsumsi (apapun) lauk dari hewani.
* Lakto Vegetarian.
Masih mengonsumsi susu, sebab susu mereka anggap bukan termasuk daging.
* Ovo-lacto Vegetarian.
Masih mengonsumsi susu dan telur. Mereka hanya tidak mengonsumsi daging berwarna merah.

Menurut Retno, pola makan Vegetarian dianjurkan bagi orang-orang yang menderita dislipidemia atau hiperkolesterol. Namun, tentunya cara pengolahan makanan mesti diperhatikan. Semisal, apabila memasak tempe dan atau tahu sebaiknya tidak selalu hanya digoreng saja, namun juga dibuat menu masakan yang lain agar bisa mengurangi kolesterol yang muncul dari proses penggorengan dengan minyak.

Memang, sejatinya, kolesterol HANYA berasal dari bahan pangan hewani. Namun, kadang-kadang asupan jenis lemak dari tumbuh-tumbuhan seperti santan, juga bisa mempengaruhi kadar kolesterol yang sudah ada dalam tubuh. Jadi, bagaimana sebaiknya? Dalam sekali makan, akan lebih baik tidak mencampur antara minyak dengan santan. Artinya, kalau lauk sudah digoreng atau diolah dengan minyak, maka sayurnya sebaiknya tidak menggunakan santan, begitu pula sebaliknya.

Selain baik untuk penderita dislipidemia dan kolesterol, pola makan Vegetarian juga akan membuat penganutnya mendapat asupan berbagai jenis vitamin dalam kadar yang cukup tinggi. Sebut saja misalnya vitamin A, B, C. Bukan rahasia lagi, di dalam tubuh vitamin-vitamin itu berperan sebagai antioksidan. Itu sebabnya, kulit seorang penganut Vegetarian/Vegan umumnya lebih segar.

Namun, pola makan Vegetarian kadangkala memiliki sedikit hambatan. Salah satunya, seperti pernah dikatakan oleh Dr Hardinsyah, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), penganut pola makan Vegetarian cenderung kekurangan seng (zinc). Akan tetapi hal ini ternyata tidak menjadi masalah karena bisa dioepnuhi dengan cara banyak mengonsumsi kacang-kacangan dan produk-produk dari kedelai. Selain kekurangan seng, penganut Vegetarian bisa juga terancam kekurangan vitamin B-12 apabila tidak memperhatikan pola makannya. Vit B-12 banyak terdapat pada bahan pangan hewani seperti ikan, susu dan produk-produk turunannya, telur, serta daging. Menurut Hardinsyah, kekurangan vitamin B-12 bisa diatasi dengan banyak makan tempe. ''Penelitian terakhir membuktikan bahwa makanan hasil fermentasi seperti tempe banyak mengandung vitamin ini (B-12),'' katanya. Sehingga kaum Vegan tidak perlu kuatir kekurangan vitamin ini.

Ditambahkan oleh Retno, penganut Vegetarian kadangkala mengalami anemia. Mengapa demikian? Sebab, penganut Vegetarian umumnya hanya mengonsumsi protein nabati. Padahal, nilai biologi dari protein nabati ini lebih rendah dibanding protein hewani. ''Maksudnya nilai biologi di sini adalah, di dalam tubuh, protein hewani akan menghasilkan manfaat yang lebih banyak dibandingkan dengan protein dari nabati,'' jelas Retno.

Karena asupan protein hewani yang kurang itulah, seorang penganut Vegetarian lebih rentan terhadap anemia. Adapun gejala anemia adalah cepat lelah, pusing, berkunang-kunang, dan tampak pucat. Jika seorang penganut Vegetarian menderita anemia, maka dia harus berusaha meningkatkan asupan proteinnya. Caranya, konsumsilah suplemen untuk meningkatkan asupan Fe (zat besi). Ini dilakukan jika ia memang tidak bisa atau tidak memungkinkan mendapat asupan zat besi secara alami. Protein tinggi ada pada telur. Sehingga bagi kaum Vegan bisa mendapatkannya dari kacang-kacangan seperti tempe dan tahu. Selain memberikan asupan protein, kacang-kacangan juga merupakan sumber kalsium. Sekadar gambaran, untuk setiap 100 gram kacang tanah, mengandung 730 miligram kalsium. Sementara kacang kedelai, untuk setiap 100 gram, mengandung 227 miligram kalsium.

Dengan begitu, penganut Vegan TIDAK PERLU MERISAUKAN soal pemenuhan kalsium, apalagi bagi penganut lacto-Vegetarian yang masih mengonsumsi susu dan hasil olahannya. (El Vegano)

Referensi: Republika



betterday zine, 2010, www.betterdayzine.blogspot.com


 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template