Kamis, 04 Februari 2010

Interview with xBlowRaspberryx of Overture Zine





Kali ini Betterday Zine berkesempatan mewawancarai xBlowRaspberryx yang mungkin sebagian dari kamu-kamu sudah mengetahui atau mengenalinya baik secara personal maupun dari beberapa media yang dikelolanya seperti Overture Zine, Carven Secret Zine, dan Euphoria Zine (PDF). Seorang perempuan, seorang Feminis, seorang Vegan, seorang Straightedger, seorang tuff wife (hehe!), seorang scriptwriter, seorang editor, seorang desainer grafis, dan ‘seorang-seorang baik’ lainnya ini membuat Betterday zine tertarik untuk mewawancarai dan memuat interview ini.

Pada kesempatan ini akan sedikit digali sudut pandang Feminisme yang sifatnya memang cukup subyektif dikarenakan tidak adanya sebuah definisi “resmi” tentang Feminisme itu sendiri, dan sangat banyaknya tipe Feminisme yang eksis di dunia. Ini membuat Betterday Zine tertarik untuk membuat wawancara ini, selain faktor plus

Ok, it’s enough for the intro. Just check this out to know more about her thoughts. Open your mind to read this.


Hai Blow, apa kabar? Lagi sibuk apa aja sekarang-sekarang ini?

Hi Nu, aku baik. Kamu apa kabar? Udah lama nih engga ketemu, hehehe! Duh duh intronya berat amat hehe! Aku engga segitunya koq. Nepotisme tuh, haha! Sekarang-sekarang ini aku lagi sibuk kerja, sama tugas penelitian kecil-kecilan dari kampus dan lagi nyiapin skripsi. Tahun depan aku lulus duh senangnya.. Titelnya jadi banyak hehehe!


Tolong ceritakan awal mula kamu tertarik untuk membuat Overture Zine hingga sekarang sudah mencapai edisi #8...

Pas waktu itu aku lihat koq engga ada zine yang dibuat oleh cewe yang bener-bener menyuarakan apa yang dia pikirkan. Kebanyakan cuman cerita-cerita kehidupan pribadinya yang sebenernya engga berguna untuk orang lain. Yang membuat adanya persepsi cewe itu engga bisa bikin zine berbobot. Dari kesebalan ini aku mau kasih unjuk keorang-orang cewe itu bisa bikin zine dan menulis pernyataan-pernyataan sikap tegas dan berbobot. Berhubung menulis itu hobiku maka bergulirlah Overture hingga edisi yang ke-8 ini. Selama aku masih bisa menyisakan waktu, punya kesempatan dan masih mampu, kenapa engga.


Overture Zine secara gamblang menampilkan, menawarkan, bahkan mempropagandakan isu-isu seputar Feminisme, Veganisme, dan Straightedge. Kenapa kamu memilih isu-isu tersebut?

Jawabanya sangat simpel karena aku memeluk semua isme itu, hehe! Tapi aku menawarkannya dengan sudut pandangku. Apa yang aku baca, apa yang aku lihat, dan apa yang aku dengar aku tuangkan kedalam Overture. Koq kesannya personal banget ya? La kan zine­-ku emang zine personal sesuai dengan slogan yang selalu mejeng di kover depan Overture.


Walaupun Betterday Zine belum pernah mengangkat isu Feminisme (selain karena politik redaksional yang memang menegaskan bahwa Betterday bukan zine Feminisme, editor Betterday pun bukanlah seorang Feminis), namun rasanya perlu juga sesekali mengangkat sebuah isu yang hingga saat ini tetap hangat dan masih menjadi kontroversi di masyarakat, bahkan antar sesama Feminis sekalipun. Menurutmu, apakah deefinisi Feminisme itu sendiri?

Menurut pendapatku secara personal, Feminisme adalah sebuah ideologi yang memperjuangkan hak-hak perempuan yang selama ini dikubur dalam-dalam oleh patriarki. Sebuah kerangka berpikir yang berani menggugat budaya patriarki yang mendominasi dari abad 18. Sebuah ideologi yang memperjuangkan perempuan menjadi seorang manusia seutuhnya, bukan ”the others” atau ”the second sex”. Feminisme itu berwajah ganda hingga tidak menutup berkembanganya aliran-aliran baru dalam feminisme, dan feminisme itu sangat fleksibel sesuai dengan apa yang perempuan rasakan pada saat itu. Tetapi feminisme punya batas-batas dan patokan-patokan sebagai “rel” agar feminisme itu sendiri tidak keluar jalur dari dasar feminisme itu sendiri.


Apakah setiap perempuan bisa dibilang sebagai seorang Feminis? Mengapa?

Engga dong.. Setiap perempuan engga bisa dibilang sebagai seorang feminis. Feminisme itukan sebuah ideologi, nah yang bisa disebut sebagai feminis ya orang yang menjalankan ideologi tersebut dan kerangka berfikirnya sesuai dengan ideologi tersebut. Engga semua orang yang engga merokok, minum alkohol dan drugs, itu bisa bisa dibilang Straightdege kan? Hehehe! (Semacam ”merk dagang” yang ditawarkan, kan? Hehehe! Red)


Apakah setiap pejuang hak-hak perempuan bisa dibilang Feminis? Mengapa?

Engga dong. Engga semua pejuang hak-hak perempuan adalah feminis. Kecuali kamu nyari arti kata itu didalam kamus, hehehe! Ya jawabanya sama diatas. Bila pergerakan mereka bukan berbasiskan ideologi feminisme maka pejuang hak-hak perempuan tersebut engga bisa dibilang mereka adalah feminis. Ini yang sering banget orang salah kaprah mengenai apa itu feminisme. Aku sangat menghormati Ibu Kartini, tetapi aku menolak bila beliau disebut sebagai seorang feminis, karena seorang feminis tidak mungkin mau dipoligami seperti yang dilakukan oleh Ibu Kartini yang akhirnya mati sangat tragis karena jiwanya tertekan. Tetapi kenapa kesalahan persepsi ini terjadi? Silahkan salahkan politik Orde Baru yang mengkonstruksi hal ini, hehehe!


Seiring perkembangan jaman, banyak sekali lahir dan berkembang tipe-tipe Feminisme yang bisa dibilang sebagai gaya-gaya yang berciri-khas sendiri. Bisa dijelaskan sedikit mengenai tipe-tipe Feminisme yang berkembang sekarang ini? Terutama di Indonesia.. Dan kamu sendiri tergolong Feminis yang tipe apa?

Setauku sekarang-sekarang ini tidak ada aliran feminisme baru yang berkembang, terakhir yang aku tau itu Post-Feminisme, sebuah jenis feminisme baru yang banyak kontroversinya baik didalam feminisme itu sendiri maupun diluar feminisme. Kalau di Indonesia aku agak sedikit bingung karena feminis disini itu seringnya tidak tegas tentang pernyataan sikap sebagai seorang feminis. Tetapi yang aku lihat bila didunia intelektual yang berkembang itu feminis teologi nah kalau yang di underground hehe! Kayaknya lebih banyak feminis sosialis dan Marxis. Tapi kayanya loh, abis aku engga pernah bikini survei tentang ini, hehe! Kalau aku feminis santai tapi serius, hehehe! Aku feminis liberal. It’s my political life, hehehe!


Isu pro-life dan pro-choice sering menjadi perdebatan sengit yang sering tanpa berujung. Apakah seorang Feminis harus menjadi seorang pro-choice seperti apa yang dipahamai orang-orang awam? Kamu sendiri pro-life ataukah pro-choice?

Kalau ngomongin pro-life dan pro-choice itu sama halnya dengan ngomongin anti-pornografi dan pro-pronografi. Engga harus dan engga wajib, hal ini sama seperti menjadi feminis engga harus pro-pornografi, jaman dulu feminis radikal itu anti-pornografi, eh sampai sekarang juga anti-pornografi ding, hehehe!. Jadi persepsi orang awam bahwa feminis itu harus pro-choice dan feminis itu pro-pornografi, itu salah kaprah banget! Kalau aku sendiri, aku lebih suka menyebutnya dengan ”realistis”, apa yang dibutuhkan saat itu ya lakukan hal yang sesuai dengan yang dibutuhkan saat itu, tetapi kalau konteksnya aborsi tentu aku seratus persen pro-choice.


Bagaimana kamu memandang hak-hak perempuan Indonesia sekarang ini, apakah sudah terjadi kesetaraan jender? Apakah paham Feminisme masih perlu untuk eksis dan bahkan melakukan gebrakan-gebrakan dalam rangka memperjuangkan kesetaraan jender?

Wah, apalagi di indonesia Nu, kesetaraan jender itu masih merupakan perjalanan yang sangat panjang dan sangat melelahkan. Iya dong, feminisme itu masih harus terus hidup selama kesetaran jender itu belum tercapai. Kemaren aja, Nu, pas pembentukan peraturan Pemilu yang baru, pihak perempuan terutama para feminis mengajukan bahwa partai politik harus memuat 30 persen suara perempuan aja dicacimaki habis-habisan, dibilang engga masuk akal dan kelewatan batas. Bayangkan hanya minta jatah 30 persen dibilang kelewatan batas apalagi minta 50 persen. Kabar yang membahagiakan permintaan 30 persen itu akhirnya dikabulkan setelah perdebatan yang sangat panjang.


Apa konsep kesetaraan jender sendiri menurutmu?

Menurutku secara personal kesetaraan jender itu di mana engga ada lagi tuh cewe harus begini cowo itu harus begitu. Orang engga lagi memandang aneh saat naik ojek tukang ojeknya perempuan. Cowo yang memilih bekerja di bidang fashion, salon, atau pekerjaan yang identik dengan perempuan, tidak lagi dikatakan banci atau homo, karena tidak semua cowo yang bekerja di tempat tersebut adalah orang yang menyukai sesama jenis. Tidak ada lagi itu namanya kekerasan atau subordinasi jender. Wanita dan pria hanya sebagai pembeda jenis kelamin bukan lagi pembeda status sosialnya. Bila melihat wanita mereka melihat seorang manusia yang sama saat mereka melihat seorang pria. Dan sebagai tambahan, harap untuk melihat kesetaran jender jangan memakai patokan-paotokan kecil atau bahkan standart diri sendiri. Yang namanya perempuan atau wanita lah (hehe!) itu ya wanita sejagat raya ini. Bukan aku atau teman-temanku. Mentang-mentang aku bisa bekerja dan dapat menikmati beberapa fasilitas, terus dengan seenaknya aku bilang kesetaran jender tercapai. Bagaimana dengan perempuan yang dijual oleh orang tuanya sendiri karena dia adalah ”perempuan” bagaimana perempuan-perempuan yang tidak punya atap untuk berteduh yang setiap hari dilecehkan secara sexsual karena dia adalah perempuan? Bahkan engga perlu jauh-jauh kejadian ini terjadi pada mantan pembantuku. Dia diberi obat tidur dan diperkosa oleh kakak iparnya sendiri, tetapi dia yang malah dihajar habis-habisan oleh orang tuanya, bahkan kakaknya sendiri menyiram air panas ke badannya. Kakak iparnya gimana, dia engga dia apa-apain.. Karena menurut banyak orang terutama orang-orang yang berpendidikan rendah bila ada tindak perkosaan yang paling bersalah adalah ”perempuan”. Aku naik pitam dengernya. Aku langsung ngomong ke keluarganya pembantuku, kalau perbuatan tersebut adalah perbuatan kriminal dan bisa dijatuhi hukuman penjara. Dan aku bilang pembantuku adalah korban, bukan yang harus menerima semua kemurkaan. Dan bila tidak ditindaklanjuti dengan adil, aku bakal lapor polisi, hehe! Makanya bagi orang-orang yang engga mengerti benar yang dimaksud dengan kesetaran jender harap tutup mulut. Engga usah berkoar-koar bilang kalau keseteran jender sudah tercapai. Shut up your fuckin mouth! Apalagi bila ngomong itu di depanku, ati-ati aja, karena aku bakal kesel banget dengernya, wajahnya Ibu penjual lontong yang babak belur digebukin suaminya karena dia dilarang bekerja diluar rumah bakal kusumpel ke mulutnya. Hahahaha! (Setuju, kesetaraan jender memang belum tercapai. Kita ga bisa memandang nasib perempuan secara individual saja, tapi harus secara kolektif yang lebih luas, komunitas, dan bahkan masyarakat dunia. Lihat, masih banyak perempuan yang menderita, tersiksa, dan terpinggirkan. Red)


Seperti halnya di paham-paham yang lain, di dalam Feminisme pun terdapat paham Feminisme radikal. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu setuju dengan itu?

Kalau menurutku sih oke-oke aja, asal yang menganutnya mengerti apa yang dimaksud dengan feminisme itu apa, radikal itu apa, dan feminisme radikal itu apa. Lagipula di setiap isme pasti ada aliran garis kerasnya, hehe!


Apakah kamu setuju dengan beberapa Feminis radikal yang secara sengaja mengangkat rahimnya sebagai wujud nyata bahwa ia memiliki hak penuh atas tubuhnya dan reproduksinya?

Kalau dengan alasan itu aku setuju banget dan seratus persen mendukung. Tetapi banyak feminis radikal yang aku kenal selalu menambahkan bahwa mereka melakukan hal tersebut dikarenakan anak adalah simbol perbudakan laki-laki terhadap wanita, nah kalau yang ini aku engga setuju banget, hehehe! Kita harus kembali ke dasar untuk melihat hal ini. Wanita dan pria mempunyai seperangkat jenis kelamin yang saling melengkapi untuk proses regenerasi, kita engga bisa memungkiri hal ini. Nah sebagai makhluk individu keputusan mempunyai anak atau tidak, adalah hak mutlak keputusan individu tersebut. Tetapi sangat picik sekali bila menyebutkan anak adalah simbol penjajahan pria terhadap wanita. Emang dia lupa ya.. dulu dia itu lahir di dunia ini sebagai apa? Emangnye langsung tiba-tiba ada begitu aje, hehehe! La mo regenerasi gimana caranya? Kan kloning belum bisa secara bebas, hehehe! Keputusan tidak mempunyai anak adalah keputusan mutlak seorang wanita, tetapi bukan berarti wanita yang ingin punya anak lalu dibilang budak patriarki dan dicemooh, dan begitu juga sebaliknya. Semua hal yang berhubungan dengan reproduksi adalah hak 100% individu yang mempunyai tubuh tersebut - reproductive rights.


Bagaimana pula dengan konsep pernikahan di dalam Feminisme menurutmu? Apakah kamu setuju dengan konsep pernikahan secara institusional?

Pada jaman dahulu para feminis menganggap bahwa pernikahan adalah sebuah penjara, mereka sering menyebut bahwa pernikahan adalah ”sangkar emas”. Dipuji sebagai seorang Ibu tetapi dipenjara sebagai manusia. Feminisme sebenarnya engga ada hubunganya dengan sikap tidak menikah. Tetapi dalam membuat keputusan untuk atau engga menikah, perempuan punya hak mutlak untuk memilih, dan bagaimana hak dan kewajibannya dia dalam ”pernikahan”, ini baru yang tertera dalam feminisme. Secara pribadi jujur aku engga setuju, kita engga usah ngomongin institusi agama ya, karena aku paling males ngomongin sesuatu yang sifatnya metafisis, hehe! Kita lihat dari intitusi hukum aja, orang menikah menurut lembaga hukum agar hak dan kewajibannya dilindungi secara hukum tetapi yang terjadi sering engga sesuai dengan teori, terus buat apa menikah bila hak dan kewajiban kamu engga dilindungi oleh hukum? Balik lagi kedasar sebenarnya yang dimaksud dengan menikah itu apa sih? Apakah hanya peresmian hubungan seks secara agama dan sosial? Kalau iya, engga usah disakral-sakralin, biar keris aja yg disakralkan sama Ki Joko Bodo, hehehe! Sebenernya yang sakral itu komitmennya bukan peresmian diatas kertas atau kitab. Kalau katanya Siti Nurhaliza, cinta ku bukan diatas kertas, hahaha! (Yups, I agree! Yang penting memahami dan mempunyai sikap terhadap sebuah hubungan. Red)


Beberapa waktu lalu media-media massa cukup gencar dengan berita mengenai Syekh Puji yang menikahi anak perempuan yang masih berusia 12 tahun. Saya yakin kamu tidak setuju, saya aja sangat tidak setuju. Jangan-jangan dia mengidap pedofilia akut. Hahahaa!! Bagaimana hal tersebut kalau dilihat dari perspektif Feminisme yang kamu anut?

Bener tuh itu pedofilia super akut, eh dia ada temenya yang sekarang ikut-ikut mejeng di Tv yang nikah sama perempuan usia 7-9thn. Edan! Ini jaman kapan sih? Jaman jahiliyah ya? Hahaha! Katanya salah satu syarat agama itu fleksibel, sesuai dengan jaman? Nah kalo begini ya salah kaprah! Bila dalam sudut pandang feminisme ini namanya politik tubuh perempuan. Keangkuhan patriarki. Pria yang mempunyai kekuasaan dan kekuatan lebih, semena-mena merenggut tubuh perempuan dan dijadikan sebuah simbol kekuasaannya atau kebesaranya. Bila tubuh perempuan dalam kekuasaan mu, kamu lah pemenang dan pemimpinya. Cihh menjijikan sekali!


Apakah kamu setuju dengan disahkannya RUUP (Rancangan Undang-Undang Pornografi) menjadi Undang-Undang? Mengapa?

Kalau dengan draft pasal-pasal seperti itu jelas aku menolak dengan tegas! Penjelasan arti kata ’pornografi’ aja kaya penjelasan anak SD ck..ck..ck.. Katanya UU ini udah digodok 7 tahun, tapi hasilnya cuman kaya gini. Gila, duit rakyat dibuang hanya untuk UU yang jelas sangat bego banget. UU ini engga sesuai dengan Pancasila. UU ini sudah menyalahi sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia dan sila persatuan indonesia. Dan UU ini udah menodai budaya nasional yang merupakan salah satu alat pemersatu bangsa Indonesia. UU ini sangat jelas unsur agamanya sangat jelas, karena saat ditanyai UU ini untuk menutup aurat. Untuk membuat kebijakan di indonesia tidak boleh berdasarkan agama, karena Indonesia bukan negara berbasiskan agama tertentu. Tetapi UUP sarat dengan kata-kata ”aurat”, yang akhirnya membuat ketidak jelasan apa yan dimaksud dengan pornografi dan batasan-batasannya. Dan yang aku denger-denger dari sumber terpercaya, katanya pas pengesahan UU itu kata-kata ”Allahu akbar” itu diteriak-teriakan didalam ruangan itu. Dimata hukum, UU ini sangat cacat, karena hukum yang kuat itu hukum yang tidak dapat diinterpretasikan bermacam-macam. Jelaskan kenapa aku menolak. Aku bukan hanya sekedar menolak tetapi engga ada alasan, kaya para pansus UUP itu buat UU pornografi tapi engga punya alasan kuat kenapa ngotot UU ini harus segera di gol’in. Indonesia itu bukan cuman Jakarta! Papua, Sulawesi Utara, Bali dan sekitarnya akan mengajukan UU ini ke makamah konstitusi bila Presiden menandatangi UU ini dan bila UU ini tetap gol, mereka menuntut otonomi istimewa didaerahnya atau mereka mengancam akan berpisah dari Indonesia. Kenapa mereka begitu? Karena UUP engga adil untuk mereka, lalu alinea dalam pancasila yaitu ”keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia” dan ”Persatuan Indonesia” itu kemana? Diumpetin dibalik jenggot haha! Dan bila otonomi istemewa itu diberikan lalu bagaimana rakyat Indonesia lainya yang juga tidak setuju? Apakah orang-orang tersebut harus pindah rumah ke bali, Sulawesi Utara atau papua? Hahaha! Belum lagi ya itu lagi UUP ini salah satu bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Kenapa? Karena itu semua tertuju kepada onderdilnya perempuan semua. Kalo UUP itu engga diskriminasi koq majalah kesehatan cowo atau body building itu engga diatur-atur. Kan mereka juga pamer-pamer badan dan lekuk-lekuk tubuh. Apakah hanya cowo yang bisa terangsang birahinya, sedangkan perempuan engga? Apakah semua cowo hanya terangsang pada perempuan dewasa? Lalu apakah buku-buku biologi yang menampilkan gambar-gambar alat kelamin itu akan dibredel atau diberi kebijakan untuk menutup gambar-gambar tersebut? Kalau yang terakhir ini dilakukan siap-siap aja menerima kehancuran, karena UUP ini merupakan bahaya laten. (Yang ini aku setuju banget! Ini merupakan konspirasi beberapa kekuatan politik tertentu di Indonesia. Bullshit, mutherfucker!! Red)


Selain Feminis, kamu juga adalah seorang Vegan dan sekaligus Straightedge. Apa yang melatarbelakangi kamu memilih menjalani gaya hidup Vegan? Dan apa pula yang melatar belakangi kamu mengklaim menjadi seorang Straightedger?

Bener sekali itu, yang buat aku susah cari pasangan, hehe! Tapi aku beruntung banget punya suami yang pengertian banget yang ngertiin isme yang aku pegang. Apalagi di Indonesia ini, feminisme engga semua orang bisa nerima. Eh koq malah curhat! Hehe! Aku memilih jadi Vegan karena menurutku tanggung kalau cuman jadi Vegetarian, hehe! Ya selain alasan kesehatan, animal rights juga issue yang melatarbelakangi aku menjadi Vegan. Aku jadi Straightedge soalnya Straightedge itu keren, hehehe! Udah komitmen seumur hidup, pernyataan sikap yang sangat tegas, media propaganda dan tough comitment lagi, kalau engga tough engga mungkin banyak yang lari mengaku kalah sebagai pecundang dari medan perang, hehehe!


Bagaimana kamu memaknai paham-paham tersebut yang mengandung nilai one-life commitment?

Sekali mengucapkan sumpah ”True Till Death”, sesusah atau seberat apapun kamu harus selalu menjaganya sampai titik darah penghabisan, hehehe! Vegan untuk selamanya dan Straightedge sampai mati.


Bagaimana pula dengan sellout?

Sellout itu orang-orang kalah. Orang-orang payah!! Kalau emang jadi Straightedge ya jadilah Straightedge. Bila emang mau minum alkohol atau ngerokok ya silahkan dan engga usah jadi Straightedge dari awal..Kan lucu banget abis mencap jidatnya menjadi Straightedge terus bilang gini ”Eh, cuy mabok wine atau Jack-D yukss,” atau ”Gila nih lapen nendang banget.” Hauahuhaa! Apa orang kaya gini masih punya kredibilitas? Apa orang kaya gini masih pantas punya Respect dari orang lain? Apa orang kaya gini masih bisa dipercaya? Jawabanya ENGGA! Jangankan dipercaya orang lain, bahkan dirinya sendiri aja udah engga bisa mempercayai dirinya sendiri yang membatalkan janji yang dia buat sendiri untuk dirinya sendiri. Temenku bilang, mereka bebas jadi sellout dan kita bebas mencacimaki mereka sampe mereka mati. Yang ra terimo gelut wae engga usah banyak cingcong! Hahaha! Koq keras banget? Straightedge kan emang keras kalo urusan sellout hehe! Tetapi sebenarnya kritik terhadap sellout, bukan hanya dilontarkan para Straightedge. Seharusnya orang yang non-Straightdege, juga harus mengkritisi para sellout. Kenapa? Karena agar scene berkembang menjadi scene yang pintar. Malu dong kalo scene isinya orang sellout semua, hihihi! Ingat, mengkritik itu artinya beda jauh banget dengan ”kamu tidak mau berteman lagi dengan orang itu”. (Yups, scene dibangun oleh orang-orang yang mengerti benar arti konsekuensi. Red)


Selain Overture, kamu juga membuat dan mengelola Carven Secret Zine dan Euphoria Zine. Apa kabar kedua zine tersebut? Tolong ceritakan sedikit dong...

Tersendat-sendat, hehehe! CS lagi stuck di gambar. Euphoria stuck di waktu nyebarin lewat internetnya, hehehe! Mau bantuin? Aku bakal seneng banget. Oia aku juga baru bikin blog tentang kegiatan traveling-ku, tapi ya itu lagi engga update juga, hahaha! Euphoria itu zine very personal banget, tapi bukan tentang kehidupan pribadiku tetapi kehidupan pribadi orang-orang yang curhat sama aku, dari curhatan mereka aku ubah menjadi sebuah prosa, cerpen, atau puisi yang manis. Inspirasi kan bisa datang darimana aja hehe! Kalo Carven Secret zine itu zine puisi tentang kehidupan yang dibalut dengan kata-kata cantik, hehe!


Zine-zine apa aja yang mendorong kamu merintis membuat dan mengelola semua zine-mu hingga saat ini?

Betterday zine. Gile nih zine bikin aku ketagihan bikin zine, hahaha! Jigsaw zine editornya drummernya BIKINI KILL. Riot Grrrl zine. Puisi Tak bertuhan zine dan Mati Gaya zine, ini yang buat aku bikin CS. kalau Euphoria engga terinspirasi dari zine, tapi terinspirasi dari website yang dulu aku buat bersama temen yang sekarang udah kabur menjadi seniman animasi di negeri paman Sam sono, hehehe!


Selain membuat zine, kamu juga seorang scriptwrtiter. Sepertinya asik ya? Bisa diceritakan sedikit aktifitasmu sebagai penulis script tersebut?

Ahh kata siapa asik? Bohong tuh! Hahaha! Deadline-nya itu bisa bikin bunuh diri dan meeting-nya tuh bikin sakit hati, haha! Iya, aku scriptwriter dari umur 14 tahun. Memulai dari bawah banget tanpa bekal ilmu sinematografi dan dunia periklanan. Awal aku terjun sering dihina, diremehin, dicacimaki, diinjek-injek, diludahin, hehehe! Yang terakhir engga ding. Tetapi aku orang yang tipe kalo ditindas atau diremehin aku malah makin unjuk gigi, hehehe! Aku udah menulis beberapa FTV, Sitkom yang sudah diputar dibeberapa televisi swasta, Script Company Profile beberapa bank dan perusahaan, beberapa iklan daerah wisata di Indonesia untuk iklan diluar negeri, hehe! Salah satu sitkom yang aku ikut nulis disitu, pernah menang penghargaan Festival Film Bandung, engga nyangka banget! Tetapi aku sekarang lagi vakum nulis sricpt sitkom. Sebenernya bukan engga ada yang nawarin, tawaran banyak banget malah ada yang nawarin layarlebar dan ada rumah produksi luar nawarin juga. Tapi untuk sekarang ini engga dulu deh waktu ku lagi padet banget. Kamu aja deh Nu gantiin aku, hehe! (Tapi ajarin aku dulu ya.. Hehehe! Red)


Sepertinya kamu orang yang tidak pernah puas ya, karena ranah musik pun coba kamu gelutin. RICHARD’S BLACK HAT katanya sebentar lagi rilis full album. Bagaimana ceritanya?

Kata neneknya spiderman ”Kamu ditakdirkan untuk hal-hal besar”, haha! Iya nih. Ini band pertamaku yang ngeluarin album full length album, hehe! Sebenernya RBH itu band santai. Band seneng-seneng. Eh, tapi ada record label yaitu Criminal Records tertarik sama RBH katanya punya potensi. Potensi joget ngebor ala Inul, hahha! Karena kita band santai tapi serius tapi kebanyakan santainya (hahaha!), ya oke-oke aja ada yang nawarin rekaman. Terus kita rekaman 8 lagu dan sekarang sedang digodok. Hasilnya keren banget loh. Tapi bukan karena RBH nya tetapi karena tukang mixing-nya tuh 4 jempol alias top abissss, hehe! Penasaran?? tunggu album full length kami, hehehe! Oia, sebenernya aku juga mau bikin band serius untuk dijual, tapi saking seriusnya engga jadi-jadi, hahaha!


Apakah zine-zine yang lagi sering kamu baca akhir-akhir ini? Dan tolong sebutin beberapa rilisan yang sering kamu dengerin...

Beterday zine, Backspace zine, Bootstraps zine, For Tomorrow zine. Dan yang baru aja nyampe itu Newbornfire zine. Rilisan: Kate Bush “Never For Ever”, Duffy “Rockferry”, EvelynEvelyn “My Elephant”, Adele “19”, Orchid Ablaze “The Aftermath”, Romeo Must Die “Defined by Enemies”, xDestroyBabylonx “By the Knife”, Gerilja “Spark The Revolution”, DeadEdge “Vengeance Falls”. Oia, satu lagi aku lagi suka dengerin satu lagu dari Britney Spears yang baru “Womenizer”, hehehhe!


Apa rencana ke depan bagi Overture zine, Carven Secret Zine, Euphoria zine, dan kamu sendiri sebagai personal?

Rencana zine-ku itu sederhana cuman pengen terus berlanjut, ngasih kontribusi di scene dan menjadi zine yang akan dikenang sepanjang masa dan tak mati termakan waktu, hauahuhauhauahuhau! Ini mah muluk banget! Kalau aku pribadi tahun ini pengen lulus kuliah, terus cari kerjan yang engga bikin stres, engga pernah berhenti berkarya dan nabung duit yang banyak buat anak ku nanti, terus kuliah lagi, hehehe!


Any last words for Betterday readers...

Hidup memang sangat complicated, tetapi cara kamu mencoba mengerti apa itu arti kehidupan. Disitulah bagaimana kamu memaknai kehidupan. “How we look, how we feel, and what we do with our self, thus proves who and what we are Hehehe! Go Vegan! Viva la Straightedge! Fuck Sellout!


Makasih atas waktunya. Sukses terus yaa... Go Vegan Edge!

My pleasure. Kamu juga ya.. Jangan pernah berhenti berjuang, hekekekek! Oia, Overture #8 itu edisi ulangtahun yang kedua loh. Di Overture ada special interview dengan vocalis xKINGDOMx. Mau tau serunya? Segera dapatkan Overture #8.. numpang iklan ya. (Silakan... Huehehe! Red)


Dimuat di Betterday zine #19


betterday zine, 2010, betterdayzine.blogspot.com


 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template