Kamis, 04 Februari 2010

Interview with Agus of HANDS UPON SALVATION


Betterday berkesempatan kembali mewawancara salah satu “orang lama” di scene YKHC. Mungkin sebagian dari kamu-kamu udah kenal deket sama mas yang satu ini. Hehe! Namanya Agus. Dia juga merupakan vokalis band hardcore/metal HANDS UPON SALVATION yang nggak lama lagi akan rilis repackaged-album ‘Celebrate the Newborn’. Dan bersama teman-temannya di kolektif New Vison Brotherhood (RIP) dahulu merupakan pencetus lahirnya hc fest ‘One Family One Brotherhood’ yang sudah sampai part #8-nya! OK deh, simak aja wawancara seru di bawah ini!


Hai Gus... Apa kabar? Aku pengen nginterview kamu niy. Mohon waktunya sebentar ya..Hehe!
Halo Nu! Hehehe! Kabar monoton dan stuck ampe titik yang maksimal. Anda apa kabar ni.. Makin caem aja ni kayaknya, hah! Monggo silahken dimulai. Rodo merinding aku asline. Koe nek takon aneh-aneh mesti… (Kabar apik, Gus! Ora aneh-aneh kok. Nek takon aneh-aneh mengko pas ketemu wae! Hahaha!! Red)

Sebelum ngobrol-ngobrol lebih jauh, tolong perkenalkan dirimu dulu. Biar para pembaca ngerasa lebih deket gitu. Hehehe!
Nama saya Agus, hehehe! Salah satu orang yang menjaga semangat 15 tahunnya bertahan statis diusia menjelang kepala 3. Hehe! Mohon diberikan pencerahan supaya jalan hidupnya tidak keblinger ya pakde, heuheuhuehe!! (Young till die, Gus? Hehehe! Red)

Sebagai salah satu “orang lama” (aku ngistilahin gitu ya, Red) yang masih aktif berkecimpung di scene YKHC sampe saat ini, gimana menurutmu perkembangan scene YKHC sendiri dari dulu hingga sekarang? Apa perbedaan yang paling mencolok antara scene YKHC dulu dan sekarang meurutmu? Terutama anak-anaknya (baca: pendukung scene ini, red)...
Waduh! Saya kira sebutan “orang lama” dan “yang masih aktif” bukanlah ukuran yang tepat untuk menimbang kapasitas seseorang untuk melakukan sesuatu, saya pikir masih banyak yang lebih intens daripada saya disini. Sejauh ini yang saya lakukan hanya bersenang-senang aja dan kebetulan saja semuanya masih cukup fun untuk dilakukan, selain itu saya mendapat banyak sahabat dan saudara disini, dan itu keren! Haha! (Bapak satu ini sukanya merendah gitu.. Haha! Red)
Mmmm, dulu dan sekarang perbedaannya jelas sangat mencolok, dari segi infrastruktur saja misalnya sekarang sudah cukup banyak venue-venue yang dapat mendukung anak-anak disini untuk membuat gigs-nya. Dulu sangat minim sekali, dan itupun sebenarnya bukan tempat yang pas, jika mengingat dulu harus bergerilya mencari tempat dimana-mana sampe gedung olahraga, balai kampung, tempat-tempat panggung kesenian, huhuhuu, yang semuanya terasa sangat besar sekali. Trus pilihan sound system yang sekarang bertebaran di Jogja juga dah bervariatif sekali dan tentu saja itu sangat mendukung performa band sendiri saat mereka unjuk gigi. Selain itu juga tempat-tempat printing, fotokopi, cetak juga sudah sangat jauh berkembang. Ini sangat mendukung dalam hal publikasi hingga tetek bengek urusan cetak-mencetak. Tapi koq ga ada yang mencoba media informasi ya??? Zine misalnya! Sepiiiiii suuuuu! Haha!! AYOO BIKIN ZINEMU SEKARANG!!! Uheuheuhe! Internet?? Wahahaha, ini adalah rejeki terbesar yang dimiliki anak-anak di era sekarang, karena era akhir 90an internet belum merebak sebesar sekarang, dan ini tentunya mempunyai progress yang sangat bagus dalam mendukung band-media-event organizer-label-individual-etc untuk saling berkomunikasi secara lebih intens. San dengan arus informasi yang demikian cepatnya saya pikir era sekarang adalah era keemasan, haha! Keadaan hampir semuanya sudah lebih baik sekarang dibanding mundur ke tahun-tahun kebelakang, tinggal bagaimana kita menggunakan semuanya menjadi senjata-senjata yang mutakhir!!
Kalo soal anak-anaknya, wah, anak-anak sekarang gile-gile cingg!! Band-bandnya variatif dan keren-keren. Ditunjang referensi yang tumpah ruah tiap hari. Skill bermusik yang mantep, dan tentunya semangat yang membara. Overal, ini tidak jauh berbeda dari anak-anak di era-era sebelumnya, yang menjadi tolok ukur sekarang adalah sampe mana tingkat eksistensi akan membentuk mereka menjadi sesuatu yang berarti atau hilang begitu saja. Memang tidak mudah untuk mengukir sejarah, tapi setidaknya mereka semua masih berdansa dengan keras disini, haha! (Setuju Gus. Persistensi dan konsistensi! Hehe! Red)

Tolong ceritain sedikit tentang awal mula lahirnya hc fest ‘One Family One Brotherhood’ (OFOB)... Apa sih tujuan dibuatnya OFOB pertama kali?
OFOB dimulai pada tahun 2000, saat itu tujuan awalnya hanyalah untuk menunjukkan eksistensi bahwa scene hardcore itu ada dan aktif di Yogyakarta ini. Kenapa wacana tersebut dipersembahkan dalam arena sebuah gig karena tentu saja sebuah perhelatan acara adalah bentuk yang sangat mendasar untuk memperkenalkan-menunjukkan-memperkuat eksistensi dan semangat anak-anak YKHC kala itu. Sekaligus juga membuktikan bahwa YKHC juga bisa berdiri mandiri dengan membangun salah satu pondasi penting dasarnya. Dan itulah OFOB! Dan untuk itulah dengan segala keterbatasan yang ada kala itu OFOB berhasil diwujudkan untuk pertama kalinya. Dan syukurlah budaya tersebut menjadi agenda yang signifikan hingga sekarang. Mmmm, untuk lebih lengkapnya mungkin semua background cerita tentang OFOB ini bisa anda temukan dalam DVD documentary OFOB yang saat ini tengah diproduksi oleh Dayfornight Pictures dan Diorama Records. Hehehe!! (Ayo nonton bareng!! Hehe! Red)

Kalo ngomongin sejarah OFOB memang nggak bisa terlepas dari kolektif New Vision Brotherhood. Bisa ceritain mengenai sejarah lahirnya New Vision Brotherhood untuk gambaran umum bagi para pembaca Betterday? Apa aja band-band awal yang ikut membentuk dan berkontribusi di dalam New Vision Brotherhood?
Wahahaha, yap! Benar sekali! New Vision Brotherhood (NVB) adalah kolektif kecil yang menjadi pemicu dari cerita panjang tentang OFOB. Dimulai sekitar pertengahan tahun 1999, dimana saat itu di beberapa penjuru kota Yogyakarta muncul beberapa nama-nama penting seperti LAST MOMENT (newschool yang terpengaruh EARTH CRISIS, SNAPCASE, VISION OF DISORDER - Nanu!! kamu ada diband ini!!), DAPPERHEID (kental pengaruh HATEBREED dan sekaligus pemuja band-band brutal hardcore ), FRONTAL (kecanduan BACKFIRE, BRIGHTSIDE, HARD RESISTANCE, dan sejenisnya), TORMENT INSIDE (hardcore/ metal macam ALL OUT WAR hingga INTEGRITY), SECOND THOUGHTS (yang ini tergila-gila SATRIFE, BROTHERS KEEPER, hingga BOLING POINT), dan hehe.. terakhir adalah DESTRUCT (pemuja DEFORMITY, DAY OF SUFFERING, MORNING AGAIN, ampe LIAR) yang dikemudian hari berganti nama jadi HANDSUPON SALVATION. Hehehe!
Nah, secara kebetulan mereka bertemu dan berkenalan satu sama lain, dan mungkin karena merasa saling cocok, saling membutuhkan, saling suka, saling cinta…hahaha..akhirnya enam band ini bertekad untuk membentuk 1 kolektif dengan agenda pertama yaitu nongkrong bareng!! Dan disinilah mereka mencetuskan nama NEW VISION BROTHERHOOD. Kenapa namanya NVB?? Karena anak-anak culun, urakan, ingusan ini merasa sama-sama senasip sepenanggungan, sama-sama ngerasa ga punya temen karena pada awalnya mereka memilih untuk memainkan varian hardcore yang sama sekali tidak ada hype-nya saat itu!! Ssaat itu yang memainkan genre hardcore dengan tipikal newschool hingga metal ya cuman anak2 ini. Dari situlah, karena merasa mempunyai visi baru yang sama untuk memperkenalkan genre hardcore yang berbeda di Yogyakarta didukung dengan semangat yang tinggi untuk membesarkan nama YKHC, maka nama NVB dipilih, dan selanjutnya agenda-agenda berikutnya menyusul dari yang tadinya cuman nongkrong bareng, kemudian bikin zine (Fightback! Zine lahir dari kolektif ini!!), kemudian membuat OFOB, dan diteruskan hingga budaya hardcore piknik, dan tour bareng ke beberapa kota di pulau Jawa. Saat itu mereka mengalami perkembangan menarik dalam memperbesar jalur lintas komunikasi dan lain-lainnya. Dan pada tahun-tahun berikutnya bisa ditebak kolektif sekuat apapun pasti akan mengalami kerontokan juga, dimulai dari bubarnya band-band NVB sendiri dan yang akhirnya mencapai puncaknya pada tahun 2002, dimana saat itu adalah DAPPERHEID yang terakhir memutuskan untuk membubarkan diri. Tapi bukan berarti NVB bubar tanpa apapun. Karena NVB mewariskan salah satu agendanya yaitu OFOB yang menjadi ritual tahunan hingga sekarang.
Lalu kemana akhirnya bekas-bekas orang-orang NVB ini sekarang??? Huhuhu! Beberapa dari mereka tercerai-berai terlarut dalam kehidupan normal keluarga-jam kerja-mimpi-mimpi, beberapa hengkang keluar kota, beberapa masih bertahan di Yogyakarta, saat ini orang-orang bekas NVB (original dan setidaknya yang pernah ikut nongkrong bareng) yang masih aktif dengan aktivitas band/ scenester-nya di Yogyakarta adalah Nanu (Vegan/SxE editornya longest running zine Betterday, multitalented untuk beberapa band macam xREFLEXIDIRIx, SALIENT INSANITY, DEADEDGE, RICHARD’S BLACK HAT, dan banyak lagi….awas nek ge-er koe!!), Nanda (STRENGTH TO STRENGTH, bos tertinggi Halang Rintang Records, pencetus beberapa gigs handal macam Start The Fire, Back On Track, dan tentunya 2-day For The Kids Fest....haha!), Dedi (pembuat beberapa klip lokal hingga film bersama beberapa PH macam Avenue Video dan Dayfornight Pictures miliknya), Keceng (STRONGER THAN BEFORE, manusia botak sekaligus orang yang bertanggung jawab terhadap ratusan produk merchandise hardcore lokal bersama Triple Kei sepanjang kurun waktu 5-7 tahun terakhir..haha), Iphey (penyanyi NOTHING, penulis media narsis MyOwnWorld), dan tentunya saya sendiri…hehe…..setidaknya mereka inilah yang masih ada di Yogyakarta saat ini.

Denger-denger kamu kan sedang mengerjakan proyek film tentang OFOB. Bisa bocorin dikit? Siapa aja yang terlibat didalamnya? Siapa yang memproduksi dan mendistribusikannya?
Iya, mmmm, sebuah film berangka dokumentasi adalah mimpi yang hinggap dikepala saya semenjak 2 tahun terakhir, dan beruntung sekali ada Dedi (bekas vokalis Frontal/ Day in The Life, pemilik Avenue Video/ Dayfornight Pictures), Krist (bekas drummer THINK AGAIN, pekerja JogjaTV) kemudian ada Ipoeng (bekas vokalis YOUTH OF STRUGGLE, Sorot Media/ Videorobber) dan Dito (Videorobber/ salah satu editor Dynamic Aural Bliss - DAB Magz). Nah bersama mereka inilah kami membentuk 2 tim untuk bekerja sama membuat 2 dokumentasi. Ipoeng-Dito-saya membuat dokumentasi OFOB #6, film pendek berjudul ”OFOB - This Is What They Say”, berdurasi kurang dari 20 menit, kemudian diteruskan proyek kedua dimana Dedi-Krist-saya menjadi tim kerja untuk film tentang OFOB selanjutnya yang merangkum cerita panjang lebar tentang rentang waktu penyelenggaraan OFOB dari kurun waktu 2000-sekarang. Untuk film kedua ini judulnya masih dirahasiakan. Hehehehe!! Nah, rencananya kedua film ini nanti akan dirangkum dalam 1 keping DVD yang kemungkinan akan diproduksi dan didistribusikan secara kolektif oleh kami berlima. Bisa jadi secara individu dan berikut juga badan usaha dimana kami masing-masing bergabung, termasuk Diorama juga. Mohon doanya semoga proyek ini akan segera final terealisasi, huhuhu..

Kapan film tersebut akan dirilis? Apakah bakal ada pemutaran film buat launching-nya? Kayanya bakal seru lagi kalo dimeriahkan dengan hardcore gig juga tuh, Gus... What do you think? Hehehe!
Haha…mmm…berdasar karena tema yang dipilih adalah sebuah dokumentasi tentang OFOB, makanya tentu saja kami berkeinginan untuk merilisnya pada saat yang sama dimana OFOB berikutnya akan diselenggarakan. Untuk rencana pemutaran film dirangkai dengan hardcore gig tersebut hal ini masih dalam konsep dan wacana awal yang masih dalam tahap penggodokan saat ini. Dan iya, usul anda sangat keren sekaliii bung Nanu!! Hahaa! Insyaallah pelaksanaan OFOB #8 tahun ini akan mencakup semuanya. Doakan..doakan..doakann..

Sekarang ngobrolin HANDS UPON SALVATION aja yuks... Menurut info, HANDS UPON SALVATION (HUS) kan akan rilis album repackaged ‘Celebrate the Newborn’. Gimana tuh ceritanya? Mulai dari ide pembuatannya, materi albumnya, record label-nya, hingga tanggal rilisnya...
Hoke dehh! Hehehe! Iya nih sekarang ini HUS lagi berkutat dengan jadwal perilisan album re-packaged tersebut. Mmm, sebenarnya ini hanyalah produksi rilis ulang dari album “Celebrate The Newborn” dari Diorama Records yang pertama kali dirilis tahun 2004. Semenjak dirilis pertama kali tahun 2004, ada beberapa label lain yang telah merilis ulang album ini dan ikut menyebarkannya ke beberapa penjuru…label-label yang pernah merilisnya adalah Dehidrate Records (Bogor), Paranoid Records (KL-Malaysia), dan Retribution Network (Tokyo-Japan), nah beruntung setelah 5 tahun semenjak dirilis pertama kali masih ada label lain yang berkeinginan untuk merilis ulang lagi album ini, dan dialah Birthdie Records, sahabat terbaik kita dari kota Blitar. Nah, karena saya ingin membuat versi re-released yang berbeda dari versi-versi sebelumnya maka saya berpikiran untuk menambah beberapa bonus di album versi Birthdie Records ini, selain 5 track asli ada tambahan 2 lagu baru dan 1 video live dari aksi panggung HUS…dan voila! Inilah materi penuh untuk “Celebrate The Newborn” Re-packaged, dan beruntung sekali sahabat saya dari Unbroken Chaotic Design ini bersedia turut membantu saya untuk mengurus desain layout sleeve kovernya, yang akhirnya menjadikan ini adalah versi paling keren dari semua versi “Celebrate The Newborn” yang pernah dirilis sebelumnya, bahkan jauh lebih keren dari versi aslinya! Mattuurr nuwuunnnn, hahaha! Dirilis secepatnya menyambut pilpres 2009. Hahaha! Semoga!! (Sami-sami.. Ditunggu-tunggu tuh!! Hehe! Red)

Secara musikal aku liat HUS mengalami sedikit perubahan yang bisa diartikan sebagai sebuah progres. Bagaimana pendapatmu, Gus? Apakah akan tetap di jalur metalcore? Atau mau berubah lebih gludak-gluduk? Hehehe!
Huahuaha! Waduh, saya pikir kalo progres secara musikal mungkin ada, cuman mungkin dari sisi personalnya progressnya ga ada. Hahaha! Personil-personilnya sibuk dengan urusan kehidupan pribadi masing-masing. Nice house-nice family-nice cars.. Mimpi-mimpi gitu-gitulah.. Yang akhirnya menyeret mereka jadi manusia-manusia manja yang tunduk ma keadaan. Statis sekaligus menyebalkan. Fyuuhh! Kalo soal musik, mungkin masih sama nyawa dan spiritnya seperti HUS yang dulu-dulu juga, hardcore/metal klasik yang mungkin lebih menjadi dewasa dan matang seiring peningkatan umur dan egoisme kita berempat yang mencapai titik keterlaluan, huhu! (Selama semuanya bertanggung jawab gapapa bro. Hehehe! Red)

Secara kuantitas, sekarang banyak sekali jumlah band hardcore di kota Jogja. Dan menurutku ini adalah angin segar. Hehehe! Dari sisi musikal, bagaimana perkembangan musik hardcore di kota Yogyakarta dengan semakin banyaknya jumlah band-band hardcore tersebut?
Wah, jelas sekali pakde!!Angin segarlah! Sak seger-segere wis, hahaha! Perkembangan sekarang sangat bagus, band-band hc yang muncul juga terlihat matang dengan konsep dan varian hardcore yang mereka pilih. Dan variatif lho, rasanya seperti mereka berlomba-lomba untuk menjadi band yang “berbeda” dari satu dan yang lainnya. Saya pikir ini adalah progres yang bagus sekaligus pendewasan scene yang mantap! (Agree! Red)

Dari beberapa band hardcore yang tergolong baru tersebut, apa aja yang kamu rekomendasiin buat didenger atau diliat ketika manggung?
Mmmmm…ok…sejauh ini beberapa band yang sempat membuat decak kagum adalah: SERIGALA MALAM, senyawa toughguy NYHC yang keras, album mereka “Our Movement Its Our Pride” membuktikan hal itu. REASON TO DIE, StraightEdge dan hardcore adalah sebuah kombinasi yang sangar! Dan band ini membawa hal tersebut ke level yang sangat menjanjikan, truly heavy hardcore with mind-blowing attitude. THIS HEART, saat ini mereka sedang menggodok album perdananya di studio, band dengan materi-materi modern hardcore yang eklektik. CHANGE FOR BETTER, Grindy hardcore/metal dengan politikal lirik yang massif. Sayang sekali band ini sekarang ga tau kemana ni.. KILLED ON JUAREZ, berlari diantara ranah hardcore dan deathmetal, album mereka “It Never Ends” menjadi rekaman paling pekat yang pernah muncul dari YKHC.

Untuk zine sendiri, gimana perkembangan dunia per-zine-an di Jogja menurutmu? Ngomong-ngomong, masih tertarik nerusin Fightback! Zine ga? Hehehe!
Waduh, nah ini pertanyaan yang sangat bagus ini. Huhuhuhu! Zine-zine di YK sekarang berada di era paling kritis, huhuhu! Setelah Innergarden yang berhenti dan hilang, Fightback! yang ditinggalkan 2 orang editornya buat nerusin hidup ke Jakarta, dan akhirnya sekarat hingga sekarang. Kemudian Matigaya yang dulu termasuk produktif juga udah ga kedengeran lagi walaupun penulisnya masih rajin nulis-nulis di beberapa media lain, kayaknya bung Indra udah bahagia jadi dia ga punya materi uneg-uneg depress bin nggerus seperti yang dulu selalu dicurhatkan lewat Matigaya, hehehe! Kalo MyOwnWorld ni ga tau ni kenapa, kayaknya editornya lagi girang-girangnya punya suami baru, jadi terbengkalai deh, hhuhu! Boleh jadi penerus sekaligus penyelamat scene cut n’ paste-photocopied-printed zine di Yogyakarta sekarang hanya terletak pada 2 kekuatan sejoli mutlak yaitu Betterday dan Overture... Saya juga heran ni, kenapa ga ada yang berinisiatif bikin zine lagi di YK. Sebenarnya sempat berharap ada generasi baru tentu aja ada pembaharuan, cuman kayaknya kalo soal berbagi informasi, anak-anak sekarang cenderung memilih facebook-myspace-bebo-friendster-blablablabala-aneka social networking lainnya, atau sms-sms masif hingga ke bentuk langsung seperti curhat-curhat dan rasan-rasan disudut-sudut kamar..Huhuhu! Kalo soal Fightback!, saya emang berkeinginan untuk tutup buku dulu hingga saya menemukan rekan-rekan lain yang saya pandang cukup bisa diajak untuk kerjasama nerusin media ini lagi, sampai saat itu tiba, buku tentang Fightback tetep akan saya tutup, dan ga tau juga ini ampe kapan, hiks!

Apa rencana ke depan bagi kamu pribadi, HUS, dan proyek film OFOB?
Mmm, let’s see, rencana pribadi adalah jual rumah lagi dan pindah lagi. Gosh! I missed tamansiswa! Hahahaha! Wasyuuuu… Kalasan ki adoh tenan jeee! Marai males nengdi-nengdi. Rep dolan wae angel Kalo untuk HUS, ya gitulah, cuman berharap aja semoga masih tetep bisa eksis, lebih maksimal dalam berkarya, produksi rilisan, dan mencoba terus untuk menjadi ruangan berkomunikasi yang nyaman di saat semua ruangan sudah tertutup. Proyek film OFOB?? Wah, saya pikir 2 sutradara gila sahabat saya yaitu Ipoeng dan Dedi sudah mempunyai planning-planning yang sebenarnya hal tersebut malah tidak sempat terpikirkan oleh saya sebelumnya, haha! Tunggu aja nanti kabar-kabar berikutnya okey.. (Sip-sip!! Pokoknya sukses terus!!! Red)

Apabila ada temen-temen yang pengen bertemen dengan kamu, ada alamat kontakmu yang bisa dihubungi? Bisa email, FB, MySpace, atau apapun deh... Hehehe!
Mmmm, kontak aja ke forgottenlullaby2@yahoo.com, dengan e-mail ini saya bisa diakses di YahooMessenger, Friendster, dan Facebook. Kalo untuk Myspace, coba aja ke URL ini ya: www.myspace.com/handsuponsalvation atau www.myspace.com/dioramarecordings

Terima kasih atas waktunya ya... Goodluck..
Terima kasih juga bung Nanu buat wawancaranya, duh kesel aku ngetike, heuheuhe!! (Hahahaha! Thanx juga Gus! Red)


Dimuat di Betterday zine #20

betterday zine, 2010, betterdayzine.blogspot.com

 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template