Jumat, 08 Januari 2010

Fur Trim: Bad News for Bunnies

Banyak orang yang merasa jijik dengan ide penggunaan sebuah mantel yang terbuat dari 120 kulit cerpelai (semacam luwak atau musang, red) mati, tetapi bagaimana dengan fur trim (aksesoris dari bulu, red)? Hiasan bulu pada rompimu, kuncir bulu di kepalamu, hiasan bagian pinggir boot-mu, atau bahkan mainan apapun yang berasal dari bulu kelinci—dan semua alasan untuk tidak menggunakan produk yang berasal dari bulu. Bulu kelinci sering lebih murah deibandingkan dengan kulit-kulit binatang lainnya, sehingga industri produk bulu mendorong pembuatan aksesoris dengan bahan dasar bulu kelinci dalam usaha untuk membujuk dan membidik konsumen baru.

More Than a Muff
Kelinci adalah binatang sosial yang hidup dengan keluarganya di dalam liang yang disebut sebagai warrens. Mereka dapat melompat lebih cepat daripada kucing, manusia, atau bahkan dengan rusa yang berlari. Kelinci suka menggigit alfala (nama tanaman untuk makanan sapid an kuda di Amerika, red), rumput kering, apel, wortel, sayuran hijau, dan mereka mengunyah dengan hebat untuk memangkas gigi bagian depan mereka, yang tidak pernah berhenti tumbuh. Mereka berkomunikasi melalui bahasa tubuh dan memukul bagian belakang kaki mereka ke tanah untuk memperingati kelinci lainnya ketika mereka sedang dalam bahaya. Mereka menandai wilayahnya seperti apa yang dilakukan oleh kucing—dengan menggosokkan dagu ke ranting, batu, atau objek-bjek menonjol lainnya. Orang yang telah mengadopsi kelinci dari tempat perlindungan binatang mengetahui bahwa mereka (kelinci, red) penuh kasih sayang dan loyal, dan mereka suka bermanja-manja terhadap kelinci lainnya atau kawan manusianya. Kelinci adalah binatang yang sensitif, binatang yang cerdas dengan personalitas individual, seperti anjing dan kucing. Mereka membentuk ikatan kehidupan dengan kelinci lainnya dan manusia, bermain dengan mainan, dan bahkan akan menggunakan bak sampah.

Factory Fur Farms
Seperti binatang peternakan pabrik penghasil bulu lainnya—yang mudah disingkirkan oleh alam—disimpan dalam kandang yang sangat kecil, kotor, dan terkepung oleh kotoran mereka sendiri. Mereka menghabiskan sisa hidupnya yang menyedihkan di dalam kurungan dari kabel tipis, tidak memiliki kesempatan untuk melakukan kebiasaan alamiahnya seperti menggali, melompat, atau bermain. Metode pembunuhan yang dilakukan adalah biadab—leher mereka dipatahkan atau tengkorak mereka dipukul sebelum mereka diikat di bagian belakang kakinya dengan kepala putus.

Pasar Asia juga secara rutin melakukan pembantaian terhadap anjing dan kucing untuk dijual seperti apa yang terjadi dengan nasib kelinci, yaitu untuk dijual bulunya. Karena seringnya kesalahan dalam pelabelan produk-produk bulu Asia, sehingga sangat sulit untuk mengetahui kulit atau bulu dari binatang apa yang sedang kamu beli / pakai.

Dengan semakin banyaknya alternatif lain yang tersedia, para konsumen yang memiliki rasa kasih dan para penggemar fashion dapat mencari dan mendapatkan produk bulu / kulit yang imitasi tentunya dengan mutu yang tidak kalah baiknya. Karena tidak akan pernah imbang ketika kamu memakai pakaian yang bagus tetapi itu semua diatas kematian makhluk hidup lain yang kesakitan sampai ajalnya dalam proses pembuatan bahan yang kamu gunakan tersebut. (El Vegano, dimuat di Betterday #9)

Sumber: furisdead.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template