Selasa, 05 Januari 2010

Daging Sapi Beracun


Penyakit Sapi Gila pada sapi telah ditemukan pada bangkai sapi yang mengandung protein yang termutasi yang tergiling, ditambahkanke sapi, dan diberikan kepada sapi yang masih hidup. Berikut ini adalah skenario yang didokumentasikan di AS.

Bangkai daging hewan (anjing, kucing, sapi, domba, babi, kuda, landak, tikus, dan bajing) beserta daging ayam dan ikan yang tidak laku dari pasar swalayan, semuanya didaur ulang menjadi makanan daging dan tulang sebagai sumber protein dan zat makanan lain untuk unggas, babi, sapi, dan domba.

Dilaporkan bahwa setiap tahun sekitar 20 ton hasil pembuangan rumah jagal berupa darah, tulang, dan isi perut bersama dengan jutaan ekor bangkai anjing dan kucing liar yang dibunuh, digunakan sebagai pakan ternak.

Akibatnya, pestisida dan antibiotik yang mengendap dalam tubuh ternak dan bahkan pembungkus plastik daging yang dijual di pasar swalayan, masuk ke dalam pakan! Hasil pembuangan beracun inilah yang akan masuk ke dalam tubuh manusia pemakan daging.

Secara tradisional. hanya sisa pembuangan hasil pertanian (kulit jagung, padi, buah, sayur, serpihan biskuit, dan sereal digunakan untuk menggemukkan sapi.
Daging sapi yang dimakan setiap hari tidak saja digemukkan dengan sapi lainnya, juga diberi makan ‘pupuk’ hewan lain.

News and World Report AS pernah melaporkan, “kotoran (‘pupuk’) ayam yang dapat dibeli per ton seharga $15-45 dibandingkan dengan alfalfa ($125 per ton), diberikan kepada sapi sebagai ‘makanan’ meskipun membahayakan konsumen dan semakin banyak peternak ayam menggunakan tahi ayam sebagai pengganti biji-bijian dan jerami yang semakin mahal.”

Tahi ayam seringkali mengandung bakteri Salmonella dan Kampilobakter yang dapat menyebabkan penyakit mengerikan, sama bahayanya dengan penyakit yang disebabkan parasit usus, residu obat hewan, dan logam berat beracun seperti arsenik, timah, kadmium, dan air raksa.

Bakteri dan racun ini diwariskan kepada sapi dan akhirnya manusia yang memakan daging sapi yang tercemar kotorannya sewaktu penjagalan.

Ilmuwan Amerika mengatakan, peternak dan produsen pakan juga mulai mencoba atau menggunakan sisa makan yang dikeringkan, sisa lemak dari kotoran, abu tungku pembakaran semen, bahkan minyak cetak dan karton yang terbuat dari selulose tumbuhan. Peneliti juga mulai mencoba kotoran sapid an babi, dan kotoran manusia!!

Menurut Balai Makanan dan Obat AS (FDA), zat-zat tambahan pakan (additives) baru berkembang sangat cepat sehingga pemerintah AS kalah berpacu dalam membuat peraturannya. (El Vegano, dimuat di Betterday #11)


Sumber: Buku ‘Apa Salahnya Makan Daging?’ dan beberapa website



#Betterday zine 2010, betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template