Minggu, 24 Januari 2010

Alkohol Perlemah Respons Otak



Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan sejak lama sudah diyakini akan berdampak buruk bagi kesehatan. Riset terbaru dari para peneliti di Amerika Serikat (AS) juga mengungkap fakta terbaru bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dapat memperlemah respons otak.

Seperti yang dimuat journal Science edisi terbaru, para ahli mengindikasikan konsumsi alkohol berlebihan dapat melemahkan kemampuan otak mendeteksi ancaman. Hasil riset ini dapat menjelaskan mengapa ketika dalam keadaan mabuk seseorang tak menyadari ancaman di sekitarnya. Sebagai contoh, pria yang mabuk di bar sering kali tak sadar ada pria lain yang siap menantangnya berkelahi.

Hasil studi tersebut mengklaim, temuan ini yang pertama kali memperlihatkan dampak alkohol dalam menurunkan kemampuan respons otak terhadap ancaman. ''Tentu selama ini kita sering melihatnya. Orang-orang mengalami benturan atau masalah ketika berada di bawah pengaruh alkohol. Ini takkan terjadi bila mereka dalam keadaan sadar,'' ujar Jodi Gilman dari National Institutes on Alcohol Abuse and Alcoholism, seperti dilansir AP, Jumat (2/5).

Gilman dan timnya meneliti 12 responden yang diberi cairan infus mengandung alkohol. Partisipan diharuskan melihat gambar wajah menakutkan dan wajah biasa, kemudian aktivitas otak mereka dipantau dengan MRI. Mereka juga melakukan pengamatan serupa, tetapi cairan yang digunakan adalah infus biasa nonalkohol sebagai placebo.

Responden yang ikut dalam penelitian adalah mereka yang gemar minuman beralkohol yang hanya sebatas pergaulan dan bukan peminum berat. Seperti yang diperkirakan, otak responden menunjukkan respons saat melihat wajah menakutkan. ''Otak kita lebih merespons terhadap rangsangan mena
kutkan. Mereka memberi tanda kepada kita akan situasi yang mengancam,'' ungkap Gilman.

Namun sebaliknya, pada saat responden diberi cairan infus beralkohol, responsnya justru tidak tampak. Menurut Gilman, hal ini mengindikasikan bahwa ketika teracuni alkohol, otak manusia tak dapat membedakan antara rangsangan mengancam dan tidak mengancam. Temuan Gilman ini juga mengindikasikan bahwa pengaruh alkohol telah melumpuhkan kemampuan otak mengenali ancaman yang akan memicu situasi berisiko, termasuk mengemudi mobil atau motor sambil mabuk.

Manusia sejak lama menggunakan alkohol untuk menjadi merasa lebih gembira dan mengurangi ketakutan. Alkohol juga digunakan secara khusus untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi. ''Bagaimana alkohol bekerja di dalam otak manusia untuk menghasilkan efek-efek tersebut sejauh ini belum dipelajari dengan detail,'' jelas Gilman.

Dari hasil riset itu, Gilman dan timnya menemukan bahwa alkohol menambah aktivitas pada daerah otak yang disebut striatum. Striatum adalah bagian otak yang berkaitan dengan penghargaan. Mereka pun menemukan kaitan antara tingkat aktivasi pada bagian otak ini serta bagaimana orang-orang yang terpengaruh alkohol menyampaikan apa yang mereka rasakan. Hal ini tentu akan membantu dalam penanganan kasus ketergantungan alkohol. Gilman dan rekannya berniat melanjutkan risetnya dengan melibatkan peminum alkohol berat.

Referensi/sumber: Republika online dan Tempo Interaktif


betterday zine, 2010, betterdayzine.blogspot .com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template