Senin, 21 Desember 2009

Makan Teratur = Menyelamatkan Ternak


Dalam mengkonsumsi makanan, kita terbiasa untuk menyantap apa saja yang ada di sekitar kita tanpa memperhitungkan beberapa kandungan gizi yang nantinya akan mempengaruhi tubuh kita. Akan lebih baik bila kita mau mengatur pola makan / diet agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.
Istilah diet sudah sering terdengar dan tidak asing lagi di telinga kita. Namun banyak orang masih berpikir bahwa diet hanya cocok dilakukan oleh penderita obesitas ( kegemukan ) saja. Pandangan itu salah, karena diet cocok juga dilakukan oleh orang biasa.
Pengaturan pola makan / diet banyak macamnya dan mempunyai efek yang baik bagi setiap orang.

Diet Rendah Kalori
Ini adalah diet yang sering dilakukan untuk membuat tubuh menjadi lebih langsing dibandingkan sebelumnya. Diet rendah kalori merupakan pola makan yang didasarkan induk ilmu gizi konvensional yang sering diajarkan di sekolah, yaitu 4 sehat 5 sempurna. Pola makan ini terdiri dari makanan pokok, makanan sumber protein, sayuran, buah dan ditambah susu.
Aturan yang sering dilakukan adalah sbb;
• Konsumsi makanan sumber karbohidrat dan lemak dibatasi sebanyak 500 – 1000 kalori (65-75 g beras / 95-110 g daging) di bawah kebutuhan normal dengan harapan akan dapat mengikis kelebihan berat badan hingga 500 g hingga 1 kg per minggu. Artinya pelaku harus membatasi makanan padat karbohidrat serta makanan minuman manis dan makanan berlemak atau gorengan.
• Agar perut tetap kenyang sekalipun makanan karbohidrat dan lemak dibatasi, pelaku disarankan mengkonsumsi makanan tinggi serat, khususnya buah dan sayuran.

Diet Golongan Darah
Jika seseorang dengan golongan darah tertentu mendapatkan transfusi darah dari golongan berbeda, itu artinya maut! Zat penggumpal dalam darah penerima transfusi, yakni agglutinin, akan “mengunci” darah asing tersebut. Seketika seluruh organ tubuh berhenti bekerja.
Dalam buku “Eat for Your Type” yang ditulis Dr. Peter J. D’Adamo, ia mendasarkan logika teori dietnya berdasarkan pengetahuan tersebut. Menurut dia, setiap bahan makanan mengandung zat penggumpal serupa dengan yang terdapat dalam darah, namanya lektin. Menyantap makanan tidak sesuai dengan golongan darah dapat mengakibatkan ‘penggumpalan’ darah dan mengundang beragam gangguan, dari penyakit jantung hingga kanker.
Secara garis besar, beginilah aturan makannya :
Golongan darah O : boleh makan daging, ayam, ikan, sayur-sayuran dan buah. Disarankan menghindari roti, donat, mi, bakso dan segala makanan yang terbuat dari gandum atau tepung terigu, jagung, susu dan hasil olahannya ( krim, yogurt), jeruk.
Golongan darah A : Dibolehkan makan sayuran, kedelai dan hasil olahannya ( tempe, tahu ), lauk hasil laut ( seperti ikan, kerang, cumi, kepiting ), padi-padian kecuali gandum / terigu dan hasil olahannya, kacang-kacangan, buah-buahan. Daging, ginjal, kacang merah, susu dan hasil olahannya tidak disarankan.
Golongan darah B : Boleh makan daging tapi bukan ayam, susu dan hasil olahannya, padi-padian ( beras, beras merah ), kacang-kacangan ( kacang merah, kacang hijau, kacang tolo), buah. Hindari ayam, jagung, lentil, kacang tanah, wijen, gandum / terigu dan hasil olahannya.
Golongan darah AB : Boleh makan ayam, lauk hasil laut, susu dan hasil olahannya, tahu, kacang-kacangan, padi-padian, buah egar dan sayuran. Disarankan menghindari daging, ginjal, kacang merah, wijen, jagung.

Diet Makrobiotik
Makrobiotik berarti mencapai hidup sempurna. Menurut ajaran makrobiotik, tak ada hidup sehat sempurna tanpa berpikir positif, menyantap makanan sehat dengan gizi seimbang, rajin berolah raga dan dekat dengan Sang Pencipta. Pola makan yang digali dari budaya makan Tiongkok kuno ini bertumpu pada ajaran Tao, yakni Yin-Yang. Unsur Yin yang bersifat pasif dan unsur Yang yang aktif saling berseberangan, tapi sekaligus saling melengkapi dan menyatukan.
Makrobiotik mengutamakan keseimbangan Yin-Yang. Pelaku diet makrobiotik disarankan memperbanyak konsumsi bahan makanan mengandung Yin-Yang seimbang, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian ( wijen, kenari, almon ), aneka rumput laut, padi-padian berkulit ari ( beras tumbuk, beras merah), lauk hasil laut. Sebaliknya, makanan terlalu Yin ( nasi putih, minyak goring, susu, gula, kopi, kue-kue, food additives) dan makanan yang terlalu Yang (daging, ayam, telur, keju, garam) dibatasi.
Pola makan ini sering disebut diet “Yin-Yang”. Ada juga yang menyebut dengan “Diet Asia”, karena dinilai mewakili citra pola makan sehat khas Asia dan terbukti memberikan umur panjang dan jauh dari penyakit degeneratif..

Diet Food Combining
Food Combining sesungguhnya bukan pola makan baru, karena sudah berakar secara cultural. Pola makan ini sudah dipraktekkan oleh bangsa Esseni di palestina pada zaman sebelum Masehi, mengikuti ajaran Kitab Suci Taurat. Mereka antara lain tidak menyantap roti dengan daging, tidak minum susu pada saat makan daging, mengutamakan makanan alami, dan menjalankan puasa.
Penggiat awal pola makan ini adalah seorang dokter bedah bernama Dr. William Howard hay. Ia mengidap obesitas berat dengan keluhan radang ginjal akut, pembengkakan jantung dan tekanan darah tinggi serius. Setelah menjalani pengobatan medis rutin yang kurang membawa hasil, ia datang ke pengobat almiah dan dianjurkan mengubah pola makan serta melakukan puasa. Hasilnya berat badan susut hingga 25 kg dan seluruh keluhan penyakitnya hilang! Pola makan tersebut dikenal dengan “Hay System Diet” atau selanjutnya dikenal dengan food combining.
Dalam diet ini diutamakan mengatur kombinasi dan waktu makan tertentu mengikuti siklus alami tubuh. Tujuannya agar organ pencernaan tidak bekerja berlebihan dan tubuh dapat menyerap sari makanan secara maksimal dan tidak banyak terbentuk sampah makanan maupun sampah metabolisme di dalam tubuh.
Adapun siklus alamiah tubuh adalah;
Dari pagi hingga siang ( pk 04.00 – 11.00 ) aktivitas intern tubuh sedang didominasi kegiatan membuang sampah makanan / metabolismne. Agar tidak mengganggu aktivitas tersebut, disarankan tidak menyantap makanan yang membutuhkan energi cerna tinggi seperti daging atau karbohidrat lain. Sedangkan energi didapat dengan menyantap buah segar atau jus buah segar yang mudah dicerna menjadi energi siap pakai.
Setelah pk. 11 siang, tubuh sudah siap menjalankan funginya mencerna makanan dan menyerap sari makanan. Inilah saat untuk makan lengkap. Agar tidak memberatkan kerja pencernaan, disarankan mengkombinasikan sumber karbohidrat dengan sayuran atau bahan nabati lain seperti tempe, tahu.

DIET VEGETARIAN
Pola makan yang mewajibkan pantang daging hewan ini sudah dipraktekkan sejak berabad-abad lampau. Pythagoras pada abad VI SM dan Empedocles pada abad V SM, keduanya filusuf Yunani, telah menjalani pola makan tersebut. Demikian pula dengan nama-nama legendaries seperti Socrates, Plato, Leonardo da Vinci, Voltaire. Pada masa lampau, vegetarian merupakan perwujudan cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup penghuni alam semesta. Selain alasan tersebut, kini vegetarian telah banyak dipraktekkan sebagai gaya hidup sehat.
Secara umum vegetarian merupkan pola makan tanpa daging tapi masih makan produk hewani tanpa membunuh, seperti telur, susu, produk susu (keju, yogurt). Kalau boleh makan susu (lacto) dan telur (ovum), vegetarian sering disebut juga vegetarian lacto-ovo. Pola makan yang sama sekali meninggalkan produk hewani disebut vegetarian murni (pure vegetarian, strict vegetarian) atau vegan. Di luar vegetarian yang sudah umum, dikenal juga vegetarian pesko yang masih mengizinkan pelakunya untuk menyantap ikan, selain telur, susu dan produk susu. Di daerah kutub, ada pula pola vegetarian yang lebih tegas dari vegan, yaitu fruitarian. Selain sama sekali tidak mengkonsumsi bahan makanan hewani, baik yang diperoleh dengan cara membunuh atau tidak, pelaku diet fruktarian tidak dianjurkan menyantap hasil tanaman yang diperoleh dengan mematikan tanaman.
Dengan tingginya serat yang berasal dari bahan makanan nabati, pola makan vegetarian dapat mengikis resiko penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, kanker, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol berlebihan.
Serat makanan dan zat fitokimiawi dalam sayuran dan buah membantu proses pencucian racun dalam tubuh, seperti food additives, pestisida.

Itu tadi beberapa macam ilustrasi pengaturan pola makan / diet yang sudah sangat umum sekali dilakukan disamping diet-diet yang lain. Lalu apa kaitannya dengan penyelamatan hewan?
Berbagai fakta pengaturan pola makan / diet menunjukkan bahwa para pelaku diet disarankan untuk mengkonsumsi makanan nabati lebih banyak daripada hewani. Dengan berbagai pertimbangan tanpa mengurangi kandungan kalori serta gizi yang dikonsumsi, makan buah dan sayur lebih disarankan daripada makan daging. Mulai dari diet rendah kalori, diet makrobiotik hingga diet vegetarian / vegan yang sama sekali menghindarkan daging dan beberapa produk hewani lain.
Bila kita mau untuk mengatur pola makan, maka kita secara tidak langsung akan mengurangi konsumsi produk hewani. Berarti mengurangi / menghindari makan daging dalam waktu 1 hari, kemudian 2 hari, 5 hari 7 hari 1 bulan bulan, dst dan menyelamatkan 1 ekor ayam, 1 ekor kambing, 1 ekor sapi, 3 ekor, 6 ekor, dst.
Makan banyak belum tentu memberikan jaminan sehat. Namun makan teratur lebih memberikan garansi kesehatan sekaligus menyelamatkan beberapa ekor hingga ribuan dan jutaan ekor ternak. (Sandi)

Referensi : Majalah Nirmala

betterday zine | desember 2009 | betterdayzine.blogspot.com
el-vegano.blogspot.com


 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template