Kamis, 19 November 2009

Minuman Beralkohol adalah Tidak Vegetarian



Sebenarnya tema ini sudah pernah dibahas di BETTERDAY beberapa edisi terdahulu. Namun pemuatan tema yang mirip ini dimuat kembali berdasarkan permintaan beberapa pembaca mengenai bahaya alkohol, dan terutama hubungannya dengan Vegetarianisme. Akhirnya saya memutuskan untuk menulis ulang namun dengan sumber yang berbeda.

Tidak dipungkiri, pengkonsumsian minuman beralkohol tiap tahun mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya minuman beralkohol berkadar tinggi yang beredar di beberapa supermarket besar di tanah air dan warung-warung yang mengedarkannya secara ilegal. Tidak hanya minuman berlabel saja, bahkan minuman beralkohol non-label pun semakin meladeni para penikmat minuman keras. Hal ini merupakan sebuah kebiasaan yang memang susah untuk dihentikan. Di sini tidak ada penghakiman, bahwa itu memang hak individual untuk mengkonsuminya. Tapi adalah hak asasi bagi orang lain juga untuk mendapatkan kebenaran mengenai sedikit seluk-beluk minuman beralkohol yang memang tidak membawa efek positif apapun, dan bahkan sebagian besar mengandung unsur hewani dengan melibatkan pembinasaan hewan secara kejam dalam proses pembuatannya.


Anggur Menggunakan Bahan Non-Vegan

Berdasarkan sumber informasi dari www.vegansociety.com, di situ dikatakan:

“Kebanyakan anggur yang dijual saat ini di supermarket telah didenda karena menggunakan salah satu dari bahan berikut: darah, sumsum tulang belakang, kitin (dasar organik dari bahan keras serangga dan hewan laut berkulit keras seperti udang dan kepiting), albumen telur (putih telur), minyak ikan, gelatin (jeli yang diperoleh dengan merebus bagian jaringan tubuh hewan, seperti kulit, tendon, ligamen, dan sebagainya, atau tulang, isinglass, susu / kasein susu). Alternatif non-hewani mencakup batu paras, bentonit, kaolin, kieselguhr (tanah liat), kasein tumbuhan, gel silika, dan plak tumbuhan.” Maka bisa disimpulkan, untuk beberapa merek anggur terkenal adalah non-Vegetarian.

Bahkan sebagian besar jenis bir pun melalui proses penjernihan atau pemurnian dengan gelatin. Sehingga bir pun perlu diwaspadai sebagai sebuah produk yang non-Vegetarian. Masih dari sumber www.vegansociety.com, di situ dinyakatan bahwa “Isinglass adalah bentuk gelatin yang sangat murni yang diperoleh dari gelembung udara beberapa ikan air tawar, terutama jenis sturgeon (ikan yang menghasilkan telur ikan). Penambahan bahan pemurni ini mempercepat proses yang seharusnya dapat berlangsung secara alamiah.” Jenis lagers atau bir yang tidak cukup keras pun sebagian besar menggunakan gelatin dalam proses pemurniannya. Sehingga bagi kaum Vegetarian yang memang peduli, sudah seharusnya berusaha untuk menghindarinya.

Untuk minuman beralkohol tradisional, sepertinya ini tidak perlu penjelasan yang lebih panjang lagi, karena sebagian besar minuman beralkohol yang beredar di berbagai pelosok bumi pertiwi ini menggunakan pembinasaan binatang secara lansgung, seperti cem-ceman anak rusa, atau alat kelamin buaya dan binatang lainnya.


Mitos Kegunaan Minuman Keras

Terlepas dari fakta bahwa sebagian besar minuman beralkohol adalah non-Vegetarian, baik kaum Vegetarian ataupun non-Vegetarian sudah seharusnya pro-aktif dalam menyikapi fenomena minuman keras ini. Salah satu mitos paling populer tentang anggur adalah fungsinya sebagai pembantu proses pencernaan makanan di dalam perut kita. Ini sebenarnya tidak benar. Seorang pakar diet terkemuka bernama Dr. Harvey Diamond, dalam bukunya yang termasuk best seller, Fit of Life, menghancurkan mitos ini. Ia berkata, “Tubuh tidak membutuhkan bantuan untuk mencerna makanan seperti ia tidak membutuhkan bantuan untuk mengedipkan mata atau bernapas. Pencernaan hanya terjadi ketika makanan berada di dalam perut. Jika ada efeknya, anggur JUSTRU memperlambat pencernaan makanan.”

Dari sedikit informasi tersebut, bisa dilihat bahwa sebenarnya banyak sekali efek buruk dari minuman beralkohol. Selain tidak baik bagi tubuh, ternyata sebagian besar minuman beralkohol melalui proses yang ‘non-veganiah’. Memang, untuk memutuskan meminum atau menjadi peminum adalah pilihan pribadi setiap orang. Namun memutuskan untuk tidak meminum sama sekali adalah sebuah sikap. (El Vegano)


Sumber: Buku All You Wanted to Know About Vegetarian, dan www.vegansociety.com


 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template