Rabu, 04 November 2009

Menelan Air Ludah Sendiri


People change.. Sebuah pernyataan singkat yang sering dikatakan oleh beberapa orang sebagai sebuah alasan mengapa mereka berubah. Iya, orang memang bisa berubah tiap waktu. Sekarang A, besok B, besok lusa C, dan seterusnya. Itu merupakan hak pribadi tiap orang untuk memilih apa yang ia jalani. Namun tidak ada pilihan yang tanpa resiko sama sekali. Tiap pilihan akan berakibat terhadap dirinya sendiri (internal) maupun lingkungan sekitar (eksternal).

Seseorang yang memilih untuk menjadi Straightedge misalnya, akan berpengaruh terhadap dirinya yang berupa kesehatan diri dan lingkungan sekitarnya seperti pengurangan asap rokok sehingga selain menghormati udara juga menghormati sesama manusia lain di sekitarnya yang tidak merokok. Seseorang yang memutuskan menjadi Vegetarian/Vegan pun mempunyai dampak yang sama, bagi diri sendiri ketika kesehatan menjadi tolok ukurnya, dan bagai lingkungan ketika ternyata gaya hidup Vegetarian/Vegan nyata-nyata berkontribusi untuk memeinimalisir global warming atau pemanasan global.

Seseorang yang menjadi Straightedge atau Vegetarian/Vegan seringkali memperlihatkan (baik secara langsung atau tidak langsung) ke lingkungan sosialnya bahwa ia adalah penganut Straightedge atau vegetarioan/Vegan. Bahkan lebih jauhnya mempropagandakan apa yang ia percayai tersebut. Semua itu adalah sah ketika ia memang menjalaninya (baca: bukan abal-abal seperti para Fake-Edge dan Fake-tarian).

Selama menjalani itu semua banyak orang akan menerima informasi-informasi yang bisa menguatkan apa yang telah ia lakukan atau malah bisa merontokkan semangat dalam menjalaninya. Semua referensi informasi tersebut tentunya termasuk sebuah kondisi dalam hal pertemanan di mana komunitas atau kolektif bisa mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku seseorang.

Begitu juga yang terjadi oleh orang-orang yang ‘melepaskan’ apa yang telah ia jalani dan bahkan dikoar-koarkan selama ini. Ada beberapa orang yang sering mengikuti pola yang terjadi di dalam sebuah komunitas atau kolektif. Semisal, ketika seseorang memutuskan menjadi Straightedge hanya gara-gara sering bermain dan hang out dengan para Straightedgers tanpa mengatahui mengapa ia mengklaim diri sebagai penganut Straightedge. Begitu pula kasus sebaliknya ketika seorang Straightedger yang ‘melepaskan’ apa yang telah ia percaya, jalani, bahkan dipropagandakan selama ini karena alasan-alasan tertentu yang seringkali terdengar konyol, seperti “Sekarang aku ngerokok lagi”, “Maap, aku sekarang mulai minum lagi”, dll.

Ini tidak hanya kasus Straightedge saja, untuk Vegetarian/Vegan pun sama. Ketika dulu mengklaim diri sebagai penganut atau pelaku gaya hidup Vegetarian/Vegan kemudian ‘melepaskan’ apa yang telah ia jalani selama ini dengan berbagai alasan tertentu.

Semuanya memang hak pribadi tiap orang untuk menjalani apapun yang ia inginkan. Tapi ketika mereka telah masuk ke level ‘mengolok-olok’ atau ‘mencibir’ terhadap apa yang pernah mereka jalani dan percayai, kemudian ini terlihat menjadi sangat konyol di mana orang-orang yang merasa telah ‘masuk’ ke pilihan barunya untuk tidak menjalani Straightedge/Vegetarian/Vegan, namun kemudian malah ‘menyerang’ balik paham-paham tersebut yang nyata-nyata dulu pernah mereka koar-koarkan. Apakah mereka tidak sadar mereka terlalu sering menelan air ludahnya sendiri?

Dari perspektif lain, mungkin mereka bukan ‘menyerang’, namun ‘bertahan’ agar mereka tidak terlihat gagal dalam menjalani suatu gaya hidup yang pernah mereka banggakan. Namun kalau memang ini yang menjadi alasan, mengapa tidak diam saja dan jalani ‘hidup baru’nya? Karena ‘serangan-serangan’ (baca: bertahan diri) yang dilancarkan (kepada orang-orang yang masih tetap menjalani gaya hidup Straighetdge/Vegan/Vegetarian) akan membuat ia terlihat lebih bodoh dengan memaparkan alasan-alasan yang hanya terkesan untuk pembelaan diri.

Ataukah mereka takut akan kritik tajam oleh orang-orang yang tetap setia menjalani gaya hidup tersebut? Setiap decision akan meinmbulkan akibat baru. Tidak ada yang bebas. Semua orang hidup dalam sistem, jadi feedback adalah hal yang wajar. Namun kalau orang-orang yang sellout itu semakin sering ‘menyerang’ paham orang-orang yang TETAP menjalaninya, maka yang terlintas di kepala adalah seberapa lama mereka akan tahan menelan air ludahnya sampai benar-benar kepenuhan dan terlihat tolol? Belajarlah dari setiap kegagalan. (El Vegano, xcrueltyfreex@yahoo.com, www.friendster.com/betterday)

 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template