Rabu, 18 November 2009

Beauty Upon Tortures




Dari judul di atas mungkin beberapa dari kamu sudah bisa menebak arah tulisan ini. Yups, ini memang berbicara mengenai kecantikan yang didapat sebagian manusia dari produk-produk yang melalui proses animal testing yang memang sadis itu. Konsep ‘beauty’ atau ‘kecantikan’ di sini tidak ditujukan hanya kepada perempuan, namun juga kepada lelaki. Pengartian ‘beauty’ di sini sebagai sebuah kondisi seseorang yang dengan usahanya berharap untuk mendapatkan sebuah keadaan tubuh yang indah, wangi, atau minimal enak dilihat. Sebagai contoh adalah penggunaan parfum, sabun, shampo, minyak rambut, dan sebagainya.

Manusia memang membutuhkan mandi, dan (tidak dipungkiri) untuk beberapa situasi membutuhkan juga semacam wewangian seperti parfum, cologne, dan sebagainya. Tiap orang sering menggunakan produk-produk kosmetik tersebut sesuai kebutuhannya. Bahkan tidak jarang ada yang hanya mau menggunakan produk-produk merek tertentu dengan alasan tertentu pula (alasan kecocokan terhadap kulitnya hingga alasan animal rights). Nah, di sini akan sedikit dibahas penggunaan beberapa produk kosmetik yang jelas-jelas menggunakan atau melalui proses vivisection atau animal testing dalam pembuatannya. Vivisection bisa diartikan sebagai sebuah percobaan terhadap binatang (meliputi pembedahan, penyobekan kulit, atau penyuntikan zat-zat tertentu) dengan beberapa tujuan seperti kepentingan produk-produk kosmetik atau obat-obatan.

Esai akan lebih fokus pada pengkonsumsian manusia terhadap produk-produk kosmetik yang tested on animals. Sekarang ini banyak sekali produk-produk kosmetik dengan berbagai mereknya mewarnai hampir tiap swalayan. Untuk sebagian orang yang suka mencoba merek baru akan kebingungan untuk mencoba produk baru mana lagi. Namun agak jarang orang yang memperhatikan dari mana produk tersebut berasal. Beberapa di antara produk-produk tersebut menggunakan proses animal testing. Dan faktor ini masih sangat jarang disentuh atau bahkan belum terpikirkan oleh para consumers produk-produk kosmetik tersebut. Memang, di Indonesia penyebaran pengetahuan mengenai animal testing dalam proses pembuatan produk kosmetik sering terabaikan. Padahal hal tersebut sebenarnya merupakan hak konsumen untuk mengetahuinya.

Bukan apa-apa, namun kalau kamu melihat video investigasi mengenai proses animal testing untuk kepentingan produk-produk kosmetik, hal tersebut memang sangat sadis dan menyedihkan. Coba bayangkan ketika kulit kera dikelupas untuk sekadar diberi tetesan zat tertentu. Si kera pun segera meraung-raung kesakitan. Atau penyobekan kulit pada kelinci untuk diberi zat-zat tertentu yang mungkin untuk kegunaan melihat tahap iritasi pada kulit. Ck ck!! It’s full of tortures! Yang tidak habis pikir, kenapa harus menggunakan hewan untuk produk-produk yang nantinya akan digunakan oleh manusia?

Penggunaan manusia sebagai obyek percobaan untuk kepentingan kosmetik sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa merek terkenal seperti ‘Body Shop’. Namun jangan terperangkap juga dengan konsep ‘no animal testing’ pada beberapa produk kosmetik tertentu. Bisa jadi produk tersebut memang tidak melalui animal testing, tapi ternyata mempunyai kandungan dari bahan-bahan hewani seperti susu, telur, ataupun minyak-minyak dari hewan. Dan sebagai produk kosmetik umum, ‘Body Shop’ pun tidak terlepas dari ingredients semacam itu. Merek lokal seperti ‘Sariayu’ pun sudah menampilkan kalimat ‘no animal testing’ pada bagian kemasan produk-produknya, namun masih ada produk-produk lainnya yang ber-ingredients zat-zat dari hewani. So just beware.

Bagi sebagian besar orang memang tidak mempedulikan akan hal ini. Namun bagi kaum Vegetarian atau Vegan yang memang sudah mengetahui dan tentunya memahami konsep animal rights sebaiknya berusaha mencari alternatif merek lain apabila mengetahui merek tertentu melalui proses animal testing. Di atas semua itu sebenarnya proses animal testing itu memang sangat sadis. Jadi ada juga orang-orang yang tidak mau menggunakan produk-produk 'sadis' tersebut. Bukankah keindahan (baik bagi perempuan dan laki-laki) akan lebih nyaman di hati ketika tidak melalui proses panjang yang sadis? Because there’s no beauty upon tortures. (El Vegano, dimuat juga di Betterday #18)



betterday zine | desember 2009 | betterdayzine.blogspot.com
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template