Rabu, 04 November 2009

Be Smart, Not Only Your Idol’s Follower


Seseorang biasanya sedikit banyak terpengaruh dengan idolanya. Siapapun itu, selama ia mengidolakannya biasanya ia akan mencari tahu banyak hal tentang idolanya tersebut. Dan bagi seorang anak yang masih berumur antara 16 hingga 20 tahunan yang masih mencari jati diri, biasanya faktor idola itu cukup membawa dampak yang besar. Sebagai referensi dalam bertingkah laku dan pencarian jati diri, sebenarnya itu adalah hal yang lumrah. Seseorang yang masih menginjak range umur ABG biasanya akan lebih ekspresif menunjukkan kekaguman terhadap idolnya tersebut. Mulai dari mengkoleksi barang-barang yang berhubungan dengan sang idola (koleksi foto, tanda tangan, kaos, dsb), hingga beberapa perilaku dan/atau kebiasaan yang mungkin juga akan diikutinya (seperti cara berbicara, berdandan, dan bertingkah laku dari sang idola).

Tidak hanya di dunia mainstream, tidak dipungkiri di dunia ‘underground’ pun hal semacam itu terjadi. Semisal seseorang yang mengidolakan band tertentu akan mengekspresikan beberapa hal yang menunjukkan bahwa ia memang benar-benar penggemar band tersebut. Mulai dari membeli albumnya, membeli barang-barang yang menggambarkan band tersebut (kaos, pin, stiker, emblem, dsb), hingga mengikuti beberapa kebiasaan yang dilakukan band tersebut. Ambil contoh simpel untuk konteks yang lebih spesifik, semisal kasus sebuah band hardcore yang digandrungi beberapa hc kids di scene hardcore lokal. Biasanya fans dari band tersebut (baik secara langsung maupun tidak langsung) akan mengekspresikan diri dalam usaha menunjukkan bahwa ia memang sangat menyukai band tersebut, baik secara musikal maupun attitude. Ia akan mengoleksi album-albumnya, mencari kaos bergambar band itu, hingga kebiasaan-kebiasaan beberapa anggota band tersebut yang menurutnya asik buat ditiru seperti cara berdandan dan sebagainya. Ketika ia mengetahui bahwa vokalis band hardcore yang ia sukai itu sering menggunakan gaya fashion tertentu (mulai dari hoodie, jenis kaos, baju, flanel, celana, sepatu, hand-band, bandana, hingga sepatu) biasanya satu-dua dari fashion itu akan diikutinya. Semisal ia berusaha untuk membeli sepatu dengan merk yang sama dengan si vokalis, atau bergaya dengan menggunakan bandana, dan sebagainya.

Ini hal yang lumrah. Karena semua orang memang membutuhkan referensi dalam hidup. Namun yang menjadi sedikit pertanyaan adalah apakah ini akan berjalan terus dengan selalu mengikuti band-band yang ia gemari tersebut? Referensi (apapun) secara substansial untuk kehidupan ini adalah perlu. Selama itu tidak merusak diri, orang lain, dan lingkungan sekitar, semuanya bisa menjadi referensi yang secara positif akan membangun diri masing-masing manusia dan pada gilirannya menciptakan jati diri yang utuh. Namun kalau sebatas kulitnya tanpa mengerti isinya akan menjadi bumerang bagi dirinya, dan apabila tidak ditopang dengan sikap mental positif yang kuat akan membuat seseorang menjadi semacam “kutu loncat” yang berpindah-pindah atau bergonta-ganti jati-diri secara ekstrim dan tidak masuk akal. Gampangnya, ambil contoh aja ketika sebuah band Straightedge (SxE) kondang dari luar negeri sono yang diikuti oleh seorang hc kid lokal. Kemudian ia mengklaim diri karena merasa pesan-pesan positif yang disampaikan oleh band SxE tersebut sangat masuk akal untuk dilakukan. Akhirnya ia memutuskan diri untuk menjadi SxE. Namun di kemudian hari, band SxE dari luar negeri tersebut sellout (berkhianat terhadap komitmennya sendiri) dan berhenti menjalani SxE karena alasan mengkonsumsi rokok/alkohol. Dan si penggemar tersebut merasa kehilangan arah dan akal sehatnya, dan akhirnya ia memutukan untuk ikutan sellout dari SxE juga karena ia akan berpikiran “Orang band SxE luar negeri yang udah kondang dan senior aja bisa sellout, masa aku ga bisa?” Hahaha! Apa yang kamu bayangkan? BODOH. Benar, bahkan sangat bodoh.

Tidak dipungkiri, “penyakit” semacam ini masih banyak menjangkiti beberapa teman-teman di sekitar kita. Bahkan apa yang dikatakan band hardcore luar negeri sering menjadi semacam “jargon” dan patokan beberapa anak di scene dalam bertindak. Wow wow wow... Who are they to be followed like that?? Mereka manusia biasa. Bisa benar, dan juga bisa salah. Yang seharusnya ditanamkan dalam diri adalah bagaimana kamu mengambil sekecil apapun dari band-band tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup kamu masing-masing. Apapun pilihanmu, mau jadi Straightedge kek, Vegan kek, tetap minum kek, hardcore kek, punk kek, anarcho kek, atau apapun, namun itu semua tidak harus semerta-merta menghilangkan akal sehatmu untuk menentukan bahwa band tersebut layak diikuti semuanya. Karena pencarian jati diri yang tak pernah puas hanya akan membuat orang menjadi “kutu loncat” yang tanpa akal sehat menclok sana-menclok sini, dan malah terlihat seperti abal-abal dan tidak konsisten. Dan lagi, setiap pengadopsian gaya atau kebiasaan dari band-band hardcore luar sudah sepatutnya didasari dengan kesadaran yang tinggi. Untuk fashion, seseorang memang harus merasa nyaman benar untuk memakainya, dan tentunya tidak sampai merubah diri secara total atau mendasar. Untuk gaya hidup, memang harus mempertimbangkan berulang-ulang apakah kita benar-benar bisa melakukannya dengan segala rintangan dan konsekuensi di depan?

Dari semua itu, akal sehat dan kesadaran memang merupakan penyaring yang harus ditempatkan di garis paling depan untuk mensortirnya. Karena tidak semua kebiasaan band-band hardcore “tua” dari luar negeri bisa ditiru semuanya. Bahkan semisal tiba-tiba EARTH CRISIS berhenti menjadi Straightedge/Vegan, seorang fans-nya (yang menjadi Vegan/Straightedge karena mendapat referensi salah satunya dari band tersebut) tidak perlu mempertanyakan dirinya bahwa apakah ia perlu melanjutkan Vegan/Straightedge setelah band yang berkontribusi dalam pengambilan keputusannya untuk menjadi Vegan Straightedge tersebut ternyata malah sellout. Karena sebelum mengklaim, kesadaran dan akal sehatnya sudah dipersiapkan untuk memutuskan mengadopsi gaya hidup tersebut yang secara rasional memang baik bagi dirinya dan pihak lain. So, be smart. Not only your idol’s follower. (El Vegano, diambil dari Betterday #20, xcrueltyfreex@yahoo.com, www.friendster.com/betterday)

 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template