Rabu, 30 April 2014

EVER REST Siap Beraksi di Yogyakarta



Bayangan Merah presents:
"EVER REST INDONESIA TOUR 2014"

Sharing performance:

JUST LIKE THIS
LONG WAY TO HOMESICK
FORGIVENESS
HINDIA OCEAN
DIRECTION
RIGHT FIST
GOOD MORNING MY FRIENDS
BLUE SKY

Venue:
@ Zob Cafe, Seturan, Yogyakarta
20 Mei 2014
18.00 - till end

About EVER REST
facebook.com/EverRestAUS
Ever-Rest.bandcamp.com  

Tanpa Telur, Tanpa Keju: VEGAN

 
"Anda ingin Cappuccino dengan susu kedelai atau susu almond?" Anke Cox bertanya dari belakang meja di kafenya, kemudian menekan tombol pada mesin pembuat kopi. Setelah jadi, dengan tersenyum ia menyerahkan secangkir kopi kepada pembeli dan mengucapkan, "Semoga hari Anda indah."
Anke Cox adalah pemilik kafe Mae's.

Ini adalah kafe vegan pertama di Bonn, Jerman, yang dibuka Oktober 2013. Pada menunya tidak ditemukan satupun bahan yang berasal dari hewan. Cox sudah lama ingin membuka sebuah kafe. Menu yang ditawarkan sesuai gaya hidupnya sendiri. Ia memilih hidup Vegan lima tahun lalu.

Awalnya hidup sehari-hari sulit, cerita Cox. Setiap belanja perlu dua jam, karena kandungan setiap bahan makanan harus diteliti, agar bahan yang berasal dari hewan yang tersembunyi sekalipun, tidak terlewatkan. Mencari rumah makan juga tidak mudah. "Saya frustasi karena selalu harus berdiskusi lama dengan pelayan atau kokinya, saya juga frustasi karena akhirnya hanya makan makanan pelengkap saja", tutur Cox.
Anke Cox, pemilik kafe Mae's

Ia akhirnya menemukan tips rumah makan vegan di internet, yaitu di situs 'Deutschland is(s)t Vegan'. Majalah online itu menjadi pintu bagi peminat vegan di seluruh Jerman. Mereka memberikan informasi tentang kemungkinan berbelanja, bahan makanan Vegan, juga proyek dan acara tentang sumber daya terbarukan.


Belanja di Supermarket
Sebagian besar orang yang mengunjungi situs milik sekelompok blogger itu membaca artikel tentang produk-produk Vegan yang bisa dibeli di supermarket. "Minat itu menunjukkan, Veganisme sudah sampai di tengah masyarakat. Tema ini sekarang menyebar dengan cepat", kata editor utamanya Patrick Bolk.

Bolk hidup (dengan cara, ed BD) Vegan karena keyakinan. Sementara faktor kesehatan jadi aspek kedua. Menurut studi yang dilaksanakan organisasi penelitian pasar, "Gesellschaft für Iinnovative Marktforschung", sebagian besar orang yang hidup vegan hanya melaksanakannya sebagai gaya hidup saja. Itu dibenarkan Bolk. Awal gaya hidup ini adalah upaya perlindungan hewan, tetapi tren saat ini dasarnya lebih pada aspek kesehatan diri sendiri saja, demikian Bolk. "Veganisme bagi masyarakat umum adalah gaya hidup yang menarik dan sehat." Tentu saja Bolk berharap lebih banyak orang menjadi Vegan karena keyakinan. Tapi baginya, pernyebarluasan topik ini juga penting.


Vegan? Saya Tertarik!
Veganisme menuntut langkah konsekuen dalam menyantap makanan, ditekankan Silke Schwartau, kepala bagian makanan pada pusat konsultasi konsumen di Hamburg. Beberapa waktu lalu ia dan timnya mempublikasikan hasil analisa pasar produk jadi yang Vegan. Hasilnya lumayan bagus. Tetapi sejumlah kecil makanan yang dites ternyata mengandung lemak dan garam dalam jumlah berbahaya.

"Di internet timbul diskusi intensif, tidak semua orang bereaksi positif atas studi kami", kata Schwartau. "Banyak orang yang Vegan menulis, bagi mereka kekurangan pada produk tidak penting, selama tidak ada hewan yang dibunuh dan disiksa." Lagipula orang yang memilih hidup Vegan biasanya jarang membeli makanan olahan.

"Hidup Vegan tidak otomatis berarti hidup sehat, seperti halnya makanan yang mengandung daging dalam jumlah besar bukan berarti makanan tidak sehat", jelas pakar makanan dan gizi itu. Semuanya tergantung tipe dan jumlah yang dikonsumsi, ditambahkan Schwartau.

Ia juga melihat semakin besarnya minat masyarakat atas hidup secara Vegan. Itu tidak disangka sama sekali 20 tahun lalu. "Tahun 80-an, orang Vegan adalah kelompok kecil dalam masyarakat, sebagian benar-benar kurang gizi, karena produk yang mengimbanginya belum ada," dijelaskan Schwartau. Sedangkan sekarang pusat penyuluhan konsumen selalu mendapat pertanyaan tentang makanan Vegan.


'Kaffee to go' yang Vegan
Apakah tamunya Vegan atau tidak, apakah berdasarkan keyakinan atau tidak, bagi Anke Cox tidak terlalu penting. Tidak semua tamu sadar, bahwa dalam menu yang ada hanya minuman dan makanan Vegan. Itulah yang dikehendaki pemilik kafe Mae's itu.

Ia tidak mengiklankan kafenya hanya sebagai kafe Vegan. Walaupun makanan dan minuman yang ditawarkan tidak mengandung bahan dari hewan, ia tidak mau mengagetkan siapapun. Semua orang disambut di kafe Mae's.

Sumber: DW

 
 betterday zine | vegan straightedge hardcore zine | est. 2001
@betterdayzine
 

Jumat, 21 Maret 2014

Surat Terbuka Alissa White-Gluz (eks-THE AGONIST) Bergabung dengan ARCH ENEMY


Untuk semua fans, teman dan para pundukung,

Saya merasa terhormat dan senang mengumumkan babak baru dalam hidup dan karir musik saya mulai dari hari ini. Saya telah bergabung dengan salah satu favorit saya sepanjang masa, ARCH ENEMY. “Wages Of Sin” adalah album metal pertama yang pernah saya beli dan cinta pada pertama kali mendengarkan album tersebut. Hal yang sangat jarang ketika tiba-tiba kamu mendapatkan telepon dari band favoritmu dan memintamu untuk bergabung! Saya senang memiliki kesempatan untuk bekerja dengan musisi berbakat luar biasa yang juga sekaligus teman baik.

Tapi di sisi lain, dengan sangat sedih saya juga harus mengumumkan bahwa THE AGONIST sekarang adalah bagian dari masa lalu. Saya sebenarnya berencana (dan bahkan sudah mulai) menulis dan merekam album untuk rilis tahun ini, tapi teman-teman band (The Agonist) memutuskan memilih jalan yang berbeda. Berharap bisa mengubah situasinya, tapi segalanya diluar kendali saya. Jadi hanya bisa berharap yang terbaik bagi mereka. Saya akan selalu bangga dengan tiga album yang telah kami rilis sejak tahun 2005 dan saya ingin menunjukkan penghargaan saya untuk para fans yang open-minded dan setia selama satu dekade di scene metal ini. Terima kasih untuk segalanya. Semuanya mulai dari nama band hingga lirik lagu lagu, artwork dan visual, foto, harmoni, melodi, dll. Saya membuat itu semua dengan pemikiran yang dalam serta passion. Saya yakinkan bahwa saya akan selalu membuat kreativitas dalam lirik, bernyanyi, dan berharap dukungan kalian untuk ARCH ENEMY. Terima kasih telah mempercayai saya dan mendukung saya.

Ini sangat penting, saya berterima kasih kepada Angela Gossow (vokalis terdahulu, red BD) karena menjadi mentor saya dan sekaligus malaikat pelindung selama bertahun-tahun -  saya jujur mengatakannya, bahwa tanpa cinta dan dukungannya saya tidak akan mampu untuk semua ini. Angela telah menjadi inspirasi, seorang teman yang sangat berharga, dan dengan bangga sekarang saya menyebutnya partner. Saya sangat tersanjung dan berterima kasih padanya, Michael, Daniel, Sharlee, dan Nick untuk mempercayakan obor Arch Enemy kepada saya. Saya merasa terhormat mereka menyambut saya tidak hanya hanya untuk mengisi posisi vokal namun juga menulis lirik, karena integritas lirik sangat penting. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih yang paling dalam dan tulus kepada semua personel, kru, dan fans KAMELOT atas segala dukungannya, dan menunjukkan cinta yang tak terbatas serta penghargaan selama bertahun-tahun. Itu sangat berarti. (Alissa sering membantu sebagai guest vocals bagi Kamelot, red BD)

Terima kasih, sekali lagi, bagi para penggemar saya, keluarga, rekan kerja dan teman-teman yang mendukung saya selama ini dan kesetiaannya yang tanpa henti. Saya berharap bisa segera menulis dan tampil di tingkat yang baru dengan ARCH ENEMY! Music is forever, metal is limitless and this is only the beginning!


Sumber: facebook.com/AlissaWhiteGluzFans

------------------------------------------------------------------

Mundurnya Angela Gossow dari ACRH ENEMY sendiri karena ia akan fokus terhadap keluarga namun tetap berada di manajemen band. Dan memutuskan memilih Alissa White-Gluz untuk mengisi posisinya. Dan posisi vokal di THE AGONIST yang ditinggalkan Alissa sekarang diisi oleh Vicky Psarakis, dan kemampuannya bisa dilihat di teaser album terbaru The Agonist di sini, tentunya tetap menjanjikan! (El Vegano)

- Video ARCH ENEMY formasi terbaru: KLIK DI SINI

- Tahukah kamu bahwa Alissa White-Gluz adalah seorang Vegan dan StraightEdge? Cek DI SINI!!!!


betterday zine | vegan straightedge zine | est. 2001

Jumat, 14 Maret 2014

Interview with SEE IT THROUGH (Yogyakarta Hardcore)


SEE IT THROUGH (SIT) adalah sebuah band oldschool asal Yogyakarta yang belum terlalu lama terbentuk (2013) tapi sebagian besar personelnya dihuni oleh orang-orang yang sudah cukup lama malang-melintang di scene Yogyakarta Hardcore. Kali ini Betterday Zine berkesempatan mewawancara mereka. Sebagai sebuah band baru, mereka tengah mempersiapkan rilis debut full album-nya bulan April 2014. Sebuah terobosan yang menarik tentunya bagi band yang belum lama terbentuk. Ngga perlu berbasa-basi terlalu panjang, check this out!!

Halo teman-teman SEE IT THROUGH (SIT).. Apa kabar? Ini pertama kali Betterday Zine meng-interview band di tahun ini. Hehehe! Terimakasih atas waktunya. Tolong perkenalkan masing-masing diri kalian beserta posisi di band dan kesibukan kalian sehari-hari..
Doni: Halo mas, kabarnya baik banget ini,,hehe! Jebagian tugas nyanyi sak-mampunya mas di SIT. Masih tercatat sebagai mahasiswa di perguruan tinggi swata dan nyambi ngedit video di kebon studio ni mas...
Satya: Haloo kabar baik mas Nanu.. Saya di posisi gitar, kesibukan sehari-hari masih berusaha keras  menyelesaikan studi dan mburuh musik J
Anton: Kabar baik bro Nanu…Perkenalkan nama saya masih Anton Kristianto Wibowo, kesibukan sehari-hari masih freelance buruh Adobe dan berusaha tetap semangat mengemban tugas negara..hahaha! Posisi di SIT bassjigur.
Sondonk: Halo juga mas bro Nanu.. Alhamdulillah sehat dan senang mas. Wow band perdana ki judule haha! Seperti biasa mas, masih bergelut di dunia percetakan. Mbolang freelance hatkor pank dan posisi gedumbrengan di SIT…hehe!

SEE IT THROUGH tergolong band baru, namun digawangi oleh personil yang sudah cukup lama berkecimpung di scene Yogyakarta Hardcore (YKHC). Bisa diceritakan gimana awal terbentuknya band ini?
Sondonk: Oke.. Pelajaran sejarah dimulai..haha! Yaps SIT memang band baru yang ingin mengembalikan kejayaan oldschool HC di Jogja yang sempat meredup beberapa tahun belakangan ini. Berawal dari obrolan ringan sembari mendengarkan THE GEEKS di Kebon Studio (omahe Satya), kami yang sebagian sudah mempunyai band masing-masing kepikiran untuk membuat side-project koyo THE GEEKS kui..haha! Digagas oleh Satya (STRIDE OFF/STUPID AGAIN) yang awalnya ngajakin Anton dan Sondonk (keduanya aktif di BAKUHANTAM) buat bikin SIT ini, dan Doni yang juga teman seperjuangan dolan dikon nyanyi. Jadilah SEE IT THROUGH yang sederhana dan apa adanya ini…hahaha!

Kalian akan merilis album perdana dalam waktu dekat ini. Gimana tuh awalnya bisa kompakan bikin album dalam waktu yang relatif singkat setelah band ini terbentuk?
Doni: Niat sih mas…haha! Seringnya ketemu masing-masing personal sih mas kayaknya. Karena kebetulan saya dan temen-temenlaennya sering nongkrong di kediaman Satya Utama…haha! Terkenalnya sih Kebon Soewoeng…dan masing-masing personil juga sudah sangat mengenal dengan baik dan cukup lama.
Satya: Awalnya kami memang sering bermain bareng mas, lalu muncul ide untuk bikin side-project  band tapi memang tujuanya untuk lansung membuat album. Melalui proses yang sangat  singkat kurang lebih 1 tahun, alhasil minggu ini albumnya dapat rilis, amin. Walaupun masih banyak yg belum tahu apa itu SEE IT THROUGH karena masih baru dan jarang maen juga di gigs Jogja, maka dari itu kami memperkenalkan kepada teman-teman lewat album ini, semoga masyuk. J
Anton: Berawal dari obrolan yang diatapi sebongkah pohon sawo dan ditambah semangat gairah muda kita-kita ini…hahaha! Jadilah albumnya SIT. Karena kita masih muda maka berkaryalah sesering mungkin, keburu tua mas Nanu. Nanti kaya kamu loh jadi lupa-lupa ingat (juskid) hahaha… (Woh asyemikkk!! -red)
Sondonk: Simpel mas Nanu.. Sesuai dengan konsep SIT yang easy listening oldschool hardcore haha.. Awalnya memang kalau bisa ya secepatnya bikin album. Secara materinya gak ribet-ribet bingit..haha! (idiihh.. bingitz bo.. –red). Bikin lirik semalem, langsung latian dan kemudian booking om Wisnu (Wisnu Jahat, -red)..haha! Gak kerasa udah 10 lagu aja.. Yawes ngalbum bae lah…haha!

Kalau ngga salah debut album kalian berjudul “Youth Spirit Never End”. Bisa diceritakan tentang pemilihan judul tersebut? Dan akan berformat apakah apa rilisan pertamanya? Apakah terpikir buat bikin format kaset juga?
Doni: Kebetulan para personal cenderung muda dan masih semangat untuk beraktivitas di area ini. Gitu sih.. Rilisan pertama sih tetep CD, sebenarnya pengen juga rilis kaset cuman ya itu tadi pengetahuan tentang produsen kaset sangat minim. Ya apa bole buat..hahaha!
Satya: Kenapa “Youth Spirit Never End”? Karena itu mengutip dari lagu kami yang berjudul sama, dan diliriknya sangat mewakili SEE IT THROUGH. Pada intinya dengan semangat muda..hahaha! Kami mempunyai misi untuk berusaha menjaga scene hardcore ini tetap menyenangkan dan asik dengan sing along bersama dan njoget bareng. Bukan hanya sekedar menyakiti satu sama lain alis mbati ndas di moshpit..hehe! Rilisan pertama kami berbentuk CD audio, dan hanya membuat 50 pieces CD untuk rilisan pertamanya. Sempat terpikir kami untuk membuat rilisan kaset pita tapi kata sahabat kami Semprong (Samstrong Records) pabrik kasetnya sudah tutup…hehehe!
Anton: Ya disitu sudah jelas bahwa debut album kita dilandasi semangat jiwa muda yg ga pernah berakhir. Dan intinya judul album beserta isinya kita buat apa adanya. Maka dari itu kita serentak mencantumkan “Youth spirit Never End” di album perdana ini. Untuk rilisan perdana kita berbentuk CD, dan kaset kemungkinan bisa jadi, kalau semisal ada record label yg baik hati buat bantu-bantu SIT…hehehe!
Sondonk: Why that words?? Ya karena kami musah muda!! Hahaha! Ora dink hehe..! Diambil dari lagu pendek SIT yang dirasa mewakili dari semangat dan gairah kita ini, mas nanu. Menjadi tua itu pasti tapi semangat dan jiwa muda ini tak akan pernah mati..widihhh..haha! Biar kaya lagu kebangsaan HC kids mas, “Young Till I Die”…haha! Band-band-an kui ora kenal umur lan marake awet enom..hahaha! Rilisan awal ini masih berupa CD. Gak menutup kemungkinan suatu saat kalo ada link dan ada yang bantu ya pengen juga dalam format kaset. Ben luwih ketok underground jare...hahaha!

Apa aja isi pesan dari lagu-lagu SEE IT THROUGH di album ini?
Doni: Sebenernya isi dari lagu di album “Youth Spirit Never End” ini bercerita tentang semangat yang dimiliki oleh setiap personil untuk tidak pantang menyerah dalam menghadapi semua tantangan dengan cara dan pandangan masing-masing tentunya. Sesimpel itu aja sih menurut saya…haha!
Satya: Isi pesan lagu di album ini, kebanyakan tidak jauh dari kehidupan sehari-hari. Di lirik kami banyak menulis tentang persaudaraan, semangat  hidup, dan sikap optimis sebagai pemuda, wuedyaann! Anti-”nglokro” intinya, mas haha! (nglokro artinya males-malesan, -red)
Anton: Tidak jauh dari pertemanan, keluarga, dan semangat jiwa muda lebih jelasnya. Satya dan Sondonk sebagai penulisnya ayok! Hehehe!
Sondonk: Isine sek jelas udu tentang masa lalu..haha! Semangat, persahabatan, kekeluargaan, dan juga tentang sikap optimis seperti yang dibilang Satya tadi…hehehe!

Album kalian nantinya akan diedarkan dibawah bendera Youth Spirit Records. Ini record label asal mana dan siapa aja yang mengelolanya?
Doni: Youth Spirit Records sebenarnya adalah record label yang kita kelola sendiri tapi di sini adalah Satya Utama yang sangat memberikan kontribusi paling besar dalam menggerakkan Youth Spirit  Record. Gitu sih…hahaha!
Satya: Youth Spirit Records adalah label kami sendiri, karena proses dari awal hingga selesai album ini kami mengurusnya sendiri. Tiap personil punya tugas masing-masing dalam prosesnya, hingga kami bersapakat menamai record label-nya dengan nama itu. (Juosss..salut! –red)
Anton: Ini record label dari SIT sendiri, karena band baru biasanya susah untuk mencari support dari record label sekitar.
Sondonk: Yap yap yap Youth Spirit Records adalah label sendiri dari kami..hehe! Dari Jogja untuk Indonesia.. Halahhh koyo kampanye caleg..hahaha! Yang mengelola ya kami-kami ini. Bagi-bagi tugas.. Aku bagian resik-resik ja..haha!

Secara musik, apakah influens dari SEE IT THROUGH? Dan juga apa influens masing-masing personilnya?
Doni:
SEE IT THROUGH, awal dulu sering banget ngover “Respect” dan “What We Believe” dari THE GEEKS. Untuk playlist saya paling seneng dengerin CHAIN OF STRENGTH, CARRY ON, GO IT ALONE, FIRST TIME.
Satya: Kalo infuens saya tidak hanya lingkup di musik hardcore saja, tapi kalo hardcore influens saya seperti SHUTDOWN, TEN YARD FIGHT, SHELTER, CIV, ENSIGN, , IN MY EYES, THE GEEKS, BANE, GOOD CLEAN FUN, THE FIRST STEP, CHAIN OF STRENGTH, FLOORPUNCH, CARRY ON, STRENGTH TO STRENGTH, STRONGER THAN BEFORE, THROUGHOUT, STRAIGHT ANSWER, LOST SIGHT, FIRST TIME, REASON TO DIE, BAKUHANTAM.
Anton: Untuk SIT ga ada influens tertentu dan saya pun juga. Karena player SIT sendiri punya playlist masing-masing dalam bermusik. Apa sajalah penting uenaaak jon! Yang jelas roots SIT  ga bakal jauh dari old / new hardcore punk.
Sondonk: kalo dari musik, SIT sendiri terpengaruh dari sound oldschool lawas macam SHUTDOWN dkk ditambah sedikit sentuhan rodo pie ngono ala THE GEEKS dan VITAMIN X..hahaha! Kalo aku sendiri belum bisa move on dari LOOSERZ dan STRAIGHT ANSWER, mas..hahaha!!

Ada rencana membuat semacam gig untuk launching album kalian? Boleh dong bocoran dikit..  :)
Doni: Haha! ada sih mas .. Cuman ya kecil-kecil aja, yang paling penting buat saya pesan-pesan dari lagu kami bisa tersampaikan dengan jelas dan bisa dinikmati sama temen-temen semua itu udah seneng banget.
Satya: Pasti itu mas, mungkin selang beberapa waktu setelah album rilis, kami akan membuat pentas kecil-kecilan dan beberapa band dari teman-teman juga ikut maen.
Anton: Yah pasti ada.. Ditunggu aja bulan April hangan sampai terlewatkan, free loh.. Hehehe!
Sondonk: Lagi dipikir karo turu kui mas..haha! Pengen mengadakan semacam kenduren hardcore/punk ngono..hahaha! InsyaAllah dalam waktu dekat ini. Doain aja semua CD bisa dirilis bulan Maret ini dan launching nyusul soon...hahaha!


Agak melebar nih.. Gimana masing-masing dari kalian memaknai hardcore itu sendiri?
Doni: Saya memaknai hardcore sih sebatas pertemanan dan saling menghormati scene laennya aja maklum mas tinggalnya juga di Jogjakarta. Haha!
Satya: Melalui hardcore saya bisa mengukapkan segala ekspresi, emosi, semangat, dan sangat mempengaruhi dari segi mental hingga sikap hidup sehari-hari. Hardcore juga mengenalkan saya untuk bagaimana itu berproses, belajar, berteman, bersaudara, dan saling menghormati satu sama lain. United we stand! Divided we fall!
Anton: Hardcore pride! Passion before fashioon..and it’s movement.
Sondonk: Jalan hidup. Bukan sekedar gaya hidup. Memang kita mungkin tidak bisa hidup dari hardcore namun semangat kita bisa hidup karena hardcore. Duhdekkk…hahaha!! (Omonganmu ngeri, Ndonk.. Hahaha! –red)

Kalian kan tinggal di Yogyakarta, di mana kita tahu perkembangan scene hardcore di kota ini. Banyak band baru bermunculan, dan tidak lupa banyak gigs juga tiap minggunya. Apa pendapat kalian dengan scene YKHC sekarang?
Doni: Sebenarnya saya senang scene hardcore mendapat tempat di Jogja sekarang. Dulu sih gak se-antusias saat ini, mungkin udah jadi trend ya mas…hehe! Point plus nya sih scene hardcore di Jogja ini jadi lebih kuat dan jelasnya pasti ada beberapa point negatif yang mengekor di beberapa point tertentu.
Satya: Perkembangan scene YKHC sekarang sangat seru dan menyenangkan karena banyak band yang baru dan bagus-bagus dari segi musiknya. Saya support dan sangat mengapresiasi, semoga dari generasi ke generasi tetap solid dengan konsistensinya, apapun kondisinya.
Anton: Menurut saya gigs di scene Yogyakarta jelas berkembang dari waktu ke waktu. Dari bunker jadi JNM, dari oldskool jadi beatdown dan sekarang di mana-mana udah banyak gigs entah gigs beneran atau cuma reguleran…hehehe! Sekarang tuh susah mbedain gigs sama gym. Hahaha! Yah kalau saya support ajalah mau gimana-gimana banyak orang butuh juga. Yang penting gigs lancer, anda puas panitia lemas yes! Haha!
Sondong: YKHC old and new are awesome…haha! Gigs rame banget seminggu bisa 5 kali..,hahaha! Band barunya nyekil-nyekil sangar joss poll..hahaha! Saya sangat mengapresiai semua pihak dan band-band hardcore di scene YKHC ini. Semoga bisa tetap solid aman terkendali. Cuma saya kangen OFOB (One Family One Brotherhood, -red), OUR TIMES, BACK ON TRACK, JOGJA HARI INI, MATARAM ATTACK, dsb-nya…huhuhu!

Saya sebenarnya paling males nanyain ini karena subyektif, tapi menyikapi perkembangan salah satu issue di scene hardcore nusantara yang sering jadi polemik tentang violent/violence dance. Apa opini kalian tentang violence dance itu sendiri?
Doni: Yang penting sportif aja sih mas kalo saya. Tapi untuk saat ini para hc kids yang di Yogyakarta juga udah sangat sportif dalam violonce dance, udah ga seperti dulu lagi yang cenderung “senggol senggel” haha! Mungkin, itu juga bukan masalah tren violence dance-nya, cuman mereka aja yg pengen nunjukin kapasitas mereka di dance hall…haha! Dan bukan efek alcohol sih menurut saya …hahaha!
Satya: Sedikit curhat ya mas…hehe! Kadang juga males melihat beberapa oknum memanfaatkan violence dance untuk ajang saling menyakiti. Terkadang juga para hc kids di Jogja malah terfokus menonton pelaku violence dance-nya daripada nonton bandnya, ironisnya juga apapun musiknya mereka tetap melakukan violence dance, walaupun tidak pas antara tempo lagu dengan dance-nya..haha! Waton serem lah. Tapi menurut saya itu wajar, itu merupakan sebagian dari proses, dari tidak tahu menjadi tahu, saya juga mengalami fase itu. Violence dance tetap oke, yang penting tetap saling menjaga.
Anton: Untuk question yang satu ini saya dulu pernah menjawab di interview BAKUHANTAM. Ya pada dasarnya saya setuju jika dilakukan di tempat yg pantas , tidak berlebihan dan didasari kesenangan bukan untuk cari keuntungan…hehee! Karena tidak bisa dipungkiri di manapun bakal jadi polemik juga. Yang jelas kita sikapi dengan pikiran terbuka saja, pro-kontra itu pasti. Yang tidak suka silakan menjauh dan yang menyukai silakan dinikmati jangan lupa lebih berhati-hati karena sudah banyak kasus salah paham di area violent dance!
Sondonk: Violence dance?? Gara-gara “Boston Beatdown” ki mesti…hehe! Lagi booming yahh.. Menyenangkan sebenarnya. Saya sendiri juga sering melakukannya, tapi sekarang udah jarang. Takut mas…haha! Boyoken juga..hehe! Cuma kadang ada oknum yang istilahnya golek-golek. Dan itu sangat tidak menyenangkan. Yang penting dalam rangka support band yang main aja. Saling menjaga satu sama lain dan tetap ciptakan suasana fun dalam moshpit.

Apa playlist kalian sekarang-sekarang ini?
Doni: THE GEEKS “What We Believe”, THROUGHOUT “Step Ahead Into The Real World”, FIRST TIME “Emosi Menyala”, STUPID AGAIN “Sebotol Minuman”.
Satya:  MORNINGSICK “Persepsi”, STRAIGHT ANSWER “Small Show Great Friend, SHELTER “Song of Brahma, Tchaikovsky: Symphony No.5 in E minor, Op.64 2nd Movement.
Anton: Raisa, Saunine, dan SHEILA ON 7 (hardcore terus mumet loh..haha)
Sondonk: Taylor Swift “Back to December”, OASIS “Champagne Supernova”, THE ATARIS “My Reply”, ALEA JACTA EST “Today You Die”, SALIET INSANITY “I Can See The Sky”, STRAIGHT ANSWER “Punk United”..hehe! Biar balance alon dan banter..hehe!

Dan apa aja band YKHC yang kalian rekomendasikan?
Doni: HOMETRUTH, SERIGALA MALAM, THROUGHOUT, FIRSAT TIME, DISATRU.
Satya: HOMETRUTH, STRONG IN PAIN, SOCIETY RAMPAGE, THIS HEAR.T
Anton: BAKUHANTAM, REASON TO DIE, HOMETRUTH, KUDABESI, THE LAST TIME, THROUGHOUT, THIS HEART, FIRST TIME, STRONG IN PAIN, FIGHT ALONE TODAY, SERIGALA MALAM, BREAKINSIDE, xLIFETIMEx, SOMETHING WRONG, STRNGTH TO STRENGTH, STRONGER THAN BEFORE, NOISE FOR VIOLENCE, THINK AGAIN, KILLED ON JUAREZ, HANDS UPON SALVATION, dan masih banyak lagi yg keren-keren jon..
Sondonk: BAKUHANTAM donk..haha! HOMETRUTH asik.. KUDABESI, CHILDREN BASTARD, REASON TO DIE sangar… FIRST TIME well…  STRONG IN PAIN , SERIGALA MALAM, THROUGHOUT, xLIFETIMEx, NOISE FOR VIOLENCE, dan band YKHC lainnya sek gandem poll! Aku bingung akeh banget and apik kabeh…hehe!

Last cool words untuk para pembaca Betterday Zine?
Doni: Keep attitude spirit never end!!!
Satya: Make hardcore fun again!!!!!!!!
Anton: Pengen sehat dan kuat! Bacalah Betterday. Karena banyak tips dan trick tentang dunia per-hardcore-an. Di dalam hardcore yang sehat terdapat jiwa punk yang kuat,  Mbah Bobby quote. Inga inga..Ting!!
Sondonk: Jaga terus semangat ini!!!

Terimakasih atas waktunya dan semoga sukses dengan debut album kalian. Hardcore still lives!
All: Oke mas Nanu sami-sami. Sukses juga buat Betterday dan bandnya mas Nanu sek akeh dan apik kabeh kui, hehehe! Yaps hardcore still lives..


Everything about SEE IT THROUGH:


SEE IT THROUGH Album Teaser



betterday | vegan straightedge hardcore zine |  est. 2001

Senin, 10 Maret 2014

SALIENT INSANITY "From Horror To Sorrow" (2007) FREE DOWNLOAD

 

Sejarah SALIENT INANITY
SALIENT INSANITY terbentuk pertengahan September 2005, dengan formasi awal Eric (gitar), Roni (drum), Venus (vokal), dan El Vegano (gitar). Pada awalnya, SALIENT INSANITY sempat kesulitan mencari seorang pemain bass. Beberapa orang telah dicoba tapi hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya mereka bertemu dengan Basbo, yang juga merupakan pemain bass band pop, NEWDAYS. Seiring perjalanan waktu, Roni (drum) dan Eric (gitar) keluar dari band karena bekerja di luar kota. Posisi drum diisi oleh Suryo, yang juga merupakan drummer HANDS UPON SALVATION (metalcore) serta MORNING HORNY (melodicpunk). Line-up terbaru SALIENT INSANITY adalah Venus (vokal), El Vegano (gitar), Bassbo (bass), dan Suryo (drum).    

Masing-masing personil SALIENT INSANITY mempunyai influence yang berbeda-beda, tetapi secara umum beberapa influence-nya antara lain adalah THE BLACK DAHLIA MURDER, AT THE GATES, ARCH ENEMY, FRAGMENT OF UNBECOMING SKYWARDS, EMPEROR, WINTERSUN, HIMSA, xPURIFICATIONx, LAMB OF GOD, dan HATEBREED.

Secara musikal, band ini mempunyai karakter musik melodicmetal yang agresif. SALIENT INSANITY telah mengeluarkan mini album ‘From Horror to Sorrow’ tahun 2007 yang berisi 5 lagu. Mini album tersebut dirilis dan didistribusikan oleh manajemen SALIENT INSANITY sendiri dibawah bendera Insanity Records.

Mati Suri
Memasuki tahun 2010 SALIENT INSANITY mengalami kevakuman cukup lama karena kesibukan personil masing-masing. Venus (vocals) memutuskan untuk pindah ke Bali. Dan personil lainnya aktif dengan band mereka yang lain. Suryo (drum) tetap dengan MORNING HORNY hingga hari ini. El Vegano dan Bassbo membentuk LIOSALFAR (female fronted 90s-Style MetalHardcore). Semoga semangat dan legacy mereka memberikan semangat yang baik bagi semua orang yang dulu selalu mendukung band ini. The spirit remains! 
 
GIGS
“10.000 Megavolts Fest – MASS SEPARATION TOUR (Malaysia)” at Bunker Café
“Marvelous Night” @ Radical Café
“VAN KATOEN (Belanda) World Tour” @ Auditorium TNI AD Jogja
Jogja Teenage Power #2” @ Jogja Café (November, 2006)
“May Grey Spirit” @ Auditorium TNI AD Jogja (May, 2006)
“Morisland Gig” @ Morisland Shop (Desember, 2006)
 “7 Deadly Years” @ Depok Sport Center (Desember, 2006)
“Rock Is Not Dead Fest” @ Gedung Serba Guna (Desember 2006)
“A Tribute to Misfits” in Surabaya (4 Februari 2007)
“Black February” @ Terrace Café (28 February 2007)
“Murder to the Crown” @ Java Café (25 Mei 2007)
“Torture Kill Vol.2” @ Gedung Tari UNY, Jogja (28 Juni 2008)

DISCOGRAPHY
“From Horror to Sorrow” (EP), 2007, Insanity Records, Jogja.
“Total Destroy” (Compilation), 2007, Chaotic Records, Bandung.

“A Charity For Saving Bears” (Compilation), 2007, Huga-Huga La Resista Records, Balikpapan.

Kontak via El Vegano: @elvgno


FREE DOWNLOAD SALIENT INSANITY "FROM HORROR TO SORROW" (2007)

http://www.mediafire.com/download/9bo1k3cjcbltric/SALIENT+INSANITY+-+From+Horror+to+Sorrow+%282007%29.rar
  
betterday zine | vegan straightedge hardcore zine | est. 2001

Rabu, 05 Maret 2014

SOME OTHER FINGERS Siap Menghentak di Debut Full Album "Trying To Hold On" (2014)


Terbentuk pada tahun 2006 di Yogyakarta dengan mengusung genre musik (melodic) metal hardcore. SOF merilis demo EP tahun 2009 yang secara umum lagu-lagunya bercerita tentang penyesalan dan harapan.

Sebenarnya awal terbentuknya SOF sempat berada di area post hardcore. Namun seiring berjalannya waktu musik mereka mengalami sedikit perubahan. Di album terbaru SOF “Trying To Hold On" yang akan rilis bulan Maret 2014 ini mereka menawarkan musik metal hardcore yang lebih berat dan tetap dengan sentuhan melodius yang kental. Keseluruhan 12 tracks dengan musik yang ngebut dan breakdown-part tipikal di sana-sini bagian lagu, ditunjang dengan warna vokal variasi serak dan scream, membuat album lagu-lagu di album “Trying To Hold On” terdengar lebih atmospheric dan emotional.

Launching album “ Trying To Hold On “ akan di selenggarakan pada tanggal 29 Maret 2014 di Tomora cafe, Yogyakarta. Release party ini akan diramaikan juga dengan beberapa band dalam dan luar Yogyakarta.  Good luck!!


 MEMBERS:
 Yudha (Vocals) facebook.com/restu.yudha.98

Demo Mini Album 2009:
1. Tears of Revenge
2. When You Fall
3. Setelah Jatuh Cinta Sakit Hati Lagi
4. From the Heaven
5. Sakit yang Terasa
6. Dendam Dalam Jiwa

Single track unrecord 2010:
1. Stop Playing God

Single track 2011:
1. Awal Mula Perubahan
2. Hitam
3. Kesempatan
4. Sisi Terang

 Full album 2014 (Trying To Hold On)
1. Awal Mula Perubahan (intro)
2. Hitam
3. The Best Of Me
4. Kesempatan
5. Trying To Hold On
6. Berontak
7. Misdirected
8. Satu Mata
9. Semacam Motivasi
10. Faithless
11. Sisi Terang
12. Bangkit (outro)


Anything about SOME OTHER FINGERS

Videoclip dan clip footage (member lama):







betterday zine | vegan straightedge hardcore zine | est. 2001
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template