Rabu, 27 Januari 2016

GRAUSIG “Di Belakang Garis Musuh - making the album progress"


Single CD "God's Speed Replicated" yang dirilis pada tahun 2014 lalu merupakan sebuah announce dari GRAUSIG untuk berbagai hal, antara lain announce tentang keberadaan serta formasi GRAUSIG terkini, terlebih juga announce mengenai format musik death metal seperti apakah yang GRAUSIG suarakan di era ini yang akan ditumpahkan dalam full album (Lp) bertitel "Di Belakang Gasris Musuh".

Full album (Lp) "Di Belakang Garis Musuh" ini akan memuat 9 lagu yang mayoritas berlirik bahasa Indonesia. Pemilihan penulisan lirik Bahasa Indonesia bertujuan agar makna dari masing-masing lagu dapat lebih dimengerti dan dipahami oleh pendengar di Indonesia pada umumnya walapun tidak menutup kemungkinan full album (Lp) "Di Belakang Garis Musuh" ini akan didedarkan pula di luar Indonesia nanti.
 
Proses pengerjaan album “Di Belakang Garis Musuh" dimulai sejak bulan November 2015 dan diharapkan selesai pada bulan Januari 2016 ini, yang dilakukan di 2 studio berbeda yaitu K Studio dan Three Sixty Studio Jakarta, saat ini proses pengerjaannya telah memasuki tahap mixing, dilanjutkan dengan mastering yang merupakan tahap akhir dalam pengerjaan sebuah album.

So guys, bersiaplah untuk full album (Lp) GRAUSIG "Di Belakang Garis Musuh" yang akan rilis di bulan Maret 2016 ini!

GRAUSIG are:
PHUPUT - Vocals
IVAN - Guitar & Backing Vocals
EWIN - Bass & Backing Vocals
DENNY - Drums 


DISCHOGRAPHY 
- Feed The Flesh To The Beast - Ep. On Cassete. Graveyard Prod (1997) Colours Prod (Re-Release version 1998)
- Abandon, Forgotten and Rotting Alone – Lp.On Cassete. Independen Records/Aquarius Musikindo (1999)
- In The Name Of All Who Suffered And Died – Ep. CD Self Release (2013)
- God’s Replicated – Single. CD Self Release (2014)
- Feed The Flesh Who Suffered And Died – Compilation on Cassete. Zim Zum Prod (2015)

For further information about GRAUSIG please contact:
GRAUSIG Management
Mobile: 082310493663
Pin BB: 7DDF2139
E-mail: grausigmanagement.gmail.com






@betterdayzine | vegan straightedge hardcore zine | since 2001

Selasa, 01 Desember 2015

Out now! AGAINST OPPRESSION "Second Nature" (EP, 2015)

Sejak MINOR THREAT mengangkat term gaya hidup “sehat” StraightEdge, ide itu telah berkembang secara masif sampai ke seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Indikasinya bisa dilihat dari terus bermunculannnya rilisan album dari band-band hardcore StraightEdge. Album "Second Nature" oleh AGAINST OPPRESSION ini salah satunya.

Against Oppression yang saat ini beranggotakan Redho Winanda (vokal), Eldi Novriandi (gitar), Rio Devara (gitar) dan Okto Estomihi (bass), menyelesaikan EP pertama mereka berjudul "Second Nature" yang dirilis oleh Rimauman Music dan YangMuda Records. Dengan pola dua gitar yang agresif, saling mengisi dan tanpa ragu memainkan riff bernada tinggi khas band-band modern hardcore ini diiringi dengan permainan drum yang lugas dan cepat.  Departemen lirik menghadirkan nuansa yang “gelap” dengan hadirnya “Second Nature”, yang juga merupakan judul EP ini. Since we together cross our heart and i deserve the heaven is the best your second nature”, pada awalnya ada penolakan dan kekecewaan pada kenyataan hidup yang tak selalu manis, namun akhirnya berujung pada penggambaran bahwa kematian adalah sebuah fase baru setelah kehidupan.

Memakan waktu produksi satu tahun, dari Maret 2014-2015 album ini direkam di Blacksheep Studio dan Baliga Studio, Palembang. Mixing dan mastering dieksekusi oleh Toteng di Masterplan Studio, Bandung.

Dirilis format compact cassette oleh dua label asal Palembang, Rimauman Music dan Yangmuda Records. Tentunya menjadi rilisan yang wajib dimiliki untuk yang menyukai Counterpart, Verse, Comeback Kid, Capsize, Hundredth, Defeater.

Single “Second Nature” dari mini album Second Nature bisa disimak di:

Untuk wilayah Jogja, kamu bisa dapatkan album "Second Nature" ini di RELAMATI RECORDS
 

AGAINST OPPRESSION contact:

------------------------------------------------------                  
Artist: AGAINST OPPRESSION
Album Title: SECOND NATURE EP
Format: Compact Cassette C-40
Label: Rimauman Music / YangMuda Records
Catalogue: RIMAUMAN-005/2015 | YMTP-003/2015
Country: Indonesia
Release date: 27 November 2015
Genre: Hardcore

Tracklist:
1. Something Dark
2. Second Nature
3. Way Of Life That I Choose
4. Help
5. Tak Pernah Menyerah

All music written by Redho Winanda, Eldi Novriandi , Rio Devara Hermanto & Okto Estomihi Saragi
All lyrics written by Redho Winanda
Drums recorded by Kodrat Siken Sabo at Blacksheep Studio, Engineered by Panji Mustaqiem
Guitars, bass and vocals recorded at Baliga Studio, Engineered by Abi Baliga
Mixed and Mastered by Toteng at Masterplan Studio (Bandung)
Cover art photography by Denny Dewanto
Lyrics sheet photography by Mohammad Jordan
Group photo by Denny Dewanto
Sleeves design and layout by Dony Widianto (Threat/DawnFades)
 

betterday zine | 2015 | vegan straightedge hardcore
@betterdayzine

 

Rabu, 27 Mei 2015

VICIOUS DIVINE x AJTHC Live, 20 Juni 2015 (press release)


Kota Blitar yang hidup dalam sempit berdampingan dengan rasa jenuh dan haus  yang ada di dalamnya. Pada 20 Juni 2015 Rumah Rimba kembali mengadakan Pesta untuk sedikit mengobati dan turut meramaikan scene underground di Kota Blitar. 

Kali Ini 2 unit band Blitar yang pada penghujung 2014 lalu baru saja merilis EP dan Album akan melakukan sebuah show luar biasa yang mana Vicious Divine menjadi AJTHC dan AJTHC menjadi Vicious Divine 2 band ini akan saling adu cover song AJTHC akan mengcover 2 lagu Vicious Divine dan begitu sebaliknya. Dan akan ada 4 band berbahaya yang akan ikut mengacaukan moshpit di Rumah Rimba.

OUTRIVAL
Mereka adalah Quartet Hardcore Beatdown asal Tulungagung. Beat - beat berat yang mereka mainkan tidak akan bosan bosannya menendang gendang telinga audiens hingga membuat mereka tak bisa tinggal diam untuk ikut memeriahkan moshpit.

DELUDED
Band Hardcore/Punk asal Blitar yang akan merilis Demo EP mereka dalam bentuk kaset via Greedy Dust Records akan turut memecah moshpit di Rumah Rimba dengan part-part primitif yang sangat intens layaknya band-band hardcore berbahaya asal New York; The Abused, Life's Blood, dan Agnostic Front.

CHICK IN UR MIND
Trio Pop Punk veteran asal Malang yang sangat enerjik ini akan membawa suasana yang sangat berbeda pada gigs kali ini. Materi pop punk mereka tid

SLUG
Unit hardcore berbahaya yang datang jauh-jauh dari Sidoarjo ini memainkan hardcore yang sangat apik dengan perpaduan part cepat dan lambat yang sangat pas. Kalian bisa sedikit mengintip materi EP mereka “Eleven Out” yang telah rilis tahun lalu di akun Soundcloud mereka.

AJTHC
Ini dia salah satu band yang punya hajat pada gigs kali ini. Hardcore beatdown dengan perpaduan riff cepat dan enerjik ala Have Heart, Verse, dan Your Demise yang dipadukan dengan riff guitar hardcore seperti Madball, Hatebreed, dan ROTF membuat band Hardcore satu ini memang patut diperhitungkan. Mereka akan membawakan cover song dari Vicious Divine dengan versi yang lebih beatdown pastinya.

VICIOUS DIVINE
Band metalcore yang akhir 2014 lalu baru saja merilis EP perdana mereka dengan judul “Loathe” ini akan menggempur gendang telinga kalian dengan membawakan materi dari AJTHC yang dipadukan dengan beat kencang yang pasti akan membuat kesan Beatdown di materi AJTHC menjadi lebih cepat dan kasar .

Tiket dihargai 15 ribu perkepala dan gratis bagi wanita yang ingin ikut meramaikan gigs ini.



betterday zine | vegan straightedge hardcore zine | est. 2001

Kamis, 29 Januari 2015

Gig: "Rise Up Together Fest #2". 15 Feb 2015. @ Nevada Cafe, YK



unofficial flyer

RISE UP TOGETHER FEST #2
Setelah sukses membuat gig "Young Till We Die #1" bulan lalu, panitia tersebut melanjutkan edisi ke-2 gig "Rise Up Together". Sampai saat ini para pembuat gig ini mengakui belum mempunyai nama untuk mewakili mereka. Jadi acara yang mereka bikin tidak ada nama organizernya. 

Di gig "Rise UpTogether Fest #2" ini akan dibarengi dengan launching album terbaru SABERTOOTH "Provement Of The Wise Tigers" (Temple City Hardcore, Magelang).

Sharing moment with:
SABERTOOTH (Magelang, Tour Album “Provement Of The Wise Tigers)
FIGHT ANOTHER DAY
(Klaten)
REASON TO DIE
xLIFETIMEx
GERBANG SINGA
xDEDICATIONx
STRONG IN PAIN
TRUSTDOWN
LOS PENYOS
SEE IT THROUGH
ALAT BERAT
EMOSI FATAL
RESISTANCE


@ Nevada Cafe, YK
(Selatan OB / Outlet Biru. Utara Jogja Town House. Utara Sego Macan)
Minggu, 15 Feb 2015
Mulai jam 16.00 -  sampai selesai

HTM Rp.12.000
Langsung beli di venue




betterday zine | vegan straightedge hardcore zine | est. 2001

Interview with EMOSIFATAL (Yogyakarta Hardcore / YKHC)







Halo teman-teman EMOSIFATAL (EMFA). Apa kabar? Silakan perkenalkan nama kalian masing-masing, posisi di band, dan kesibukan sehari-hari. :)
Moe: Halo mas Nanu & BDzine, saya Muhammad Ismatullah biasa dipanggil Moe, pada drum. Kesibukan saya masih menjadi pelajar dan kerja serabutan.
Rahmad: Halo juga mas Nanu, kabar baik sehat bergairah, hehe! Saya Rahmad, posisi sayap kanan genjrengan. Sekarang lagi sibuk menata hidup, berusaha mandiri biar gak nyusahin orangtua. :)
Irfan: Halo juga mas nanu, saya Irfan posisi menyampaikan pesan (vocal). Kesibukan sehari hari masih pelajar. Hehe!
Galih: Saya Galih Prames, bass. Saya bekerja di warung makan orang tua saya sendiri.

Bisa tolong ceritakan sedikit sejarah terbentuknya EMOSIFATAL (kapan dan bagaimana terbentuknya, dan pernak-pernik di seputar proses terbentuknya band ini) hingga saat ini?
Moe: Sebenernya kami sendiri bingung sejak kapan EMOSIFATAL terbentuk. Hehehe! Tepatnya pertengahan tahun 2011 namun pada saat itu kami belumlah lengkap. Kemudian formasi awal lengkap pada tahun 2012 ada Moe (vokal), xJodiex (gitar), Ucup (drum), Dimas (bass), Arwan (guitar). Tetapi karena Arwan ada kendala, memutuskan untuk keluar. Saat itu kami mengusung lagu-lagu hardcore/punk. Kemudian perlahan Dimas pun keluar akibat pekerjaan dan Ucup memutuskan untuk berhenti. Dan hanya tersisa saya dan Jodie. Disamping EMOSIFATAL, saya dan xJodiex juga tergabung dalam STEPDOWN yang mengusung musik hardcore newschool. Lambat laun kemudian kami berinisiatif untuk melanjutkan EMOSIFATAL dengan personil STEPDOWN dengan diisi oleh Moe (vokal), Bekti (bass), xJodiex (drum), xAgungx (drum). Kemudian masuklah gitaris baru: xGalihx. Setelah berjalan cukup lama karena sesuatu hal EMOSIFATAL tinggal xGalihx dan saya. Pada tahun 2013 kemudian berubahlah dengan formasi baru dengan: Irfan (vokal), Rahmad (gitar), Risang (gitar), xGalihx (bass), Moe (drum). Namun terjadi kendala dan akhirnya Risang keluar, hingga menyisakan formasi berempat hingga saat ini. Dengan posisi keluarga kecil ini penuh keyakinan dengan perbedaan masing-masing kami belajar bersama, dan mencoba untuk belajar lagi. Bagi kami musik hanya untuk bersenang-senag, sebagai media kritik kepada sekitar, dan menambah pertemanan, bukan untuk bisnis atau mata pencaharian. Hehehe!

EMOSIFATAL termasuk band yang masih cukup hijau tapi bisa dibilang cukup tinggi jam terbangnya, bahkan produktif juga. Bagaimana kalian membagi waktu antara kegiatan sehari-hari, latihan band, dan perform?
Moe: Waduh kami jarang latihan mas, hehe! Banyak selonya tapi pada jarang ketemu. Tapi kalo masalah perform kalo kami selo pancal. Hahaha!
Rahmad: Kalo kita ben-benan santai kok mas, latihan juga pas pada selo aja, karena saya dan Galih juga bekerja. Irfan dan Moe juga punya kegiatan sendiri-sendiri, jadi gak maksain harus latihan dijadwal di kalender, hahaha! Kalo perform kapanpun dimanapun asal gak pas ada acara penting boleh-boleh aja.
Galih: Membagi waktu band dengan kesibukan sehari-hari. Yaa pekerjaan dulu baru band, hehe! Karena pekerjaan adalah kehidupan. Hehe!
Irfan: Kalo perform sih kita gak maksain keadaan mas, sebisanya temen-temen, se-selonya aja, toh kita band-bandan bukan untuk jadi ngehits, latihan juga se-selonya aja. Hehehe!

Tidak dipungkiri hardcore saat ini lagi ngetrend-ngetrendnya. Banyak sekali band hardcore dan pendukung genre ini (hardcore kids). Gimana tanggapan kalian masing-masing mengenai ini?
Moe: Menurut saya tidak masalah karena semua orang berhak memilih apa yang mereka suka selagi tidak merugikan orang lain.
Rahmad: Gak masalah sih hardcore berkembang pesat dan semakin banyak yang berkecimpung di dalamnya, tapi yang terpenting jangan melupakan roots hardcore itu sendiri. Hehehe!
Irfan: Menurut saya kemajuan gak masalah asal diimbangi dengan sikap yang benar, khususnya di Jogja sendiri.
Galih: saya dukung mendukung hardcore dan hardcore kids berkembang secara pintar bukan secara maksain buat gahul dan eksis aja, hehe!

Apa makna “hardcore” itu sendiri bagi kamu?
Moe: Hardcore adalah sebuah pilihan gaya hidup, semangat hidup, yang banyak mengajarkan untuk mengkritik mana yang layak kita kritik, dan motivasi. Selain itu melalui musik ini juga kami belajar banyak tentang scene, pertemanan, komitmen, toleransi, berbagi, dan sebuah kebanggan. Tetapi bagi kami musik kami bukan untuk berbisnis, semua hanya untuk bersenang-senang.
Rahmad: Sederhananya, bagi saya hardcore (adalah) tempat di mana saya tumbuh dewasa bersama teman-teman, belajar bersama, saling menghargai, dan tentang sebuah perasaan isi hati yang disertai dengan perilaku dalam hidup ini. Hatkor untuk hidup! Hehe!
Galih: Bagi saya sendiri hardcore adalah sebuah gaya hidup, sebuah pemikiran, menjadi diri sendiri dan yakin. Semangat melalui musik dan lirik yang berisi tentang sebuah pesan, kritikan, motivasi. Hardcore bukan tetang uang dan bukan tempat untuk mencari uang, saya masih punya tenaga lebih untuk bekerja keras! Tidak peduli bagaimana kalian berpakaian tidak peduli seberapa mahal pakaian yang kalian pakai, hardcore bukan tentang fashion tapi hardcore adalah passion, gairah. Jangan lupakan roots dari mana kalian berasal dan untuk apa kalian di jalan ini, scene adalah tempat kita belajar, menghormati, dan tempat kita bergerak, dan berbagi. Bukan tempat untuk menjadi nomer satu, scene-lah yang mendukung kita.
Irfan: Hardcore bagi saya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari, tempat saya berekspresi, bercengkrama dengan teman / saudara sepemikiran, asikk pokoknya. Hardcore untuk hidup.

(mungkin maksudnya adalah “hardcore for life” - hardcore selamanya :), red)

Banyak pernak-pernik di dalam hardcore, namun yang benar-benar asli lahir dalam hardcore/punk salah satunya adalah StraightEdge (SxE). Apakah ada di personil EMOSIFATAL yang StraightEdge? Dan gimana kalian berinteraksi dengan kawan-kawan yang StraightEdge, apakah ada ganjalan?
Moe: Allhamdulilah saya sendiri juga SxE, tapi saya masih butuh belajar lagi dan sharing lagi kepada kawan-kawan SxE, tentunya kepada teman-teman yang sudah lama bergelut didunia SxE. Dan saya sangat menghormati juga teman2 yang (non)SxE, bagi saya kita semua sama tidak ada batasan untuk berkawan.
Rahmad: Kalau saya sendiri tidak StraightEdge, dan semua punya pilihan sendiri sendiri dalam hidup. Saya respect terhadap teman-temnan yang SxE, selama ini enjoy aja berteman dengan mereka. Hehe!
Galih: Saya sendiri StraightEdge dan saya sangat bangga dengan teman-teman yang juga berkomitmen untuk hidup sehat, dan juga tetap respect untuk yang bukan StraightEdge, karena ini juga gaya hidup sendiri-sendiri, tidak bisa di paksakan. Respect for all!
Irfan: Sama sekali tidak ada masalah selama saya berteman dengan temen-teman yang SxE, saling menghormati aja sih, hehehe!

Tentu kalian tidak asing dengan violent dance. Banyak pro-kontra mengenai “dance style” di moshpit yang satu ini. Apa pendapat kalian tentang violent dance?
Rahmad: Kalau pendapat saya sah-sah saja ber-violentdance-ria selama itu masih murni untuk bersenang senang dan bukan untuk jadi sok jagoan, sok kungfu-ers, juga harus terima resikonya sendiri bila cidera, Dan yang terpenting tetep jaga kondisi gigs tetep kondusif, jangan sampe ada kungfu-kungfu adu jotos, kasian yang bikin gig kalau gig-nya ada keributan, dan kasian juga bandnya yang maen, jadi kurang enjoy, hehe!
Moe: Waah ini nih yang bahaya, hehe! Sebenernya para penikmat musik hardcore sendiri bebas ingin bergaya violent dance seperti apapun asalkan tidak dijadikan ajang adu kekuatan, atau saling incar-mengincar, dan jangan sampai rusuh. :)
Galih: Tentang violent dance sebenarnya tidak pernah ada aturan entah mau pogo atau diving itu terserah kalian asal masih di dalam kontrol emosi karena ini hanya untuk bersenang-senang, bukan untuk menjadi jagoan.
Irfan: Suport violent dance selama itu masih dalam ruang-lingkup bersenang-senang, dan jangan ada permusuhan diantara kita semua.

Kalian sudah men-share 4 lagu kalian di Reverbnation. Kapan rencana merilis Ep atau full album?
Moe: Waduuhh, hehehe, kapan ya.. Mungkin kami masih butuh belajar lebih banyak lagi, mas, sampai benar2 siap.
Rahmad: Nunggu Indonesia bener-bener sejahtera dulu mas, haha! Gojek, hehehe! Belum kepikiran mas, masih enjoy menikmati alur, biarkan berjalan aja. Syukur-syukur ada jalan terang dan bisa terealisasikan full album.
Galih: Belum ada tujuan untuk rilis album. Masih belajar membuat lagu dan mematangkan mater, hehe!
Irfan: Hahaha! Belum ada rencana mas, masih perlu banyak waktu untuk menempa diri. :)

Gigs apa aja yang paling berkesan bagi kalian ketika bermain bersama EMOSIFATAL?
Moe: Kabeh gigs berkesan bagiku, tapi paling berkesan yaitu di gigs teman2 scene YKHC/Jogja, terutama JKSC atau Tugu Serentak karena suatu kebanggaan bisa bersenang-senang di gigs seru mereka. Small show is more fun.
Rahmad: Semua gigs berkesan, tapi paling berkesan sama kayak Moe, hehehe!
Galih: Gigs yang paling berkesan waktu pertama main di acara lounching STRIKER (TCHC, Magelang), gig TuguSerentak, gig Benteng Bawah Tanah, dan gig Jokteng Kulon Street Crew (JKSC) kemarin.
Irfan: Semuanya asik sih mas, tapi paling asik main di gigs temen sendiri. Kalo berkesan mungkin pas main keluar kota dan bertemu temen-temen baru disana, yang pasti kota-kota yang isinya beda dari Jogja sendiri, biar nambah pengalaman, hehehe!

Apa saja band (apapun) yang menginfluens baik kamu pribadi dalam bermusik? Dan apa influens EMOSIFATAL sendiri?
Rahmad: Kalo saya pribadi banyak sih mas sukanya. SPIN KICK, TEN YARD FIGHT, HOODS, BACKFIRE!, 40 thieves, CDC, LIONHEART, NO MORE FEAR, CHAMPION, BAD BRAINS, BILLY THE KID, ALEA JACTA EST, THE GEEKS, FINAL PRAYER, HAMMERFIST, dan masih banyak lagi. Kalau EMFA lebih masuk ke FATALITY atau FINAL PRAYER. :)
Galih: Band yang menginfluens saya sendiri adalah band-band seperti OAC, SICK OF IT ALL, SPIDER CREW, VIETNOM, BREAKDOWN, RYKER’S, MADBALL, TERROR, BULLDOZE dll. EMFA mungkin masuknya ke FINAL PRAYER, hehehe!
Moe: Tentunya banyak band yg menginfluens kami baik dari dalam maupun dari luar, dan pada dasarnya semua keren-keren. Tapi influens saya pribadi dalam bermusik ada FINAL PRAYER, NASTY, OAC, TERROR, PROVIDENCE, CHAMPION, ALEA JACTA EST, xREPRESENTx, BILLY THE KID, BULLDOZE, REASON TO DIE, STRONG IN PAIN, BAKUHANTAM, BREAKINSIDE, dll.
Irfan: Banyak sih mas yang saya dengerin kayak xREPRESENTx, ALEA JACTA EST, CHAMPION, BANE, MORE THAN LIFE, MADBALL, FATALITY, HOODS, dll. Kalo EMFA lebih suka ke FATALITY. :)

Apa pendapatmu tentang perkembangan scene YKHC dari sejak kalian nyemplung hingga sekarang?
Rahmad: Berkembang sangat pesat, bisa dilihat dari banyaknya scene yang ada sekarang dan seringnya gigs yang setiap bulan selalu ada mungkin 3-4 kali, dan juga semakin banyak band-band keren bermunculan, sebenarnya tidak masalah semua itu berkembang tapi juga harus diiringi dengan belajar bersama,selain itu juga  harus paham dengan apa yang sedang kita pilih dan jalani, intinya kita masuk ke dunia hardcore jadi harus paham dengan itu dan pernak perniknya. Don’t forget your roots. Hehehe!
Moe: Sangat berjasa karena scene YKHC banyak mengajarkan kami, dan menuntun kami, tapi saat ini  dari scene sendiri mulai jarang ,mungkin karena wadah untuk gig-gig buatan temen scene terhimpit banyaknya EO yang bikin gigs juga kali ya, tapi saya sangat salut dan bangga dengan scene di kota ini karena tidak membeda-bedakan dan mau berbagi ilmu dengan pemula-pemula seperti kami
Galih: Perkembangan scene di YK sangat pesat di mana-mana banyak scene, hehe! Lebih bagus saling support dan belajar bersama , dan itu ada tujuan dan maksut. Hehe!
Irfan: Sekarang sangat banyak scene dijogja, yang terpenting saling support jangan ada tumpah darah dan air mata, hehehe!

(maksud scene berdasarkan jawaban mereka sepertinya mengacu pada “tongkrongan” atau “kolektif”, bukan “scene hardcore YK” secara menyeluruh dalam konteks “dunia hardcore lokal YK”, red)


Band YKHC sekarang banyak sekali jumlahnya. Sebutkan band apa saja yang kamu rekomendasikan untuk didengarkan lagunya atau dilihat perform-nya?
Rahmad: Waduuu menurut saya band band YKHC keren semua. Kalo rekomen saya REASONTODIE, STRONGERTHANBEFORE, xLIFETIMEx, BREAKINSIDE, LOSPENYOS, BAKUHANTAM, ALATBERAT, FALSEANSWER, BALASDENDAM, dll. Akehh pokoke well kabeh, mas, hehe! Love you YKHC, hehehe!
Galih: Banyak banget mas. Ada RTD, xLIFETIMEx, STB, LOSPENYOS, BREAKINSIDE, DISATRU, SEE IT THROUGH, BAKUHANTAM, ALATBERAT, FALSEANSWER, dll. J
Moe: Band YKHC semuanya sangat well, mungkin coba dengarkan juga SEE IT THROUGH, BREAKINSIDE, REASON TO DIE, LOS PENYOS, STRONGER THAN BEFORE, STRONG IN PAIN, SOCIETY RAMPAGE, xLIFETIMEx, xDEDICATIONx, dan semua band YKHC wajib ditonton perform-nya.
Irfan: Keren semua mas, rekomendasi saya support dan lihat semua band-band YKHC entah itu band baru atau band yang sudah lama berkecimpung di YKHC sendiri, hehe!

Last words buat para pembaca Betterday?
Moe: Jangan malas belajar dan terus tekuni apa yang kita sukai karena selagi itu positif bisa bermanfaat. Jangan lupa juga pantengin terus BDzine banyak pengetahuan-pengetahuan yang dapat kita gali dari sini, mari membaca.
Rahmad: Lakukan apa yg bisa kamu lakukan, kerjakan apa yg bisa kamu kerjalan, jalani tanpa kemunafikan, dengarkanlah suara hari suara hati tak akan pernah mati. Stay true, stay punk, stay hardcore.
Galih:  Buat pembaca Betterday Zine, mari belajar bersama jangan cuma ikuti tapi tanpa maksut dan tujuan, banyak zine yang bisa membuat kita tau apa itu hardcore/punk. Don’t forget your roots.
Irfan: Do what you can, selagi kamu bias kenapa engak? Hehe!


Sukses buat kalian semua dan EMOSIFATAL. Ditunggu full album-nya. See ya all again at the gigs. Regards. :)
All: Terimakasih, mas. Maap belepotan jawabnya. Hehehehe!

(interview by El Vegano, @elvgno)


betterday | vegan straightedge hardcore zine | est. 2001




Rabu, 14 Januari 2015

Gig: "Young Till We Die #1", 18 Januari 2015, @ Nevada Cafe, YK



"YOUNG TILL WE DIE #1"

Sharing moment with:
xLIFETIMEx

xDEDICATIONx
CONFRONTMENT (Solo)
LOOKING FOR SOMETHING

LOS MATADEROS
BALAS DENDAM
RESISTANCE
FIGHT FOR DIGNITY (Klaten)
FALSE ANSWER

FIRE ATTACK
FATLIPS
TEARS OF BLOOD PAIN (Klaten)
BATTLE HAMMER (Kebumen)
LIFE TRIP

JELLYFISH MONSTER (Semarang)
ASSASSIN SYNDICATE (Karanganyar)
DRUNKPAKPUNK
ENTING ENTING GEPUK (salatiga)
BABY FACE ASSASIN (Boyolali)
EL LOCO WRESTLE Feat. DJ NDARUBOY (Solo)
PAKUPAYUNG (Klaten)


Minggu, 18 Jan 2015
@ Nevada Cafe, YK
(OutletBiru/OB ke selatan sedikit)
Jam 4 sore - kelar
HTM 10k


MORE INFO :

083867563321 (Peyot )
32D2B3FF (BUDREX)
Be there and have fun! 




betterday zine | 2015 | vegan straightedge hardcore zine
@betterdyzine
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template