Kamis, 29 Januari 2015

Gig: "Rise Up Together Fest #2". 15 Feb 2015. @ Nevada Cafe, YK



unofficial flyer

RISE UP TOGETHER FEST #2
Setelah sukses membuat gig "Young Till We Die #1" bulan lalu, panitia tersebut melanjutkan edisi ke-2 gig "Rise Up Together". Sampai saat ini para pembuat gig ini mengakui belum mempunyai nama untuk mewakili mereka. Jadi acara yang mereka bikin tidak ada nama organizernya. 

Di gig "Rise UpTogether Fest #2" ini akan dibarengi dengan launching album terbaru SABERTOOTH "Provement Of The Wise Tigers" (Temple City Hardcore, Magelang).

Sharing moment with:
SABERTOOTH (Magelang, Tour Album “Provement Of The Wise Tigers)
FIGHT ANOTHER DAY
(Klaten)
REASON TO DIE
xLIFETIMEx
GERBANG SINGA
xDEDICATIONx
STRONG IN PAIN
TRUSTDOWN
LOS PENYOS
SEE IT THROUGH
ALAT BERAT
EMOSI FATAL
RESISTANCE


@ Nevada Cafe, YK
(Selatan OB / Outlet Biru. Utara Jogja Town House. Utara Sego Macan)
Minggu, 15 Feb 2015
Mulai jam 16.00 -  sampai selesai

HTM Rp.12.000
Langsung beli di venue




betterday zine | vegan straightedge hardcore zine | est. 2001

Interview with EMOSIFATAL (Yogyakarta Hardcore / YKHC)







Halo teman-teman EMOSIFATAL (EMFA). Apa kabar? Silakan perkenalkan nama kalian masing-masing, posisi di band, dan kesibukan sehari-hari. :)
Moe: Halo mas Nanu & BDzine, saya Muhammad Ismatullah biasa dipanggil Moe, pada drum. Kesibukan saya masih menjadi pelajar dan kerja serabutan.
Rahmad: Halo juga mas Nanu, kabar baik sehat bergairah, hehe! Saya Rahmad, posisi sayap kanan genjrengan. Sekarang lagi sibuk menata hidup, berusaha mandiri biar gak nyusahin orangtua. :)
Irfan: Halo juga mas nanu, saya Irfan posisi menyampaikan pesan (vocal). Kesibukan sehari hari masih pelajar. Hehe!
Galih: Saya Galih Prames, bass. Saya bekerja di warung makan orang tua saya sendiri.

Bisa tolong ceritakan sedikit sejarah terbentuknya EMOSIFATAL (kapan dan bagaimana terbentuknya, dan pernak-pernik di seputar proses terbentuknya band ini) hingga saat ini?
Moe: Sebenernya kami sendiri bingung sejak kapan EMOSIFATAL terbentuk. Hehehe! Tepatnya pertengahan tahun 2011 namun pada saat itu kami belumlah lengkap. Kemudian formasi awal lengkap pada tahun 2012 ada Moe (vokal), xJodiex (gitar), Ucup (drum), Dimas (bass), Arwan (guitar). Tetapi karena Arwan ada kendala, memutuskan untuk keluar. Saat itu kami mengusung lagu-lagu hardcore/punk. Kemudian perlahan Dimas pun keluar akibat pekerjaan dan Ucup memutuskan untuk berhenti. Dan hanya tersisa saya dan Jodie. Disamping EMOSIFATAL, saya dan xJodiex juga tergabung dalam STEPDOWN yang mengusung musik hardcore newschool. Lambat laun kemudian kami berinisiatif untuk melanjutkan EMOSIFATAL dengan personil STEPDOWN dengan diisi oleh Moe (vokal), Bekti (bass), xJodiex (drum), xAgungx (drum). Kemudian masuklah gitaris baru: xGalihx. Setelah berjalan cukup lama karena sesuatu hal EMOSIFATAL tinggal xGalihx dan saya. Pada tahun 2013 kemudian berubahlah dengan formasi baru dengan: Irfan (vokal), Rahmad (gitar), Risang (gitar), xGalihx (bass), Moe (drum). Namun terjadi kendala dan akhirnya Risang keluar, hingga menyisakan formasi berempat hingga saat ini. Dengan posisi keluarga kecil ini penuh keyakinan dengan perbedaan masing-masing kami belajar bersama, dan mencoba untuk belajar lagi. Bagi kami musik hanya untuk bersenang-senag, sebagai media kritik kepada sekitar, dan menambah pertemanan, bukan untuk bisnis atau mata pencaharian. Hehehe!

EMOSIFATAL termasuk band yang masih cukup hijau tapi bisa dibilang cukup tinggi jam terbangnya, bahkan produktif juga. Bagaimana kalian membagi waktu antara kegiatan sehari-hari, latihan band, dan perform?
Moe: Waduh kami jarang latihan mas, hehe! Banyak selonya tapi pada jarang ketemu. Tapi kalo masalah perform kalo kami selo pancal. Hahaha!
Rahmad: Kalo kita ben-benan santai kok mas, latihan juga pas pada selo aja, karena saya dan Galih juga bekerja. Irfan dan Moe juga punya kegiatan sendiri-sendiri, jadi gak maksain harus latihan dijadwal di kalender, hahaha! Kalo perform kapanpun dimanapun asal gak pas ada acara penting boleh-boleh aja.
Galih: Membagi waktu band dengan kesibukan sehari-hari. Yaa pekerjaan dulu baru band, hehe! Karena pekerjaan adalah kehidupan. Hehe!
Irfan: Kalo perform sih kita gak maksain keadaan mas, sebisanya temen-temen, se-selonya aja, toh kita band-bandan bukan untuk jadi ngehits, latihan juga se-selonya aja. Hehehe!

Tidak dipungkiri hardcore saat ini lagi ngetrend-ngetrendnya. Banyak sekali band hardcore dan pendukung genre ini (hardcore kids). Gimana tanggapan kalian masing-masing mengenai ini?
Moe: Menurut saya tidak masalah karena semua orang berhak memilih apa yang mereka suka selagi tidak merugikan orang lain.
Rahmad: Gak masalah sih hardcore berkembang pesat dan semakin banyak yang berkecimpung di dalamnya, tapi yang terpenting jangan melupakan roots hardcore itu sendiri. Hehehe!
Irfan: Menurut saya kemajuan gak masalah asal diimbangi dengan sikap yang benar, khususnya di Jogja sendiri.
Galih: saya dukung mendukung hardcore dan hardcore kids berkembang secara pintar bukan secara maksain buat gahul dan eksis aja, hehe!

Apa makna “hardcore” itu sendiri bagi kamu?
Moe: Hardcore adalah sebuah pilihan gaya hidup, semangat hidup, yang banyak mengajarkan untuk mengkritik mana yang layak kita kritik, dan motivasi. Selain itu melalui musik ini juga kami belajar banyak tentang scene, pertemanan, komitmen, toleransi, berbagi, dan sebuah kebanggan. Tetapi bagi kami musik kami bukan untuk berbisnis, semua hanya untuk bersenang-senang.
Rahmad: Sederhananya, bagi saya hardcore (adalah) tempat di mana saya tumbuh dewasa bersama teman-teman, belajar bersama, saling menghargai, dan tentang sebuah perasaan isi hati yang disertai dengan perilaku dalam hidup ini. Hatkor untuk hidup! Hehe!
Galih: Bagi saya sendiri hardcore adalah sebuah gaya hidup, sebuah pemikiran, menjadi diri sendiri dan yakin. Semangat melalui musik dan lirik yang berisi tentang sebuah pesan, kritikan, motivasi. Hardcore bukan tetang uang dan bukan tempat untuk mencari uang, saya masih punya tenaga lebih untuk bekerja keras! Tidak peduli bagaimana kalian berpakaian tidak peduli seberapa mahal pakaian yang kalian pakai, hardcore bukan tentang fashion tapi hardcore adalah passion, gairah. Jangan lupakan roots dari mana kalian berasal dan untuk apa kalian di jalan ini, scene adalah tempat kita belajar, menghormati, dan tempat kita bergerak, dan berbagi. Bukan tempat untuk menjadi nomer satu, scene-lah yang mendukung kita.
Irfan: Hardcore bagi saya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari, tempat saya berekspresi, bercengkrama dengan teman / saudara sepemikiran, asikk pokoknya. Hardcore untuk hidup.

(mungkin maksudnya adalah “hardcore for life” - hardcore selamanya :), red)

Banyak pernak-pernik di dalam hardcore, namun yang benar-benar asli lahir dalam hardcore/punk salah satunya adalah StraightEdge (SxE). Apakah ada di personil EMOSIFATAL yang StraightEdge? Dan gimana kalian berinteraksi dengan kawan-kawan yang StraightEdge, apakah ada ganjalan?
Moe: Allhamdulilah saya sendiri juga SxE, tapi saya masih butuh belajar lagi dan sharing lagi kepada kawan-kawan SxE, tentunya kepada teman-teman yang sudah lama bergelut didunia SxE. Dan saya sangat menghormati juga teman2 yang (non)SxE, bagi saya kita semua sama tidak ada batasan untuk berkawan.
Rahmad: Kalau saya sendiri tidak StraightEdge, dan semua punya pilihan sendiri sendiri dalam hidup. Saya respect terhadap teman-temnan yang SxE, selama ini enjoy aja berteman dengan mereka. Hehe!
Galih: Saya sendiri StraightEdge dan saya sangat bangga dengan teman-teman yang juga berkomitmen untuk hidup sehat, dan juga tetap respect untuk yang bukan StraightEdge, karena ini juga gaya hidup sendiri-sendiri, tidak bisa di paksakan. Respect for all!
Irfan: Sama sekali tidak ada masalah selama saya berteman dengan temen-teman yang SxE, saling menghormati aja sih, hehehe!

Tentu kalian tidak asing dengan violent dance. Banyak pro-kontra mengenai “dance style” di moshpit yang satu ini. Apa pendapat kalian tentang violent dance?
Rahmad: Kalau pendapat saya sah-sah saja ber-violentdance-ria selama itu masih murni untuk bersenang senang dan bukan untuk jadi sok jagoan, sok kungfu-ers, juga harus terima resikonya sendiri bila cidera, Dan yang terpenting tetep jaga kondisi gigs tetep kondusif, jangan sampe ada kungfu-kungfu adu jotos, kasian yang bikin gig kalau gig-nya ada keributan, dan kasian juga bandnya yang maen, jadi kurang enjoy, hehe!
Moe: Waah ini nih yang bahaya, hehe! Sebenernya para penikmat musik hardcore sendiri bebas ingin bergaya violent dance seperti apapun asalkan tidak dijadikan ajang adu kekuatan, atau saling incar-mengincar, dan jangan sampai rusuh. :)
Galih: Tentang violent dance sebenarnya tidak pernah ada aturan entah mau pogo atau diving itu terserah kalian asal masih di dalam kontrol emosi karena ini hanya untuk bersenang-senang, bukan untuk menjadi jagoan.
Irfan: Suport violent dance selama itu masih dalam ruang-lingkup bersenang-senang, dan jangan ada permusuhan diantara kita semua.

Kalian sudah men-share 4 lagu kalian di Reverbnation. Kapan rencana merilis Ep atau full album?
Moe: Waduuhh, hehehe, kapan ya.. Mungkin kami masih butuh belajar lebih banyak lagi, mas, sampai benar2 siap.
Rahmad: Nunggu Indonesia bener-bener sejahtera dulu mas, haha! Gojek, hehehe! Belum kepikiran mas, masih enjoy menikmati alur, biarkan berjalan aja. Syukur-syukur ada jalan terang dan bisa terealisasikan full album.
Galih: Belum ada tujuan untuk rilis album. Masih belajar membuat lagu dan mematangkan mater, hehe!
Irfan: Hahaha! Belum ada rencana mas, masih perlu banyak waktu untuk menempa diri. :)

Gigs apa aja yang paling berkesan bagi kalian ketika bermain bersama EMOSIFATAL?
Moe: Kabeh gigs berkesan bagiku, tapi paling berkesan yaitu di gigs teman2 scene YKHC/Jogja, terutama JKSC atau Tugu Serentak karena suatu kebanggaan bisa bersenang-senang di gigs seru mereka. Small show is more fun.
Rahmad: Semua gigs berkesan, tapi paling berkesan sama kayak Moe, hehehe!
Galih: Gigs yang paling berkesan waktu pertama main di acara lounching STRIKER (TCHC, Magelang), gig TuguSerentak, gig Benteng Bawah Tanah, dan gig Jokteng Kulon Street Crew (JKSC) kemarin.
Irfan: Semuanya asik sih mas, tapi paling asik main di gigs temen sendiri. Kalo berkesan mungkin pas main keluar kota dan bertemu temen-temen baru disana, yang pasti kota-kota yang isinya beda dari Jogja sendiri, biar nambah pengalaman, hehehe!

Apa saja band (apapun) yang menginfluens baik kamu pribadi dalam bermusik? Dan apa influens EMOSIFATAL sendiri?
Rahmad: Kalo saya pribadi banyak sih mas sukanya. SPIN KICK, TEN YARD FIGHT, HOODS, BACKFIRE!, 40 thieves, CDC, LIONHEART, NO MORE FEAR, CHAMPION, BAD BRAINS, BILLY THE KID, ALEA JACTA EST, THE GEEKS, FINAL PRAYER, HAMMERFIST, dan masih banyak lagi. Kalau EMFA lebih masuk ke FATALITY atau FINAL PRAYER. :)
Galih: Band yang menginfluens saya sendiri adalah band-band seperti OAC, SICK OF IT ALL, SPIDER CREW, VIETNOM, BREAKDOWN, RYKER’S, MADBALL, TERROR, BULLDOZE dll. EMFA mungkin masuknya ke FINAL PRAYER, hehehe!
Moe: Tentunya banyak band yg menginfluens kami baik dari dalam maupun dari luar, dan pada dasarnya semua keren-keren. Tapi influens saya pribadi dalam bermusik ada FINAL PRAYER, NASTY, OAC, TERROR, PROVIDENCE, CHAMPION, ALEA JACTA EST, xREPRESENTx, BILLY THE KID, BULLDOZE, REASON TO DIE, STRONG IN PAIN, BAKUHANTAM, BREAKINSIDE, dll.
Irfan: Banyak sih mas yang saya dengerin kayak xREPRESENTx, ALEA JACTA EST, CHAMPION, BANE, MORE THAN LIFE, MADBALL, FATALITY, HOODS, dll. Kalo EMFA lebih suka ke FATALITY. :)

Apa pendapatmu tentang perkembangan scene YKHC dari sejak kalian nyemplung hingga sekarang?
Rahmad: Berkembang sangat pesat, bisa dilihat dari banyaknya scene yang ada sekarang dan seringnya gigs yang setiap bulan selalu ada mungkin 3-4 kali, dan juga semakin banyak band-band keren bermunculan, sebenarnya tidak masalah semua itu berkembang tapi juga harus diiringi dengan belajar bersama,selain itu juga  harus paham dengan apa yang sedang kita pilih dan jalani, intinya kita masuk ke dunia hardcore jadi harus paham dengan itu dan pernak perniknya. Don’t forget your roots. Hehehe!
Moe: Sangat berjasa karena scene YKHC banyak mengajarkan kami, dan menuntun kami, tapi saat ini  dari scene sendiri mulai jarang ,mungkin karena wadah untuk gig-gig buatan temen scene terhimpit banyaknya EO yang bikin gigs juga kali ya, tapi saya sangat salut dan bangga dengan scene di kota ini karena tidak membeda-bedakan dan mau berbagi ilmu dengan pemula-pemula seperti kami
Galih: Perkembangan scene di YK sangat pesat di mana-mana banyak scene, hehe! Lebih bagus saling support dan belajar bersama , dan itu ada tujuan dan maksut. Hehe!
Irfan: Sekarang sangat banyak scene dijogja, yang terpenting saling support jangan ada tumpah darah dan air mata, hehehe!

(maksud scene berdasarkan jawaban mereka sepertinya mengacu pada “tongkrongan” atau “kolektif”, bukan “scene hardcore YK” secara menyeluruh dalam konteks “dunia hardcore lokal YK”, red)


Band YKHC sekarang banyak sekali jumlahnya. Sebutkan band apa saja yang kamu rekomendasikan untuk didengarkan lagunya atau dilihat perform-nya?
Rahmad: Waduuu menurut saya band band YKHC keren semua. Kalo rekomen saya REASONTODIE, STRONGERTHANBEFORE, xLIFETIMEx, BREAKINSIDE, LOSPENYOS, BAKUHANTAM, ALATBERAT, FALSEANSWER, BALASDENDAM, dll. Akehh pokoke well kabeh, mas, hehe! Love you YKHC, hehehe!
Galih: Banyak banget mas. Ada RTD, xLIFETIMEx, STB, LOSPENYOS, BREAKINSIDE, DISATRU, SEE IT THROUGH, BAKUHANTAM, ALATBERAT, FALSEANSWER, dll. J
Moe: Band YKHC semuanya sangat well, mungkin coba dengarkan juga SEE IT THROUGH, BREAKINSIDE, REASON TO DIE, LOS PENYOS, STRONGER THAN BEFORE, STRONG IN PAIN, SOCIETY RAMPAGE, xLIFETIMEx, xDEDICATIONx, dan semua band YKHC wajib ditonton perform-nya.
Irfan: Keren semua mas, rekomendasi saya support dan lihat semua band-band YKHC entah itu band baru atau band yang sudah lama berkecimpung di YKHC sendiri, hehe!

Last words buat para pembaca Betterday?
Moe: Jangan malas belajar dan terus tekuni apa yang kita sukai karena selagi itu positif bisa bermanfaat. Jangan lupa juga pantengin terus BDzine banyak pengetahuan-pengetahuan yang dapat kita gali dari sini, mari membaca.
Rahmad: Lakukan apa yg bisa kamu lakukan, kerjakan apa yg bisa kamu kerjalan, jalani tanpa kemunafikan, dengarkanlah suara hari suara hati tak akan pernah mati. Stay true, stay punk, stay hardcore.
Galih:  Buat pembaca Betterday Zine, mari belajar bersama jangan cuma ikuti tapi tanpa maksut dan tujuan, banyak zine yang bisa membuat kita tau apa itu hardcore/punk. Don’t forget your roots.
Irfan: Do what you can, selagi kamu bias kenapa engak? Hehe!


Sukses buat kalian semua dan EMOSIFATAL. Ditunggu full album-nya. See ya all again at the gigs. Regards. :)
All: Terimakasih, mas. Maap belepotan jawabnya. Hehehehe!

(interview by El Vegano, @elvgno)


betterday | vegan straightedge hardcore zine | est. 2001




Rabu, 14 Januari 2015

Gig: "Young Till We Die #1", 18 Januari 2015, @ Nevada Cafe, YK



"YOUNG TILL WE DIE #1"

Sharing moment with:
xLIFETIMEx

xDEDICATIONx
CONFRONTMENT (Solo)
LOOKING FOR SOMETHING

LOS MATADEROS
BALAS DENDAM
RESISTANCE
FIGHT FOR DIGNITY (Klaten)
FALSE ANSWER

FIRE ATTACK
FATLIPS
TEARS OF BLOOD PAIN (Klaten)
BATTLE HAMMER (Kebumen)
LIFE TRIP

JELLYFISH MONSTER (Semarang)
ASSASSIN SYNDICATE (Karanganyar)
DRUNKPAKPUNK
ENTING ENTING GEPUK (salatiga)
BABY FACE ASSASIN (Boyolali)
EL LOCO WRESTLE Feat. DJ NDARUBOY (Solo)
PAKUPAYUNG (Klaten)


Minggu, 18 Jan 2015
@ Nevada Cafe, YK
(OutletBiru/OB ke selatan sedikit)
Jam 4 sore - kelar
HTM 10k


MORE INFO :

083867563321 (Peyot )
32D2B3FF (BUDREX)
Be there and have fun! 




betterday zine | 2015 | vegan straightedge hardcore zine
@betterdyzine

Album Review: SABERTOOTH “Provement Of The Wise Tigers” (2014)

SABERTOOTH “Provement Of The Wise Tigers” (2014)
To The Point Records, USA // Gr8Day Records, Malang, Ind // Samstrong Records, YK, Ind
 
Band heavy beatdown hardcore asal Magelang, Jateng, yang menurut saya sangat produktif. Band yang masih tergolong muda (walaupun personilnya sudah malang-melintang di scene hardcore/punk cukup lama) tapi tanpa perlu banyak ba-bi-bu, langsung full album! Edan lah!

Keseluruhan ada 12 trek, termasuk intro dan outro, yang menyuguhkan musik beatdown hardcore yang asik. Down-tempo di banyak bagian lagu seakan-akan memberi kesempatan bagi crowd (ketika sedang on stage) untuk ber-violence dancing. Hehe! Di lagu “Punishment” featuring Bucex “FIGHT ANOTHER DAY” (HC, Klaten). Dan rapping part di lagu “Toleransi Antipati” diisi oleh Hans “BORNCRU”. Di debut full album ini SABERTOOTH juga mengkover sebuah lagu dari PROVIDENCE (HC, Paris) "Carrying This Torch".

SABERTOOTH tergolong berhasil membangun nuansa “toughguy” (dalam maksud baik) melalui irama beatdown mereka suguhkan. Trek favorit saya adalah “Punishment”. Yess! :)

Eh iya, album “Provement Of The Wise Tigers” didistribusikan oleh 3 records label, To The Point Records (USA), Gr8Day Records (Malang, Ind), dan Samstrong Records (Yogyakarta, Ind). Dengan bentuk kerjasama seperti ini tentunya album ini bisa menyebar lebih luas. Good job!

Mari kita tunggu gebrakan apa lagi yang akan SABERTOOTH bikin selanjutnya. Stay hardcore, stay fun! :)
(EV, @elvgno)

Kontak
Samstrong Records: facebook.com/samstrongmerch.ii
SABERTOOTH: facebook.com/sabertooth.beatdown

betterday zine | 2015 | vegan straightedge hardcore zine
@betterdayzine


Selasa, 13 Januari 2015

Hardcore Menjadi Semakin Umum


Hardcore… Ya, hardcore sedang berada di titik tertingginya di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Maksudnya adalah apapun yang berhubungan dengan hardcore sudah menjadi konsumsi sebagian besar anak muda. Dulu hardcore yang hanya di-aware oleh segelintir orang sekarang menjadi lebih luas, bisa dibilang lebih umum, walaupun tidak berarti menjadi mainstream.

Beberapa indikasi hardcore menjadi “semakin umum” salah satunya adalah sekarang bisa sangat mudah menjumpai anak muda (bahkan anak kecil, SMP) yang memakai atribut band hardcore, entah itu kaos, celana (mesh short), tas, topi, dll, di mana hal tersebut mungkin masih jarang dijumpai di tahun-tahun 90an akhir hingga pertengahan tahun 2000an.  Mungkin baru sekitar tahun 2000an hingga saat ini hardcore mejadi semakin meluas diketahui secara lebih umum oleh banyak anak muda.

Di satu sisi sebenarnya ini adalah hal baik. Karena pendukung hardcore pun berkecimpung di dalam scene karena memang mendapatkan hal-hal baik, kan? Jadi, menyebarnya hardcore bisa dimaknai sebagai mentransformasi hal-hal baik kepada generasi yang lebih muda.

Namun di sisi lain, menjadi semakin umum biasanya kemudian menjadi “trend”. Di mana suatu hal diikuti beramai-ramai oleh sebagian besar orang. Demikian pula hardcore. Banyak anak-anak muda yang mengikuti cara berbusana (fashion) dari band hardcore luar, hingga pernak-pernik dalam hardcore yang juga ikut menjadi “trend” seperti violence dance (beatdown dance) hingga StraightEdge yang banyak diadopsi oleh banyak anak muda pendukung musik hardcore yang entah mereka paham atau tidak. (tentang trend Violence Dance dan trend StraightEdge akan ditulis pada kesempatan lain)
 
Dahulu orang nyemplung di scene hardcore karena merasa lebih nyaman dengan subkultur yang ada di dalamnya, seperti semangat saling menghargai, equality (persamaan derajat), pertemanan, dan toleransi, yang benar-benar dipegang dan dijalankan, yang mungkin sudah mulai sulit didapatkan di dalam masyarakat umum. Akhirnya ada yang menjadikan scene hardcore sebagai pelarian, namun lebih banyak yang menjadikan scene sebagai sarana aktualisasi diri karena orang tersebut memang mempunyai nafas dan semangat yang sama dengan banyak teman-teman lain di hardcore.

Sekarang, seiring dengan semakin umumnya hardcore, semakin banyak pula jenis orang yang masuk di scene. Ada yang suka karena musik, namun tidak sedikit pula yang sekadar “ngeksis” atau bahkan ingin tenar.  

Dan dengan semakin umumnya hardcore, tentunya di dalam scene pun sedikit banyak mengalami pergeseran. Tidak dipungkiri sekarang banyak sekali tongkrongan-tongkrongan (yang oleh sebagian hc kids sekarang disebut sebagai “crew”). Banyaknya jumlah tongkrongan tersebut selaras dengan semakin seringnya diadakan gigs hardcore. Dalam sebulan bisa ada 3 sampai 4 gigs. Dan munculnya banyak clothing brand yang sedikit-banyak bersebelahan dengan musik hardcore.

Apakah hardcore menjadi trend? Bisa iya, bisa tidak. Tidak perlu diambil pusing, yang namanya trend pasti akan datang dan pergi. Nantinya akan tersaring sendiri mana yang benar-benar tulus di dalam scene hardcore dan mana yang abal-abal. Hehehe!

Secara garis besar sebenarnya indikasi “menjadi semakin umumnya hardcore” bisa dibilang tidak masalah, bahkan cukup baik. Paling tidak kita bisa semakin banyak bertukar pikiran dengan orang-orang yang mempunyai hobi sama, yaitu musik hardcore. Dari titik ini akan saling sharing tentang pernak-pernik di dalam hardcore yang sebenarnya tidak sekadar mendengarkan dan bermain musik saja. Banyak hal-hal baik yang bisa dibagi kepada sesama hardcore kids yang nantinya juga bisa bermanfaat di dalam kehidupan masyarakat umum. Hardcore still lives! :) (El Vegano, @elvgno)


betterday zine | 2015 | vegan straightedge hardcore zine
@betterdayzine









Gig: "Poppunk Vs Hardcore #3", 15 Jan 2015, @ Roots Cafe, YK


"POPPUNK VS HARDCORE #3"
 Setelah sukses dengan "Poppunk Vs Hardcore #1 dan #2", kali ini Bayangan Merah melanjutkan legacy-nya dengan "Poppunk VS Hardcore #3", yang akan diadakan hari Kamis 15 Januari 2015, di Roots Cafe, dengan guest sebuah band hardcore asal Australia, VIPERLOVE. Pasang reminder ya, guys! :)

Sharing moment with:
VIPERLOVE (Australia)

xLIFETIMEx
SEE IT THROUGH
JUST LIKE THIS

DIRECTION
LONG WAY TO HOMESICK
DIE FOR SOMETHING (Parakan)
HOME TRUTH

HINDIA OCEAN
GOOD MORNING MY FRIENDS
SHPC
BLUESKY

ICEBERG
 
HTM Rp.5000 

Kamis, 15 Januari 2015
Mulai jam 5 sore - selesai
@ Roots Cafe, Yogyakarta

(Letaknya sebelah utara Tomora Cafe. Kalau berangkat dari selatan, sebelah Ambarukmo Plaza ada gang masuk ke arah utara, masuk saja sekitar 500meter)

Be there and have fun!


betterday zine | 2015 | vegan straightedge zine
@betterdayzine

Album Review: ALEA JACTA EST "Vae Victis" (2014)


ALEA JACTA EST “Vae Victis” (2014)
Useless Pride Records, Perancis // Samstrong Records, YK, Ind  


Band ini adalah salah satu yang ditunggu-tunggu rilis albumnya karena memang sedang banyak disukai oleh para hardcore kids. Dan benar saja, album ALE JACTA EST terbaru “Vae Victis” sepertinya bisa mengobati rasa penasaran para fans-nya. Masih dengan sound ala heavy hardcore yang bakal diminati oleh para hardcore kids yang memang sedang gandrung dengan musik hardcore karakater ini. 

Total 11 trek yang bakal bikin hati dan kuping kamu bergetar dengan sound beratnya serta backing-vocal ala batalyon tentara yang penuh semangat. Secara umum terdengar seperti TERROR dan HATEBREED, namun dengan variasi down-tempo yang asik. (EV, @elvgno, @betterdayzine)



Kontak ALEA JACTA EST: facebook.com/aleajactaest.eu


betterday zine | 2015 | vegan straightedge zine

Album Review: STRONGER THAN BEFORE “One Long Journey” (2014)



STRONGER THAN BEFORE “One Long Journey” (2014) Samstrong Records, YK, Ind
 
Sebuah penantian panjang bagi STRONGER THAN BEFORE (STB) untuk menghasilkan full album ini. Band oldschool hardcore asal Yogyakarta ini bisa dibilang sudah lama malang-melintang di scene YKHC (Yogyakarta Hardcore). Terbentuk sekitar tahun 2004 dan bergonta-ganti personil (hanya menyisakan Kecenk-vokal sebagai personil aslinya) tidak membuat band ini jatuh. 

Masih dengan warna melodic-oldschool hardcore ngebut kacrut-kacrutnya, STB menyuguhkan 9 trek yang tidak membosankan sama sekali. Tiap-tiap lagu mempunyai fill yang bervariatif. Dan yang jelas warna melodic yang satu ini tidak menye-menye! Hehehe! Ada sekitar 2 lagu lama yang dulu pernah direkam STB dalam bentuk demo tahun 2006 yang direkam ulang di dalam album terbaru ini. Dan ada 1 trek cover lagu “That’s Life”-nya Frank Sinatra jadi ngebut edan-edanan! Hahaha! Good!

Sebenarnya materi di album ini sudah direkam cukup lama, tapi baru dengan Samstrong Records-lah mereka bekerja sama.  Perform mereka selanjutnya pasti ditunggu-tunggu oleh para hardcore kids di Yogyakarta maupun di kota-kota lain. Great songs, great people, STB. (EV, @elvgno, @betterdayzine)

Kontak: STRONGER THAN BEFORE
Samstrong Records: www.facebook.com/samstrongmerch.ii


betterday zine | 2015 | vegan straightedge hardcore zine
@betterdayzine




Album Review: A STRENGTH WITHIN “Pushing Forward” (2014)



A STRENGTH WITHIN “Pushing Forward” (2014)
Samstrong Records, YK, Indonesia // Perspective Records, Belgia


Debut full album dari band asal Belgia yang bisa dibilang cukup nendang. Keseluruhan 10 trek dengan aroma NYHC yang kental. Sepintas mirip MADBALL namun dengan sound lebih tebal dan vokal serak yang lebih berat. Yang menyenangkan adalah ada beberapa lagu yang diberi melody-part untuk gitarnya. Menyenangkan sekali! Dan terdengar sangat “NYHC”! Hehehe! Selain oleh Perspective Records (Belgia) dan Samstrong Records (Indonesia), album ini juga dirilis oleh beberapa record label lainnya di negara lain, seperti Whitewinter Records (Australia) dan Fatality Records (Rusia). Bentuk kerjasama yang menarik sepertinya. Belgia tidak pernah kehabisan band-band hardcore keren, dan A STRENGTH WITHIN adalah salah satunya. Sebuah kalimat lugas untuk album “Pushing Forward” ini, THIS IS HARDCORE. Recommended. (EV, @elvgno, @betterdayzine)

A STRENGTH WITHIN:facebook.com/AStrengthWithinHC
Samstrong Records: www.facebook.com/samstrongmerch.ii

betterday zine | 2015 | vegan straightedge hardcore zine

Rabu, 30 April 2014

EVER REST Siap Beraksi di Yogyakarta



Bayangan Merah presents:
"EVER REST INDONESIA TOUR 2014"

Sharing performance:

JUST LIKE THIS
LONG WAY TO HOMESICK
FORGIVENESS
HINDIA OCEAN
DIRECTION
RIGHT FIST
GOOD MORNING MY FRIENDS
BLUE SKY

Venue:
@ Zob Cafe, Seturan, Yogyakarta
20 Mei 2014
18.00 - till end

About EVER REST
facebook.com/EverRestAUS
Ever-Rest.bandcamp.com  

Tanpa Telur, Tanpa Keju: VEGAN

 
"Anda ingin Cappuccino dengan susu kedelai atau susu almond?" Anke Cox bertanya dari belakang meja di kafenya, kemudian menekan tombol pada mesin pembuat kopi. Setelah jadi, dengan tersenyum ia menyerahkan secangkir kopi kepada pembeli dan mengucapkan, "Semoga hari Anda indah."
Anke Cox adalah pemilik kafe Mae's.

Ini adalah kafe vegan pertama di Bonn, Jerman, yang dibuka Oktober 2013. Pada menunya tidak ditemukan satupun bahan yang berasal dari hewan. Cox sudah lama ingin membuka sebuah kafe. Menu yang ditawarkan sesuai gaya hidupnya sendiri. Ia memilih hidup Vegan lima tahun lalu.

Awalnya hidup sehari-hari sulit, cerita Cox. Setiap belanja perlu dua jam, karena kandungan setiap bahan makanan harus diteliti, agar bahan yang berasal dari hewan yang tersembunyi sekalipun, tidak terlewatkan. Mencari rumah makan juga tidak mudah. "Saya frustasi karena selalu harus berdiskusi lama dengan pelayan atau kokinya, saya juga frustasi karena akhirnya hanya makan makanan pelengkap saja", tutur Cox.
Anke Cox, pemilik kafe Mae's

Ia akhirnya menemukan tips rumah makan vegan di internet, yaitu di situs 'Deutschland is(s)t Vegan'. Majalah online itu menjadi pintu bagi peminat vegan di seluruh Jerman. Mereka memberikan informasi tentang kemungkinan berbelanja, bahan makanan Vegan, juga proyek dan acara tentang sumber daya terbarukan.


Belanja di Supermarket
Sebagian besar orang yang mengunjungi situs milik sekelompok blogger itu membaca artikel tentang produk-produk Vegan yang bisa dibeli di supermarket. "Minat itu menunjukkan, Veganisme sudah sampai di tengah masyarakat. Tema ini sekarang menyebar dengan cepat", kata editor utamanya Patrick Bolk.

Bolk hidup (dengan cara, ed BD) Vegan karena keyakinan. Sementara faktor kesehatan jadi aspek kedua. Menurut studi yang dilaksanakan organisasi penelitian pasar, "Gesellschaft für Iinnovative Marktforschung", sebagian besar orang yang hidup vegan hanya melaksanakannya sebagai gaya hidup saja. Itu dibenarkan Bolk. Awal gaya hidup ini adalah upaya perlindungan hewan, tetapi tren saat ini dasarnya lebih pada aspek kesehatan diri sendiri saja, demikian Bolk. "Veganisme bagi masyarakat umum adalah gaya hidup yang menarik dan sehat." Tentu saja Bolk berharap lebih banyak orang menjadi Vegan karena keyakinan. Tapi baginya, pernyebarluasan topik ini juga penting.


Vegan? Saya Tertarik!
Veganisme menuntut langkah konsekuen dalam menyantap makanan, ditekankan Silke Schwartau, kepala bagian makanan pada pusat konsultasi konsumen di Hamburg. Beberapa waktu lalu ia dan timnya mempublikasikan hasil analisa pasar produk jadi yang Vegan. Hasilnya lumayan bagus. Tetapi sejumlah kecil makanan yang dites ternyata mengandung lemak dan garam dalam jumlah berbahaya.

"Di internet timbul diskusi intensif, tidak semua orang bereaksi positif atas studi kami", kata Schwartau. "Banyak orang yang Vegan menulis, bagi mereka kekurangan pada produk tidak penting, selama tidak ada hewan yang dibunuh dan disiksa." Lagipula orang yang memilih hidup Vegan biasanya jarang membeli makanan olahan.

"Hidup Vegan tidak otomatis berarti hidup sehat, seperti halnya makanan yang mengandung daging dalam jumlah besar bukan berarti makanan tidak sehat", jelas pakar makanan dan gizi itu. Semuanya tergantung tipe dan jumlah yang dikonsumsi, ditambahkan Schwartau.

Ia juga melihat semakin besarnya minat masyarakat atas hidup secara Vegan. Itu tidak disangka sama sekali 20 tahun lalu. "Tahun 80-an, orang Vegan adalah kelompok kecil dalam masyarakat, sebagian benar-benar kurang gizi, karena produk yang mengimbanginya belum ada," dijelaskan Schwartau. Sedangkan sekarang pusat penyuluhan konsumen selalu mendapat pertanyaan tentang makanan Vegan.


'Kaffee to go' yang Vegan
Apakah tamunya Vegan atau tidak, apakah berdasarkan keyakinan atau tidak, bagi Anke Cox tidak terlalu penting. Tidak semua tamu sadar, bahwa dalam menu yang ada hanya minuman dan makanan Vegan. Itulah yang dikehendaki pemilik kafe Mae's itu.

Ia tidak mengiklankan kafenya hanya sebagai kafe Vegan. Walaupun makanan dan minuman yang ditawarkan tidak mengandung bahan dari hewan, ia tidak mau mengagetkan siapapun. Semua orang disambut di kafe Mae's.

Sumber: DW

 
 betterday zine | vegan straightedge hardcore zine | est. 2001
@betterdayzine
 

Jumat, 21 Maret 2014

Surat Terbuka Alissa White-Gluz (eks-THE AGONIST) Bergabung dengan ARCH ENEMY


Untuk semua fans, teman dan para pundukung,

Saya merasa terhormat dan senang mengumumkan babak baru dalam hidup dan karir musik saya mulai dari hari ini. Saya telah bergabung dengan salah satu favorit saya sepanjang masa, ARCH ENEMY. “Wages Of Sin” adalah album metal pertama yang pernah saya beli dan cinta pada pertama kali mendengarkan album tersebut. Hal yang sangat jarang ketika tiba-tiba kamu mendapatkan telepon dari band favoritmu dan memintamu untuk bergabung! Saya senang memiliki kesempatan untuk bekerja dengan musisi berbakat luar biasa yang juga sekaligus teman baik.

Tapi di sisi lain, dengan sangat sedih saya juga harus mengumumkan bahwa THE AGONIST sekarang adalah bagian dari masa lalu. Saya sebenarnya berencana (dan bahkan sudah mulai) menulis dan merekam album untuk rilis tahun ini, tapi teman-teman band (The Agonist) memutuskan memilih jalan yang berbeda. Berharap bisa mengubah situasinya, tapi segalanya diluar kendali saya. Jadi hanya bisa berharap yang terbaik bagi mereka. Saya akan selalu bangga dengan tiga album yang telah kami rilis sejak tahun 2005 dan saya ingin menunjukkan penghargaan saya untuk para fans yang open-minded dan setia selama satu dekade di scene metal ini. Terima kasih untuk segalanya. Semuanya mulai dari nama band hingga lirik lagu lagu, artwork dan visual, foto, harmoni, melodi, dll. Saya membuat itu semua dengan pemikiran yang dalam serta passion. Saya yakinkan bahwa saya akan selalu membuat kreativitas dalam lirik, bernyanyi, dan berharap dukungan kalian untuk ARCH ENEMY. Terima kasih telah mempercayai saya dan mendukung saya.

Ini sangat penting, saya berterima kasih kepada Angela Gossow (vokalis terdahulu, red BD) karena menjadi mentor saya dan sekaligus malaikat pelindung selama bertahun-tahun -  saya jujur mengatakannya, bahwa tanpa cinta dan dukungannya saya tidak akan mampu untuk semua ini. Angela telah menjadi inspirasi, seorang teman yang sangat berharga, dan dengan bangga sekarang saya menyebutnya partner. Saya sangat tersanjung dan berterima kasih padanya, Michael, Daniel, Sharlee, dan Nick untuk mempercayakan obor Arch Enemy kepada saya. Saya merasa terhormat mereka menyambut saya tidak hanya hanya untuk mengisi posisi vokal namun juga menulis lirik, karena integritas lirik sangat penting. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih yang paling dalam dan tulus kepada semua personel, kru, dan fans KAMELOT atas segala dukungannya, dan menunjukkan cinta yang tak terbatas serta penghargaan selama bertahun-tahun. Itu sangat berarti. (Alissa sering membantu sebagai guest vocals bagi Kamelot, red BD)

Terima kasih, sekali lagi, bagi para penggemar saya, keluarga, rekan kerja dan teman-teman yang mendukung saya selama ini dan kesetiaannya yang tanpa henti. Saya berharap bisa segera menulis dan tampil di tingkat yang baru dengan ARCH ENEMY! Music is forever, metal is limitless and this is only the beginning!


Sumber: facebook.com/AlissaWhiteGluzFans

------------------------------------------------------------------

Mundurnya Angela Gossow dari ACRH ENEMY sendiri karena ia akan fokus terhadap keluarga namun tetap berada di manajemen band. Dan memutuskan memilih Alissa White-Gluz untuk mengisi posisinya. Dan posisi vokal di THE AGONIST yang ditinggalkan Alissa sekarang diisi oleh Vicky Psarakis, dan kemampuannya bisa dilihat di teaser album terbaru The Agonist di sini, tentunya tetap menjanjikan! (El Vegano)

- Video ARCH ENEMY formasi terbaru: KLIK DI SINI

- Tahukah kamu bahwa Alissa White-Gluz adalah seorang Vegan dan StraightEdge? Cek DI SINI!!!!


betterday zine | vegan straightedge zine | est. 2001
 

DOMESTIC WAR

Live at The Oh Five

'FREE ME' Video

GO VEG!

xREPRESENTx

'The Downfall'. Sellout failed!

xLIFETIMEx

YKHC! Checkout: here!

EARTH CRISIS

Drug-dealers must fall!!

LIOSALFAR

Metalhardcore! Checkout: here!

Followers

Betterday zine Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template